Melindungi Warga Negara

“Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah…” masih jelas tersurat dalam Pembukaan UUD 1945.  Tapi saya ndak mengerti, kok cara negara ini melindungi warga negaranya justru lebih sering dengan memenjarakan warganya yang menjadi korban. Misalnya, untuk menghindari tindakan anarkis FPI di bulan puasa, pemerintah menghimbau warung makan dan tempat hiburan membatasi jam operasi. Trus, kasus pemerkosaan di angkot beberapa hari lalu juga mencetuskan komentar brilian Gubernur DKI yang rasanya ndak perlu lagi saya kutip di sini. Sekarang di Bandung, ada lagi aturan ndak boleh ada toko 24 jam supaya ndak ada korban genk motor. Perlindungan macam apa ini? Kalau terus begini, lama-lama negara ini akan menjadi surga para kriminal..

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Related Post