Testimoni: Bali Blogger Community

4 menit waktu baca

Siang itu, seonggok surat elektronik (e-mail) nangkring di mailbox saya. Saya perhatikan nama pengirimnya beberapa kali, karena saya merasa ndak pernah berhubungan dengan siapa pun di dunia maya selain dengan keluarga di Bali. Oh ya, waktu itu saya masih kuliah di Jogja. Seingat saya, peristiwa itu terjadi di bulan Juni 2007, sebulan setelah saya mulai membuat blog baru di blogspot. Rini, pacar saya bertanya, “Siapa sih, kok bacanya sampai segitu nempelnya mukamu di layar monitor?”

Hehe, maaf.., pertanyaan yang itu saya lebih-lebihkan. Tapi seriusnya, waktu itu saya memang sampai lupa kalau ada Rini di samping saya karena e-mail itu. “Baliblogger, baby..” jawab saya waktu dia tanya tentang isi e-mail itu. Maka, mulai dari situ saya mengenal nama ini: Bali Blogger.

Iya, isi e-mail itu adalah ajakan dari seorang ndak saya kenal bernama Anton, untuk bergabung dalam milis group Bali Blogger. Untuk menunjukkan perhatian, saya balas e-mail itu dengan bahasa yang basi, “Wah! Saya menyambut dengan antusias group ini, bla..bla..bla..”

Beberapa minggu kemudian, saya memutuskan untuk bergabung dengan group itu. Bukan untuk apa-apa, tapi untuk menarik lebih banyak pengunjung ke blog saya. Karena waktu itu, blog saya sudah menembus angka 4 untuk pagerank dan aplikasi sebagai publisher di text-link-ads pun sudah disetujui. Blum lagi, blog saya waktu itu direview oleh sebuah tabloid komputer, PC Mild, sebagai blog humor yang layak dikunjungi. Saya pikir, akan lebih gampang mendapat pengunjung dengan bergabung dengan group pengguna internet semacam Bali Blogger.

Tapi jujur, waktu masih di Jogja saya ndak terlalu aktif mengikuti perkembangan di milis. Hampir setiap ada notifikasi masuk ke mailbox, biasanya saya centang untuk masuk rombongan e-mail yang akan saya lempar dengan suka cita ke bak sampah. Beberapa topik sempat saya ikuti kalau mulai menyinggung tentang kondisi terkini negara. Nama yang saya ingat cuma Anton itu. Lainnya, saya ndak tau pasti.

Yang saya ingat pasti, dari milis inilah muncul ide dibentuknya Bali Blogger Community. Sebenarnya cukup banyak komunitas blogger yang ada di Jogja, tapi berhubung saya ndak terlalu tertarik untuk menjalin hubungan pertemanan melalui komunitas semacam itu, ndak pernah sekalipun saya mencoba untuk bergabung. Tapi untuk Bali Blogger, ndak apa-apalah kalau memang akhirnya terbentuk, saya akan menjadi salah satu anggotanya.

Ndak disangka ndak dinyana, ternyata memang benar, Bali Blogger Community terbentuk, disingkat dengan nama BBC. Niat banget sih! Pikir saya waktu itu. Bakal jadi apa sih komunitas semacam ini? Paling orang-orangnya cuma ketemuan lewat hubungan internet. Begitu hubungan terputus, ya sudah, mereka ndak saling kenal lagi. Hehe, sumpah! Begitu pikiran saya waktu itu. Bahkan, mereka punya semboyan segala; Mai Ngeblog Pang Sing Belog! What the..

Tapi semua pendapat itu berubah waktu saya akhirnya harus kembali pulang ke Bali berhubung masa-masa indah sebagai mahasiswa sudah usai dengan titel master di belakang nama. Setelah mengawalinya lewat sms dengan Anton, maka saya berjanji akan datang ke sebuah pertemuan anggota BBC untuk Kuta Karnival 2008. Dari beberapa anggota BBC yang saya temui – untuk pertama kalinya juga saya ketemu dengan Anton, orang yang pertama kali mengirimi saya e-mail untuk urusan Baliblogger – ternyata mereka sudah saling akrab. Saya jadi berpikir, mereka bersosialisasi juga ya.

Mulai sejak itu, diawali dengan menjadi koordinator field trip BBC Supports Kuta Karnival; Bloggers Day Out, saya mulai memasukkan diri saya sedikit demi sedikit ke dalam komunitas. Begitu juga di milis. Berhubung teman saya sedikit, maka sudahlah, daripada ndak ada sama sekali, mereka juga ndak apa-apalah. Hehe! Milis pun semakin ramai, meski cenderung jadi semakin ndak karuan. Kendak-karuanan itu juga yang membuat saya minggat dari sana, tanpa balik lagi seperti anggota lain yang minggat trus kege-eran merasa dikangenin, akhirnya memutuskan balik lagi tanpa dosa. Hehehe! Alasan minggat saya bisa dilihat di sini, kalau pengen lihat sih. Kalau ndak pengen juga ndak apa-apa.

Setelah keluarnya saya dari milis, ndak banyak lagi kegiatan yang saya ikuti. Kalau sebelumnya saya yang aktif membentuk tim futsal BBC, sekarang saya mulai malas. Bahkan, kegiatan olah raga rutin itu mulai hilang seiring semakin banyaknya anggota BBC yang menghilang dari blognya masing-masing. Tapi, tanpa kehadiran saya yang memang bukan siapa-siapa di BBC, komunitas ini tetap berekspresi dan berkarya untuk sesamanya di dunia nyata.

Mulai dari unjuk rasa menentang UU Pornografi dan UU ITE, donor darah, sampai kegiatan yang sampai sekarang masih berusaha dilestarikan, pelatihan teknologi informasi dan komputer kepada sesama di bawah semangat “Berbagi Tak Pernah Rugi”. Dari semua kegiatan itu, BBC memperoleh kehormatan menjadi komunitas paling menjanjikan dalam Pesta Blogger 2008 lalu dengan gelar The Most Promising Blogger Community.

Tapi, status sebagai salah satu komunitas paling oke se-Indonesia itu malah ndak membuat anggotanya tergerak untuk melakukan hal yang lebih besar. Semua seperti jalan di tempat, kalau ndak boleh dibilang mundur. BBC sekarang seperti hidup segan mati apalagi. Hanya emblem BBC di beberapa blog yang masih aktif yang menjadi simbol bahwa BBC masih punya denyut nadi. Okelah, mungkin di dunia maya BBC sudah tinggal nafasnya saja, tapi buat saya ndak masalah. Semuanya bisa ditebus dengan tetap melakukan kebaikan kepada sesama, karena ternyata, BBC bak hewan ampibi yang bisa hidup di dua alam, alam maya dan alam nyata. Hehe!

***

Kemarin (11/11), BBC tepat berumur 2 tahun. Tema ultah yang menyindir tapi seharusnya juga membangunkan ratusan anggotanya, 2 Tahun Ngeblog Nu Gen Belog, dikumandangkan untuk memeriahkan ultah kali ini. Saya blum tau, akan seperti reaksi yang akan muncul dari ultah BBC yang ke-2 ini. Mungkin, kurang lebihnya akan bisa terlihat di hari perayaan ultahnya tanggal 22 November nanti. Mungkin dari event itu akan terlihat lagi semangat dan antusiasme anggota BBC untuk menghidupkan kembali komunitasnya ini.

Di tulisan kali ini, saya juga mau minta maaf karena saya ndak banyak membantu semua aktifitas dan kegiatan BBC. Bahkan untuk ulang tahunnya kali ini, mungkin cuma tulisan ini yang bisa saya kasih. Iya, tulisan yang saya buat cuma dalam 15 menit ini, mungkin ndak ada harganya dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan BBC untuk anggota dan sesamanya.

Maka bangunlah. Panjangkan umurmu. Mereka membutuhkanmu di luar sana. Selamat ulang tahun, BBC..

Related Post

12 thoughts on “Testimoni: Bali Blogger Community”

  1. jadi begitu cerita Om Agung masuk BBC. dan ternyata juga, OM Agung blum lama di bali ya? kirain dah dedengkot 😀
    Untung aku baca postingan ini setelah aku publish 1 postingan, walaupun bukan edisi ultah BBC. jadi perasaan bersalah karena banyak utang, agak2 kecil 😀
    Btw, nulis ini 15 menit? wow!!
    .-= nyoman´s last blog ..Kenaikan tarif parkir, bergunakah? =-.

    pushandaka Reply:

    Ngetiknya 15 menit, ngeditnya 15 hari. Hahaha..

  2. kan aku dah komen sebelumnya, kok ga nongol? Garing ya gung BBC? Kalo gitu, mesti dibuat crunchy dengan BBQ lagi di rumahmu. Menunya udang, cumi2. hehehe

  3. Ceileh.. ternyata…
    Bli Gung a.k.a pushandaka ini orang Bali… astaga-astaga-astaga!
    Pantesan nanya udah ada yg jemput di airport atau belum..

    hihhh.. dasar!!! 🙂
    Lam kenal Bli Gung.
    Punapi gatra? Btw, karena Gek ga tau wordpress, jadi ga tau, gimana cara follow blog ini. Tanggapi yaaa…

    Lam kenal!!!
    .-= Gek´s last blog ..Ember Bocor! =-.

Comments are closed.