Melindungi Warga Negara

“Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah…” masih jelas tersurat dalam Pembukaan UUD 1945.  Tapi saya ndak mengerti, kok cara negara ini melindungi warga negaranya justru lebih sering dengan memenjarakan warganya yang menjadi korban. Misalnya, untuk menghindari tindakan anarkis FPI di bulan puasa, pemerintah menghimbau warung makan dan tempat hiburan membatasi jam operasi. Trus, kasus pemerkosaan di angkot beberapa hari lalu juga mencetuskan komentar brilian Gubernur DKI yang rasanya ndak perlu lagi saya kutip di sini. Sekarang di Bandung, ada lagi aturan ndak boleh ada toko 24 jam supaya ndak ada korban genk motor. Perlindungan macam apa ini? Kalau terus begini, lama-lama negara ini akan menjadi surga para kriminal..

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Susahnya Punya Anak (di Indonesia)

Hari Anak Nasional selalu diperingati setiap tahun. Undang-undang tentang anak-anak sudah jamak dibuat. Komisi Perlindungan Anak juga sudah dibentuk.

Semuanya belum menjamin keselamatan aanak-anak. Kejahatan dan berbagai tindakan negatif lainnya sekarang banyak menyasar anak-anak.

Dampaknya tidak hanya merugikan anak-anak itu secara fisik, tapi juga secara mental.

Continue reading “Susahnya Punya Anak (di Indonesia)”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Melindungi Si Kecil

Belakangan di Denpasar lagi heboh dengan kasus pemerkosaan terhadap anak-anak belia berusia siswa sekolah dasar. Bahkan, konon kabarnya perkosaan itu dilakukan secara berantai oleh seorang pelaku saja.

Kebetulan sepulang kerja Jum’at (23/4) kemarin, di Trans 7 kasus ini diulas. Isinya, malah cuma menyalahkan pemerintah yang tidak tegas menegakkan hukum yang sudah dibuat.

Saya setuju pemerintah punya andil secara tidak langsung dengan kejadian ini.

Continue reading “Melindungi Si Kecil”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka