Ya Sudahlah, SBY..

Akhirnya, kemarin (1/9) SBY menyampaikan pidatonya mengenai hubungan RI-malaysia yang kembali menghangat karena sengketa perbatasan. Sejujurnya saya kecewa dengan pidatonya, karena cuma mengulang-ulang cerita yang sudah sering saya baca di koran belakangan ini. Instruksi darinya pun cuma berputar-putar di tempat yang sama, seperti penyelesaian secara diplomatis, mendorong malaysia untuk segera berunding, dsb., yang selalu disampaikan setiap malaysia berulah. SBY menolak untuk melakukan cara-cara keras apalagi menyatakan perang. Okelah, saya pribadi pun berharap sebisa mungkin jangan perang. Tapi jangan lagi kejadian yang sama terjadi berkali-kali.

Continue reading “Ya Sudahlah, SBY..”

Related Post

RI – malaysia Dalam Logika

Tulisan ini cuma berdasarkan logika saja. Ndak ada aturan hukum yang menjadi dasar tulisan ini. Murni cuma pemikiran saya saja yang terinspirasi dari beberapa artikel berita di internet, yang tentu saja bisa salah;

1. Saat anda sedang berjalan santai di sebuah tempat umum, tiba-tiba seseorang mengklaim bahwa hp yang ada di saku anda adalah miliknya. Menyikapi hal itu, anda akan meminta orang itu untuk membuktikan bahwa hp di saku anda adalah miliknya. Selama orang itu blum bisa membuktikan sebaliknya, maka hp itu tetap penuh menjadi milik anda. Begitu juga seharusnya sengketa batas wilayah RI – malaysia. Saat Indonesia memerdekakan dirinya, negara ini sudah mempunyai batas-batas  wilayahnya, baik di laut dan darat, yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Beberapa tahun kemudian, setelah malaysia mendapat hadiah kemerdekaan dari Inggris, mereka mengklaim bahwa batas wilayahnya berada di wilayah Indonesia. Maka seharusnya malaysia membuktikan bahwa klaimnya adalah benar. Selama malaysia blum bisa membuktikan itu, ndak ada grey area. Sebab batas wilayah versi Indonesialah yang berlaku.

Continue reading “RI – malaysia Dalam Logika”

Related Post