Pakai VAR, Perlu Lagi Wasit di Lapangan?

2 menit waktu baca

Piala Dunia 2018 sebentar lagi dimulai.

Satu yang menarik dari perhelatan piala dunia kali ini adalah penggunaan secara resmi Video Assistant Referee, disingkat VAR. Bagaimana ketentuan VAR di piala dunia nanti?

Seperti yang sudah beberapa kali terlihat dalam tayangan siaran langsung sepakbola Eropa, penggunaan VAR utamanya untuk meninjau kembali keputusan terkait gol atau anulir gol, kartu merah, penalti atau kesalahan identitas pemain.

VAR telah dipakai oleh beberapa negara dalam pertandingan domestiknya, seperti Seri A, Bundesliga, begitu juga MLS dan A-League.

Sejauh ini VAR lebih sering dipakai untuk menganulir gol. Selain untuk keputusan hukuman kartu merah bagi pemain.

VAR sendiri adalah perangkat pertandingan di luar lapangan. Di ruang VAR terdapat 4 anggota tim, yaitu 1 VAR, dan 3 asisten VAR. Semuanya menyaksikan pertandingan dari layar kaca, seperti kita menonton pertandingan.

VAR dipakai oleh wasit di lapangan untuk memastikan kembali keputusannya. Pemain dan manajer tim tidak memiliki hak untuk meminta wasit memanfaatkan VAR.

Tim VAR bisa saja merekomendasikan wasit lapangan memanfaatkan jasa mereka, tapi keputusan tetap di tangan wasit utama di lapangan.

Tidak ada pembatasan berapa kali VAR boleh dipakai. FIFA sendiri masih mengutamakan kualitas wasit untuk membuat keputusan. Semakin sering seorang wasit memakai VAR, maka FIFA atau federasi sepakbola negara bisa saja mengevaluasi kinerja wasit tersebut.

***

Kontroversi tentu ada. Begitu pula untuk penggunaan VAR.

Ada yang bilang bahwa VAR penting untuk memastikan pertandingan berlangsung adil. Namun di sisi lain, tidak sedikit juga yang menilai bahwa VAR akan membuat pertandingan tidak menarik, tanpa bumbu drama dan kontroversi.

Saya sendiri berpendapat VAR boleh dipakai selama diatur secara tegas. Sama seperti hawkeye dalam pertandingan tenis. Penggunaan VAR hanya dapat diminta oleh kapten tim yang bertanding, bukan inisiatif wasit.

Masing-masing tim memiliki 1 kesempatan saja untuk meminta wasit menggunakan VAR dalam 1 pertandingan.

Maka dengan demikian, dalam 1 pertandingan hanya akan terdapat 2 kali penggunaan VAR. Bisa jadi kurang, tapi tidak bisa lebih dari 2 kali.

Kalau VAR terlalu sering digunakan dalam 1 pertandingan, rasanya tidak diperlukan lagi wasit di lapangan. Wasit duduk saja di pinggir lapangan menyaksikan pertandingan melalui layar kaca lengkap dengan tayangan ulangnya.

Wasit hanya akan masuk ke lapangan hanya untuk memberi hadiah penalti, freekick, atau memberi hukuman kartu untuk pemain.

Semoga piala dunia 2018 tetap berlangsung meriah, seru, dan tentu saja lebih manusiawi khususnya dari sisi keputusan wasit. Kalaupun ada kesalahan, saya harap lebih kepada kesalahan yang manusiawi.

***

Bagaimana dengan Liga 1 Indonesia? Apakah VAR akan berguna?

Liga 1 Indonesia sendiri belum secara resmi menggunakan VAR. Tapi musim kompetisi 2017 lalu, Fariq Hitaba, wasit yang memimpin pertandingan PS. TNI v. Persija, sempat membuat keputusan berdasarkan tayangan ulang televisi.

Kalau melihat banyaknya kontroversi yang timbul dari keputusan wasit, tentu saja VAR akan berguna. Hanya sedikit wasit Indonesia yang memenuhi kualitas sesuai standar FIFA atau AFC.

Namun saya pikir Indonesia masih jauh dari standar untuk menyiapkan VAR. Liga 1 masih primitif kalau dilihat dari penggunaan teknologi pertandingan.

Selain itu, kualitas tayangan sepakbola Indonesia juga masih jauh dari memuaskan untuk dapat dimanfaatkan sebagai VAR.

Menurut fifa.com, untuk 1 pertandingan piala dunia, tuan rumah harus menyiapkan 33 kamera yang ditempatkan di beberapa titik stadion. Termasuk yang digantung di atas lapangan.

Tapi walaupun begitu, tidak ada salahnya kita berdoa agar PSSI semakin cakap dalam menyelenggarakan pertandingan termasuk menyediakan perangkat dan teknologi pertandingan yang lebih berkualitas.

Demi kejayaan sepakbola nasional di kancah internasional.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2018 Agung Pushandaka

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *