Testimoni: Bali Blogger Community

Siang itu, seonggok surat elektronik nangkring di mailbox saya. Saya perhatikan nama pengirimnya beberapa kali, karena saya merasa tidak pernah berhubungan dengan siapa pun di dunia maya selain dengan keluarga di Bali.

Oh ya, waktu itu saya masih kuliah di Jogja. Seingat saya, peristiwa itu terjadi di bulan Juni 2007, sebulan setelah saya mulai membuat blog baru di blogspot.

Pengirimnya Bali blogger.

Iya, isi surat itu adalah ajakan dari seorang tidak saya kenal bernama Anton, untuk bergabung dalam grup milis Bali Blogger. Saya membalasnya dengan sedikit basa-basi.

Beberapa minggu kemudian, saya memutuskan untuk bergabung dengan grup itu. Tapi jujur, waktu masih di Jogja saya tidak terlalu aktif mengikuti perkembangan di grup milis.

Satu yang saya ingat pasti, dari grup inilah muncul ide dibentuknya Bali Blogger Community. Sebenarnya cukup banyak komunitas blogger yang ada di Jogja, tapi berhubung saya tidak terlalu tertarik untuk menjalin hubungan pertemanan melalui komunitas semacam itu, tidak pernah sekalipun saya mencoba untuk bergabung.

Tapi untuk Bali Blogger, tidak apa-apalah kalau memang akhirnya terbentuk, saya akan menjadi salah satu anggotanya.

Ternyata memang benar, Bali Blogger Community terbentuk, disingkat dengan nama BBC.

Niat banget sih!

Bakal jadi apa sih komunitas semacam ini? Bahkan, mereka punya semboyan segala, Mai Ngeblog Pang Sing Belog!

Tapi semua pendapat itu berubah waktu saya akhirnya harus kembali pulang ke Bali. Setelah mengawalinya lewat sms dengan Anton, maka saya berjanji akan datang ke sebuah pertemuan anggota BBC untuk Kuta Karnival 2008.

Dari beberapa anggota BBC yang saya temui – untuk pertama kalinya juga saya ketemu dengan Anton, orang yang pertama kali mengirimi saya email untuk urusan Bali Blogger – ternyata mereka sudah saling akrab.

Saya jadi berpikir, mereka bersosialisasi juga ya.

Mulai sejak itu, diawali dengan menjadi koordinator field trip BBC Supports Kuta Karnival; Bloggers Day Out, saya mulai memasukkan diri saya sedikit demi sedikit ke dalam komunitas.

Begitu juga di milis. Berhubung teman saya sedikit, maka sudahlah, daripada tidak ada sama sekali, mereka juga tidak apa-apalah. Hehe!

Milis pun semakin ramai, meski cenderung jadi semakin tidak karuan. Itu juga yang membuat saya keluar dari sana.

Setelah keluarnya saya dari milis, tidak banyak lagi kegiatan yang saya ikuti. Kalau sebelumnya saya yang aktif membentuk tim futsal BBC, sekarang saya mulai malas.

Bahkan, kegiatan olah raga rutin itu mulai hilang seiring semakin banyaknya anggota BBC yang menghilang dari blognya masing-masing. Tapi komunitas ini tetap berekspresi dan berkarya untuk sesamanya di dunia nyata.

Mulai dari unjuk rasa menentang UU Pornografi dan UU ITE, donor darah, sampai kegiatan yang sampai sekarang masih berusaha dilestarikan, pelatihan teknologi informasi dan komputer kepada sesama di bawah semangat “Berbagi Tak Pernah Rugi”

Dari semua kegiatan itu, BBC memperoleh kehormatan menjadi komunitas paling menjanjikan dalam Pesta Blogger 2008 lalu dengan gelar The Most Promising Blogger Community.

Tapi, status sebagai salah satu komunitas paling oke se-Indonesia itu malah tidak membuat anggotanya tergerak untuk melakukan hal yang lebih besar. Semua seperti jalan di tempat, kalau tidak boleh dibilang mundur.

BBC sekarang seperti hidup segan mati apalagi. Hanya emblem BBC di beberapa blog yang masih aktif yang menjadi simbol bahwa BBC masih punya denyut nadi.

Okelah, mungkin di dunia maya BBC sudah tinggal nafasnya saja, tapi buat saya tidak masalah. Semuanya bisa ditebus dengan tetap melakukan kebaikan kepada sesama, karena ternyata, BBC bak hewan ampibi yang bisa hidup di dua alam, alam maya dan alam nyata. Hehe!

***

Kemarin (11/11), BBC tepat berumur dua tahun. Tema ultah yang menyindir tapi seharusnya juga membangunkan ratusan anggotanya, Dua Tahun Ngeblog Nu Gen Belog, dikumandangkan untuk memeriahkan ultah kali ini.

Saya belum tahu, akan seperti reaksi yang akan muncul dari ultah BBC yang ke-2 ini. Mungkin, kurang lebihnya akan bisa terlihat di hari perayaan ultahnya tanggal 22 November nanti. Dari event itu akan terlihat lagi semangat dan antusiasme anggota BBC untuk menghidupkan kembali komunitasnya ini.

Di tulisan kali ini, saya juga mau minta maaf karena saya tidak banyak membantu semua aktifitas dan kegiatan BBC. Bahkan untuk ulang tahunnya kali ini, mungkin cuma tulisan ini yang bisa saya berikan.

Iya, tulisan yang saya buat cuma dalam 15 menit ini, jelas tidak sebanding harganya dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan BBC untuk anggota dan sesamanya.

Maka bangunlah. Panjangkan umurmu. Mereka membutuhkanmu di luar sana.

Selamat ulang tahun, BBC.

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

12 thoughts on “Testimoni: Bali Blogger Community”

  1. jadi begitu cerita Om Agung masuk BBC. dan ternyata juga, OM Agung blum lama di bali ya? kirain dah dedengkot 😀
    Untung aku baca postingan ini setelah aku publish 1 postingan, walaupun bukan edisi ultah BBC. jadi perasaan bersalah karena banyak utang, agak2 kecil 😀
    Btw, nulis ini 15 menit? wow!!
    .-= nyoman´s last blog ..Kenaikan tarif parkir, bergunakah? =-.

  2. kan aku dah komen sebelumnya, kok ga nongol? Garing ya gung BBC? Kalo gitu, mesti dibuat crunchy dengan BBQ lagi di rumahmu. Menunya udang, cumi2. hehehe

  3. Ceileh.. ternyata…
    Bli Gung a.k.a pushandaka ini orang Bali… astaga-astaga-astaga!
    Pantesan nanya udah ada yg jemput di airport atau belum..

    hihhh.. dasar!!! 🙂
    Lam kenal Bli Gung.
    Punapi gatra? Btw, karena Gek ga tau wordpress, jadi ga tau, gimana cara follow blog ini. Tanggapi yaaa…

    Lam kenal!!!
    .-= Gek´s last blog ..Ember Bocor! =-.

Comments are closed.