Masih Tentang Malaysia, Kita Harus Apa?

Sebenarnya, saya sudah malas membicarakan tingkah laku malaysia terhadap kita, Indonesia. Saya sekarang cuma pengen menyampaikan solusi yang mungkin bisa dijalankan oleh pemerintah kita. Saya akan mengkategorikan solusi ini mulai dari yang paling sopan, sampai yang paling kasar. Kenapa saya harus menyuarakan sebuah solusi kasar? Karena solusi semacam ini memang dibenarkan dalam hukum internasional, selama solusi ini menjadi alternatif terakhir setelah percobaan solusi damai yang ndak pernah berhasil.

Tari Pendet Milik Indonesia?

Baiklah, untuk kesekian kalinya malaysia mencoba melempar manggis tapi mangga yang mereka dapat. Niatnya menarik turis, tapi marahnya tetangga yang mereka dapat. Ada apa lagi dengan malaysia? Setelah berkali-kali diprotes oleh banyak pihak di Indonesia akibat penggunaan bahkan pengakuan sepihak atas kepemilikan kebudayaan Indonesia, mereka melakukannya sekali lagi. Kali ini, Tari Pendet yang berasal dan diciptakan oleh seniman daerah Bali, dipakai sebagai salah satu ikon pariwisata malaysia. Trus bagaimana?

Merah Putih di Miangas

Masih ingat jingle iklan komersial mie instan, eh.. maksud saya lagu kampanye SBY Presidenku yang dinyanyikan oleh Mike Idol? Kira-kira liriknya seperti ini.., “Dari Sabang sampai Merauke.. Dari Miangas sampai Pulau Rote .. dst.”

Nah, kalau nama Sabang dan Merauke mungkin sudah sering anda dengar dan tau di mana letaknya di dalam peta Indonesia. Tapi, apakah anda pernah mendengar nama Miangas? Kalau anda disodori peta Indonesia, bisakah anda menunjukkan di mana letak pulau ini? Saya sendiri baru tau keberadaan pulau ini saat menempuh kuliah pascasarjana di Univ. Gadjah Mada. Hehe! Itupun ndak secara langsung mempelajari tentang Miangas-nya, tapi lebih kepada konflik internasional yang menyertai sejarahnya. Mungkin sekarang ini, masih sedikit yang tau tentang keberadaan pulau ini.