Saat Bawahan Melaksanakan Perintah

Bisakah seseorang dipidana saat dia berdalih bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah perintah? Apabila dalih tersebut terbukti benar adanya, maka seharusnya orang itu ndak dipidana. Logikanya adalah bahwa seorang bawahan ndak mungkin menolak perintah, karena memang itulah tugasnya di lingkup pekerjaannya.  Nah, kalau ternyata perintah itu merupakan perbuatan yang melawan hukum, maka seharusnya perbuatan itu ndak boleh dipidana. Kira-kira seperti itulah bunyi pasal 51 KUHP yang saya baca.

Continue reading “Saat Bawahan Melaksanakan Perintah”

Related Post

Menjalankan Undang-Undang

Masih tentang hal-hal yang menghapuskan atau mengurangi pidana. Sebelumnya saya sudah membaca pasal-pasal KUHP yang bisa menghapuskan/mengurangi pidana seperti orang yang melakukan perbuatan melawan hukum adalah penderita sakit/cacat jiwa, atau seseorang melakukan perbuatan karena ada daya paksa, atau karena melakukan pembelaan diri. Kali ini saya pengen berbagi tentang ndak bisa dipidananya seseorang apabila dia melakukan perbuatan dalam rangka menjalankan undang-undang, sekalipun perbuatan itu merupakan perbuatan melawan hukum.

Continue reading “Menjalankan Undang-Undang”

Related Post

Pembelaan Diri

Sebagai manusia kita pasti punya naluri untuk melindungi diri sendiri atau orang lain dari ancaman yang dapat membahayakan keselamatan kita. Di dalam KUHP, hal ini dikenal dan diatur dengan cukup jelas sebagai hal yang menghapus atau mengurangi pidana. Sebab, ndak jarang kita akan melakukan sebuah perbuatan melawan hukum di saat kepentingan kita terserang/diserang oleh pihak lain. Misalnya, saat anda di jalan tiba-tiba seseorang berusaha merampok anda. Secara naluriah anda akan berusaha membela diri, misalnya dengan memukul si perampok sampai pingsan.

Continue reading “Pembelaan Diri”

Related Post