Memperlakukan Anak

Membaca tulisan gustulank, saya jadi teringat dengan obrolan saya bersama Bli Ade (lawyer/owner SP Law Office) tentang seorang anak berumur 9 tahun di Surabaya yang diadili di meja hijau karena dengan sengaja menempelkan seekor tawon ke pipi temannya. Tanpa disadarinya, ternyata tawon itu menyengat pipi si teman.

Akibatnya, pipi si teman menjadi bengkak dan tidak bisa masuk sekolah. Orang tua korban yang kebetulan seorang polisi, ternyata melaporkan perbuatan si anak iseng itu ke kantor polisi.

Orang tua si anak iseng sudah berusaha menempuh jalan damai dengan berkunjung ke rumah korban untuk minta maaf. Namun orang tua korban tetap pengen melanjutkan kasus itu secara hukum.

Hukum Kita, Racun Dunia..

Dalam terbitan hari ini, Kompas memberitakan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan ketentuan yang mengatur siaran iklan niaga yang mempromosikan produk industri rokok tetap sah dan konstitusional. Melarang iklan rokok justru bertentangan dengan konstitusi. Pernyataan ini terungkap dalam putusan uji materi Undang-Undang Penyiaran (UU No. 32 tahun 2002), khususnya Pasal 46 ayat (3) yang dipersoalkan oleh Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat, dan 2 anak Indonesia.