Ada Indonesia di MotoGP

Setelah melihat “keajaiban” bahwa bahasa nasional kita, Bahasa Indonesia, menjadi salah satu bahasa resmi dalam website klub sepakbola Eropa ternama, Juventus, kini saya tersenyum bangga saat saya melihat Bahasa Indonesia juga terpampang di MotoGP. Di harian Sportivo (Grup Jawa Pos), saya lihat salah satu tim balap di MotoGP mencantumkan sebuah kalimat dalam Bahasa Indonesia. Ndak tanggung-tanggung, tim itu adalah Fiat Yamaha, yang diperkuat oleh pembalap favorit saya yang sama-sama penggemar klub sepakbola Internazionale, Valentino Rossi.

Mengenal Lambang Negara

Heboh kaos bermerk Giorgio Armani sepekan lalu, membuat saya penasaran untuk membuka Undang-Undang (UU) tentang lambang negara kita, Garuda Pancasila. Trus, saya akan coba kaitkan UU itu dengan kasus Garuda Armani.

Garuda Pancasila, menurut wikipedia, dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak. Waktu itu, beliau adalah Menteri Negara Zonder Porto Folio Republik Indonesia Serikat. Beliau memimpin sebuah panitia perancang lambang negara yang beranggotakan M. Yamin, K. H. Dewantoro, M. A. Pellaupessy, M. Natsir, R. M. Ngabehi Purbatjaraka. Melalui proses sayembara, terpilih 2 finalis lambang karya Sultan Hamid dan M. Yamin. Tapi, karena karya M. Yamin mengandung gambar sinar matahari yang dianggap menunjukkan pengaruh Jepang, maka karya Sultan Hamid yang kemudian diterima oleh pemerintah dan DPR sebagai “pemenang”.

Ada Indonesia di Juventus

Sebagai penggemar sepakbola, saya ndak cuma senang memainkan atau sekedar menyaksikan pertandingan sepakbola di layar tivi. Tapi, saya juga punya kegemaran untuk memprediksi sebuah pertandingan. Beberapa teman dan kerabat beberapa kali meminta saya untuk memprediksi sebuah pertandingan untuk membantu mereka memilih tim jagoannya dalam suatu taruhan (kasarnya: judi! hihi). Ada kebanggaan tersendiri kalau prediksi saya tepat. Kegemaran saya ini akhirnya saya tuangkan dalam sebuah blog bigmatch: football super game preview.

Negeri Perusuh

Beberapa hari lalu, saya melihat sebuah tayangan di tivi tentang keadaan negara ini yang hampir ndak pernah lepas dari keributan. Sepertinya ricuh dan rusuh sekarang menjadi budaya, yang mau ndak mau harus dilestarikan. Banyak yang bilang, keributan semacam ini cuma dilakukan orang yang ndak berpendidikan. Tapi ternyata, ndak selamanya seperti itu. Berikut daftar kericuhan yang sering terjadi atau yang ditayangkan di tivi.

Membongkar Lembaga Pemasyarakatan

Setelah ketauan memberikan pelayanan istimewa kepada Artalyta “Ayin” Suryani di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, semua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) “dibongkar” oleh aparat yang berwenang. Walaupun terkesan terlambat, upaya ini perlu diacungi jempol tangan. Saya sendiri, baru tergerak untuk “membongkar” peraturan tentang Lapas setelah kejadian ini heboh ditayangkan di media masa. Maka, inilah yang saya dapatkan.

Indonesia 2010

Tahun 2009 baru saja berlalu. Banyak hal yang telah saya pelajari di tahun kemarin. Salah satunya adalah tentang apa yang akan saya tulis hari ini di sini. Tulisan ini terilhami dari sebuah tulisan Mr. Ali Sastroamidjojo yang berjudul Seri Politik 1: Bangsa dan Kebangsaan, terbitan tahun 1947. Terima kasih untuk Bli Nyoman Suryanatha yang mau berbagi tulisan ini.