Sumpah Mati, Saya Kaget!!

Sore itu, di sebuah hotel berbintang di kawasan Senayan, saya memasuki lift di lantai 8 untuk menuju lantai dasar. Waktu itu saya hendak check out dan segera pulang ke Bali.

Liftnya kosong dan saya berdiri tepat di tengah-tengah. Tapi di lantai 7, lift berhenti. Deg!

Jantung saya seperti berhenti berdetak saat pintu lift terbuka. Sebab yang saya dapati adalah lantai 7 yang gelap gulita. Tentu saja aneh di hotel sekelas itu ada lantai yang gelap seperti tidak berpenghuni.

Nafas saya semakin tercekat karena tidak seorang pun terlihat menunggu lift yang saya tumpangi. Saya mundur beberapa langkah ke dinding lift.

Saya hampir terpekik saat seorang nenek muncul dari kegelapan dan mendekati lift. Sekilas sempat saya lihat wajahnya yang tanpa ekspresi.

Kemudian saya hanya melihat ke langit-langit lift. Setelah si nenek masuk, pintu lift menutup dan turun  lagi.

Saya cuma berusaha mempersiapkan diri andai lift ini malah akan mengantar saya ke dunia lain.

Ting!” lift berhenti.

Saya tetap tidak mengalihkan pandangan saya dari bagian atas lift selama beberapa detik.

“Pak, ada yang bisa saya bantu?” terdengar suara perempuan penjaga pintu lift di lantai dasar.

Si nenek sudah tidak ada di dalam lift. Saya segera sambar tas saya yang tergeletak di lantai lift dan segera keluar.

Beberapa jam kemudian di Denpasar saya baru berpikir, kenapa saya tidak tanyakan keberadaan lantai 7 yang gelap gulita itu kepada petugas hotel ya?

Apa iya nenek itu hantu? Tapi kalau manusia, kenapa si nenek sendirian, di tengah gelap pula?

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

32 thoughts on “Sumpah Mati, Saya Kaget!!

  1. Cahya

    Mungkin nenek itu mau komplain ke pihak hotel karena listrik padam, dia maunya cari ahli hukum karena dia ndak ngerti tata cara komplain, eh… pas ketemu malah dicuekin, jadi dia pergi lagi ke lantai yang listriknya ndak padam – karena ndak mungkin kan gelap-gelapan cari mangsa … ha ha… (ngawur).

      1. Sugeng

        Sumpah mati saya juga kaget membaca komeng nya bli Cahya. padahal biasanya serius terus, baru sekarang ngeluarin Joke 😆
        Kalau aku mungkin lariiiiiiiiiiiii…………
        Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Agung Pushandaka

      Saya cume berpikir positif bahwa nenek itu keluar dari lift setelah tiba di lantai dasar. Bukan yang “cling!” trus hilang. Hehe..

    1. Agung Pushandaka

      Saya juga berpikir seperti itu mas. Nenek itu mungkin memang keluar dari lift secara “manusiawi”, cuma saya saja yang ndak memperhatikan. Hehe!

    1. Agung Pushandaka

      Ini pertama kalinya yang saya ndak bisa pastikan apakah si nenek itu memang hantu atau cuma manusia biasa.

  2. tomi

    kalau menurut logika dari cerita mas agung hampir 70% saya mengira nenek itu makhluk halus..
    mana ada hotel yg lantainya gelap gulita. kejadiannya jg pas senja..
    😀

    1. Agung Pushandaka

      Hah? Ndak cepat banget kok. Kan saya bilang “Beberapa jam kemudian di Denpasar…”

      Kejadiannya sore di Senayan, saya tiba di Denpasar malam. Normal saja tuh.

  3. Aldy

    Bli Gung,
    andai saja Bli menyapa si nenek mungkin ceritanya akan lain. Bukankah yang muda wajib menyapa yang tua terlebih dahulu?

    1. Agung Pushandaka

      Betul bang, dalam keadaan normal saya pasti menyapa nenek itu, atau minimal menahan pintu lift agar ndak menutup sebelum si nenek benar-benar sudah berada di dalam lift.

      Tapi, keadaan saat itu benar-benar ndak normal menurut saya. Jangankan menyapa, memandang ke arah nenek itu saja saya ragu-ragu. Hehe!

    1. Agung Pushandaka

      Ih, maaf ya! Saya ndak takut, tapi cuma kaget! Heheheh..

      Saya ndak menyapa nenek itu selain karena neneknya juga diam-diam saja, tapi karena ndak pengen mengganggu satu sama lain. Hihihih!!

      😛

  4. budiastawa

    Pada saat kejadian biasanya kita nggak takut. Tapi setelah lewat beberapa waktu, atau setelah memikirkan ulang kejadian itu, barulah timbul rasa takut.

    1. Agung Pushandaka

      Kalau saya justru berbeda bli. Saat kejadian kagetnya setengah mati. Tapi setelah lewat, malah jadi lucu. Hehe!

Comments are closed.