The Hunting Party

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri ternyata belum berhasil menangkap gembong teroris, Noordin M. Top. Berita terbaru yang saya baca menyebutkan bahwa penggerebekan di Temanggung kemarin gagal membekuk Noordin.

Melihat bagaimana susahnya Densus 88 menangkap Noordin, saya jadi teringat dengan sebuah film yang dibintangi oleh Richard Gere dan Terrence Howard. Film ini menceritakan tentang seorang jurnalis yang ingin menangkap dengan tangannya sendiri, seorang penjahat perang yang dicari dunia.

Film itu berjudul The Hunting Party.

Adalah seorang reporter tivi, Simon Hunt (Richard Gere), dan rekannya yang bernama Duck (Terrence Howard). Mereka bersahabat karib sebagai sepasang jurnalis yang berani meliput kejadian berbahaya di tempat kejadiannya.

Tapi, karena sebuah kesalahan kecil, Hunt harus dipecat dari tugasnya sebagai reporter.

Singkat cerita, setelah Hunt dipecat dan Duck menempati posisi strategis di stasiun tivi itu, mereka bertemu kembali beberapa tahun kemudian. Tapi pertemuan itu malah membawa mereka ke petualangan baru, yaitu mengejar Si Rubah.

Padahal saat itu, Boghanovic adalah penjahat perang yang sulit banget ditangkap, bahkan oleh NATO dan pasukan PBB sekalipun.

Hunt, Duck dan asistennya, Benjamin, pun memulai petualangan yang mungkin saja menewaskan mereka. Bahkan, komandan pasukan perdamaian PBB dan polisi internasional pun tidak mau ikut mencampuri usaha mereka.

Tapi ternyata, mencari Si Rubah tidak sesulit yang saya bayangkan. Bagaimana mungkin, seseorang yang konon untouchable, malah ditemukan orang biasa seperti Hunt, Duck dan Benjamin setelah berusaha mencari selama beberapa hari saja.

Bandingkan dengan usaha pasukan internasional yang belum bisa menangkapnya. Walaupun kemudian si Rubah berhasil meloloskan diri.

Memang ini film fiksi. Isi ceritanya murni cuma imajinasi penulis naskah atau sutradaranya saja. Tapi apakah memang sulit mengejar seseorang yang wajahnya sudah mereka kenali?

Apalagi pengejaran itu dilakukan oleh tim khusus yang beranggotakan orang-orang terlatih dan berpengalaman.

Di akhir film, penonton diingatkan kembali dengan usaha Amerika Serikat yang sampai sekarang masih berusaha mencari Osama bin Laden.

Lalu bagaimana dengan Densus 88 yang sejak Bom Marriott I sudah menjadikan nama Noordin M. Top sebagai sasaran penangkapan nomor satu? Bahkan, pada suatu kejadian, konon Densus 88 dan Noordin sudah pernah berhadap-hadapan secara langsung dalam sebuah baku tembak.

Entahlah.

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

4 thoughts on “The Hunting Party

  1. benar, peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menangkap buronan, seperti yang telah dilakukan oleh masyarakat di Bali kemarin ketika melaporkan seseorang yang dicurigai adalah mertua Nordin M Top, walaupun akhirnya polisi memastikan orang itu tidak terkait dengan Nordin M Top.

    Tapi yang dicurigai jangan langsung sakit hati atau mengeluh. Seperti beberapa teman di facebook, malah mengeluh saat ada pemeriksaan yang lebih ketat. Giliran ada bom meledak, mereka komplain atas pemeriksaan yang ndak ketat. Serba salah! Hehe..

  2. kalau saya nangkap langsung Nordin M Top beneran ga berani, apalagi kata TV Nordin selalu pakai bom rompi….palingan melaporkan keberadaan saja cukup…


    ekabelog
    thebelogers.wordpress.com

    Menangkap penjahat kan bisa bermacam-macam caranya. Mau tangkap langsung, minta bantuan polisi, atau teriak-teriak agar orang datang berbondong-bondong menangkap penjahat itu juga bisa kan? Hehe!

  3. nice review.. wektu itu mau sempet nonton tapi gak jadi.
    kayaknya critanya terlalu mengenaskan..
    tul gak yaa?

    Mengenaskan sih ndak juga Mas. Coba saja ditonton. Tapi saya ndak merekomendasikan film ini bagus ya. Saya cuma mengkaitkannya dengan proses pengejaran terorisme di Indonesia saja. hehe!

  4. Biarpun Detasemen 88 tidak berhasil tangkap si noordin pengecut itu, gpp …
    mari kita sama2 bantu dan dukung, biar si pengecut itu segera tertangkap.

    Iya Mbak. Tapi tetap hati-hati. Yang kita hadapi bukan penjahat yang cerdas, tapi penjahat yang nekat.

Comments are closed.