Bangsa Penonton

Dulu, pemimpin negeri ini mengajak rakyatnya untuk ndak cuma menjadi bangsa penonton. Bukan bangsa yang cuma menonton perkembangan dunia tanpa bisa ikut serta di dalamnya. Kenyataannya sekarang, kita masih saja cuma bisa menonton negara lain meraih kemajuan yang signifikan, sementara kita masih blum bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu. Istilah ini kemudian meluas untuk bidang lain. Seperti dalam bidang olah raga, terutama sepakbola. Negeri ini cuma masih menonton kehebatan kesebelasan negara lain di ajang Piala Dunia tanpa bisa menyertakan diri di turnamen paling bergengsi sejagat itu. Kira-kira seperti itulah makna dari istilah bangsa penonton ini. Tapi, bukan tentang itu yang mau saya tulis kali ini. Hehe..

Related Post