Berdebat yang Baik dan Benar

Sekedar mengisi hari Minggu yang luang, saya lihat-lihat file berita di website Metro TV. Ada satu berita yang menarik untuk saya, yaitu berita tentang kericuhan rapat kerja antara Komisi III DPR dengan LSM anti korupsi, Kompak. Sebenarnya ini berita sudah agak basi, tapi saya blum pernah lihat kejadiannya. Saya cuma pernah lihat talkshow tentang itu di TVone.

Cuma sayangnya, dalam talkshow di TVone itu ndak ada yang namanya berbincang-bincang. Wakil dari Kompak, berbicara terus, sementara di sisi lain dia meminta pendapat anggota parlemen yang hadir tentang kasus Chandra-Bibit. Yang anehnya, berkali-kali wakil Kompak itu bilang, “Perbedaan pendapat itu hal lumrah dalam sebuah diskusi/debat”. Saya setuju itu, tapi yang saya kurang setuju adalah cara menyampaikan pendapat itu sendiri.

Related Post

Debat yang Ndak Hebat

Baca Kompas hari ini. Headline-nya berjudul ‘Debat Capres Dievaluasi’. Menurut berita itu, debat capres yang ditayangkan di tivi beberapa hari lalu berlangsung datar, monoton, dan mirip pidato. Saya sempat nonton sedikit saja acara debat itu. Tapi kemudian saya memutuskan mematikan tivi dan menonton vcd karena saya sudah tau apa yang akan terjadi di acara debat itu. Ternyata, dugaan saya benar, ndak ada perdebatan seperti judul acaranya. Trus apa penyebabnya? Menurut saya, ada beberapa hal yang berpengaruh.

Related Post