Tahun Depan Lebih Baik?

Tahun 2020 adalah tahun terberat untuk saya pribadi. Berharap tahun 2021 akan lebih baik, tapi tetap bersiap dengan kemungkinan yang lebih buruk.

Selama empat puluh tahun menjalani kehidupan, mungkin tahun ini adalah tahun terberat yang pernah saya lalui. Pertama kali datang musibah banjir yang menenggalamkan sepeda motor saya pada hari pertama tahun ini.

Selanjutnya tentu saja musibah pandemi yang belum berakhir sampai tulisan ini saya buat dan mungkin masih akan berlangsung lebih lama lagi.

Beruntung buat saya, periode sulit ini saya lalui bersama dua orang terbaik, yaitu Rebecca, istri saya, dan Kayika alias K, anak saya. Serta kerabat keluarga lain yang tidak serumah dengan kami, bahkan yang jauh di Bali dan dimana-mana.

Juga teman-teman yang senantiasa berbagi semangat, baik itu teman kerja, beberapa warga apartemen tempat tinggal kami, termasuk teman-teman yang saya kenal melalui sekali saja atau tak banyak pertemuan tapi masih berkomunikasi baik sejauh ini meskipun jarak memisahkan, seperti Rudy Prasetyo, Ngurah Hendra, Ratna Dewi, Eka Ananta dan lain-lain.

Tak lupa teman-teman pemilik blog yang melalui tulisan-tulisannya, tidak hanya berbagi ide, saran atau pengalaman, tapi juga berbagi semangat, harapan dan suka cita. Satu nama yang harus saya mention di sini, tanpa mengenyampingkan keberadaan dan hormat saya kepada blogger lainnya, adalah (sebut saja) Mbak Eno, penulis dan pengempu blog Creameno.

Semoga tahun 2021 lebih baik

Tentu saja itu menjadi harapan semua orang, walaupun sejujurnya saya pun tidak tahu akan jadi sebaik apa keadaan di tahun depan.

Setidaknya, saya cuma bisa berharap, saya dan keluarga, juga anda semua yang membaca tulisan ini, diberkati kesehatan yang baik. Itu saja yang penting. Tentu kalau di dalam doa, pengharapan saya di tahun 2021 mungkin akan sangat penuh berisi daftar keinginan yang saya harap Tuhan berkenan untuk mengabulkannya.

Tapi kalau harus memilih satu harapan, maka saya memilih untuk tetap sehat. Kalau kita sehat, saya yakin pikiran kita juga akan sehat. Pikiran yang sehat akan memudahkan kita untuk berdamai dengan keadaan dan menemukan harapan.

Di tahun ini, dalam beberapa kesempatan, saya terpaksa harus mencurigai diri sendiri tertular virus Corona, sehingga saya dan Rebecca harus berkali-kali menempuh tes kesehatan PCR Swab untuk memastikan kesehatan kami. Beberapa teman kerja di kantor dan warga apartemen telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Beruntung, sejauh ini kami masih dijauhkan dari sakit akibat Covid-19. Beberapa kali kamu menderita flu, yang membuat kami sangat khawatir, terutama bagi kesehatan K yang baru berumur tiga tahun. Saat saya menulis ini, kondisi saya belum sepenuhnya sehat akibat demam sejak beberapa hari lalu. Tes PCR Swab yang saya lakukan hasilnya negatif.

Dibalik harapan tahun depan akan lebih baik, tebersit pula kekhawatiran bahwa tahun depan mungkin tak lebih baik, atau bahkan lebih buruk. Semuanya bisa terjadi kalau Dia memperkenankan itu terjadi.

Maka kesehatan akan menjadi kunci bagi kami sekeluarga dapat lebih kuat dan siap menghadapinya, walaupun sejujurnya saya takkan pernah siap dengan segala hal buruk yang mungkin terjadi.

Bener, ga bohong” begitu kata K.

Selamat Tahun Baru 2021

Apapun yang akan terjadi, doa kami tetap sama, semoga Tuhan selalu memberkati kita semuanya. Semoga pikiran dan hidup kita, dipenuhi hal baik dari-Nya, diberkati dengan kesehatan dan keselamatan, berlimpah kasih karunia-Nya, serta bersuka cita bersama orang-orang terkasih dalam damai dan sejahtera.

Saya pribadi, juga mewakili Rebecca dan K, mengucapkan Selamat Tahun Baru 2021 kepada anda semua yang merayakannya.

Tetap sehat dan semangat ya!

Keluarga Pushandaka

Digiprove sealDigiproved

Comments

  • CREAMENO says:

    Tahun ini memang sangat luar biasa ya mas cobaannya bertubi-tubi banyaknya, dari banjir, sampai Corona. Semacam beruntun. Huhu. Semoga yang terdampak bisa segera recovery baik dalam segi kesehatan maupun keuangan. Dan semoga mas Agung sekeluarga bisa overcome the situation dengan hati lapang 🙂 Selamat tahun untuk mas Agung, mba Rebecca dan little K, semoga tahun 2021 bisa membawa angin segar dan kebahagiaan untuk kita semua. Dan yang terpaling penting, semoga monster Corona bisa segera hilang ~

    Take care and stay safe, mas Agung and fams 🙂

  • Waw, Kei bahkan tidak terlihat seperti berumur 3 tahun pada foto di atas ?. Kelihatannya udah berumur 5 tahunan. Kei kelihatan tinggi sekali untuk anak seumurnya.

    Selamat tahun baru, Kak Agung, Kak Rebecca dan Kei ?
    Semoga diberi kesehatan selalu dan doa serta harapan untuk tahun ini bisa tercapai. Sukacita berlimpah untuk Kakak sekeluarga, ya!

  • Anton says:

    Tetap semangat mas Agung.

    Betul sekali, memang kita harus selalu berharap yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk.

    Semoga keberkahan selalu bersama mas dan keluarga

  • Banyak cobaan di 2020, selamat tahun baru mas Agung, semoga Tuhan berkati, amien 🙂

  • Leave a Reply

    Newsletter