Susahnya Membuat Pidato

0 menit waktu baca

Ndak semua orang bisa dan lancar berbicara di depan orang banyak. Bahkan, latihan khusus dan intensif bertahun-tahun pun blum tentu bisa memupuk kemampuan itu. Ndak semua orang bisa berbicara lantang tanpa teks seperti Bung Karno. Ndak banyak juga yang bisa berbicara dengan aliran kalimat seperti SBY. Atau, cuma orang bermental khusus yang mampu berbicara seperti Gus Dur, tata bahasanya payah tapi percaya diri banget mengutarakan isi hati dan otaknya. Jadi saya rasa wajar kalau banyak pejabat negara yang bisanya cuma membaca pidato meskipun isinya dibuat oleh staf khusus atau staf ahlinya.

Tapi kalau sampai menghabiskan uang 170 juta rupiah cuma untuk sebuah pidato, keterlaluan banget! Sumpah, ndak bisa diterima akal sehat!

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

7 thoughts on “Susahnya Membuat Pidato”

  1. Prinsip yang baik, jika memang tidak bisa melakukan public speaking ya jangan tampil sebagai tokoh publik, termasuk pejabat sekali-pun, karena berarti kita memang tidak berkompetensi untuk itu :).

    1. wah., saya setuju sm cahya.. 🙂

      kayak bung karno donk, yang berjam-jam berlatih pidato dengan suara lantang sambil menatap cermin di kamar kostnya di rumah HOS Tjokroaminoto hingga akhirnya selalu berhasil memukau para audience melalui pidatonya..

  2. hmm, saya siapppppppp kalo dapat anggaran segitu heheheheheh. anggaran setahun atau 5 tahun ya? kalo pidato kenegaraan bisa jadi iya, untuk keluar negeri dan berbagai perlengkapan mungkin.

Comments are closed.