Fragile! Handle With Care.

Sore itu, pesawat yang saya tumpangi baru saja terparkir dan berhenti dengan sempurna di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Semua penumpang sudah berdiri di gang dalam pesawat, ndak sabar untuk segera turun. Tapi pintu pesawat blum juga dibuka. Sementara yang lain masih menunggu sambil berdiri, saya tetap terpaku di kursi saya yang bernomor 29F. Saya hanya bisa memandang keluar lewat jendela pesawat. Sumpah, saya masih bete karena harus meninggalkan Rini dan Jogja. Saya cuma bisa mengumpat dalam hati, kenapa saya blum bisa berbuat sesuatu untuk membawanya pergi untuk menemani saya di sisa umur saya.

Related Post