Fragile! Handle With Care.

Sore itu, pesawat yang saya tumpangi baru saja terparkir dan berhenti dengan sempurna di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Semua penumpang sudah berdiri di gang dalam pesawat, ndak sabar untuk segera turun. Tapi pintu pesawat blum juga dibuka. Sementara yang lain masih menunggu sambil berdiri, saya tetap terpaku di kursi saya yang bernomor 29F. Saya hanya bisa memandang keluar lewat jendela pesawat. Sumpah, saya masih bete karena harus meninggalkan Rini dan Jogja. Saya cuma bisa mengumpat dalam hati, kenapa saya blum bisa berbuat sesuatu untuk membawanya pergi untuk menemani saya di sisa umur saya.

Nongkrong di Pantai Sanur

Baca tulisan terbaru dari Mr. Muhajir di Balebengong tentang tempat nongkrong malam hari, saya jadi ingat beberapa hari lalu sempat menikmati suasana malam di Pantai Sanur. Waktu itu, saya harus mengadakan diskusi kecil tentang kasus yang sedang ditangani oleh kantor hukum tempat saya bekerja. Jujur saja, saya blum pernah mengenal tempat ini sebelumnya kecuali saat itu. Namanya, Izakaya Cafe & Bar.