Prihatin Bis Kota

Dalam sehari, Minggu (6/12), 2 tragedi terjadi di jalanan ibu kota, Jakarta. Continue reading “Prihatin Bis Kota”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015-2017 Agung Pushandaka

Related Post

Lampu Lalin Mati Sanksinya Apa?

Siang ini saya terjebak macet di sebuah perempatan Jalan Teuku Umar Barat. Beruntung saya cuma mengendarai sepeda motor, jadi saya bisa meloloskan diri dari perempatan itu dengan meliuk-liuk di celah antrian mobil yang berjejer ndak rapi sampai jauh ke belakang. Tapi, lepas dari perempatan pertama tadi, ndak membuat saya terbebas 100% dari keruwetan itu karena biang kemacetan ternyata bukan di sana. Beberapa meter ke sebelah barat, saya temui sumber kemacetan itu. Ternyata bukan kecelakaan lalu-lintas (lalin) yang menjadi penyebabnya, melainkan matinya lampu lalin yang seharusnya mengatur lalu lalangnya kendaraan. Ditambah lagi, ndak seorang pun petugas Kepolisian yang berjaga di sana. Jadilah para pengendara berebut untuk melepaskan diri dari kemacetan itu.

Setelah tiba di tujuan dengan keringat bercucuran karena terik sinar matahari, saya segera mencari Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 (UU 22/2009) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ). UU ini cukup beken belakangan ini terutama di Denpasar karena ada pasal yang mengatur tentang penyalaan lampu bagi sepeda motor di jalan raya pada siang hari (Pasal 107 ayat 2).  Tapi saya ndak pengen menulis tentang itu. Saya pengen tau, siapa yang harus bertanggung jawab atas lampu lalin dan apa sanksinya menurut UULLAJ ini.

Related Post

Ide (Gila) Untuk Lalu Lintas Denpasar

Hari ini, setelah menempuh perjalanan jarak pendek tapi melelahkan dari Renon ke Kerobokan, tercetus di otak saya tentang sesuatu yang (mungkin) gila.

Continue reading “Ide (Gila) Untuk Lalu Lintas Denpasar”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post