Siapa sih Mafia Hukum?

Sekarang ini istilah mafia hukum familiar banget di kuping saya, dan mungkin juga anda semua. Istilah mafia identik dengan jaringan atau perkumpulan yang melakukan kegiatan melawan hukum. Sebelumnya, saya pernah dengar tentang mafia wasit sepakbola. Mafia wasit dibentuk oleh beberapa wasit PSSI yang menawarkan jasa kepada sejumlah klub agar bisa memenangkan sebuah pertandingan dengan imbalan uang dan beranggotakan beberapa manajer klub yang pengen menang dengan membayar sejumlah uang haram. Sekarang sudah tambah banyak lagi mafia di Indonesia. Sebut saja istilah mafia peradilan, mafia kasus atau yang terbaru adalah mafia perpajakan. Tapi saya rasa, istilah mafia hukum sudah meliputi semuanya. Trus, kalau mafia wasit sudah jelas anggotanya, bagaimana dengan mafia hukum?

Seperti yang saya bilang tadi, bahwa istilah mafia hukum luas banget cakupannya meliputi mafia peradilan, mafia kasus, dsb., maka anggotanya pun jelas lebih banyak. Menurut saya, mafia hukum itu ndak cuma tentang penegakan hukum, tapi juga pembuatan hukum. Itu artinya, anggota mafia hukum seharusnya ndak cuma aparat penegak hukum, tapi juga di parlemen yang membuat hukum.

“Mafia Hukum di sini lebih dimaksudkan pada proses pembentukan Undang-undang oleh Pembuat undang-undang yang lebih sarat dengan nuansa politis sempit yang lebih berorientasi pada kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Bahwa sekalipun dalam politik hukum di Indonesia nuansa politis dalam pembuatan UU dapat saja dibenarkan sebagai suatu ajaran dan keputusan politik yang menyangkut kebijakan publik, namun nuansa politis di sini tidak mengacu pada kepentingan sesaat yang sempit akan tetapi “politik hukum” yang bertujuan mengakomodir pada kepentingan kehidupan masyarakat luas dan berjangka panjang” tulis Sofyan Lubis.

Sebenarnya, hukum sudah tentu untuk kepentingan pembuatnya. Dalam hal ini seharusnya, parlemen membuat hukum tentu saja untuk kepentingan yang mereka wakili, yaitu rakyat Indonesia. Tapi kenyataannya, rakyat belakangan malah jadi pihak yang paling sering dirugikan oleh hukum yang dihasilkan lembaga pembuat hukum. Contohnya adalah hilangnya ayat tentang tembakau dalam draft UU Kesehatan yang dianggap akan merugikan pengusaha rokok. Maka kemudian muncul dugaan bahwa ada pengusaha rokok yang ikut “berkoalisi” atas hilangnya ayat yang melindungi rakyat Indonesia dari bahaya rokok.

Penegakan hukum pun kemudian terjangkit virus mafia. Beberapa oknum baik dari luar atau dari dalam instansi penegak hukum mulai menggerogoti ketegasan penegakan hukum. Seorang hakim Tata Usaha Negara ditangkap KPK saat menerima suap dari seorang pengacara beberapa hari lalu. Jaksa Urip pun sudah dijebloskan ke penjara karena membantu secara ilegal seorang Artalyta Suryani. Hal ini membuktikan, bahwa lembaga Kehakiman, Kejaksaan, juga pengacara sudah menjadi bagian dari mafia hukum. Bagaimana dengan Kepolisian? Anda pasti punya pandangan yang hampir sama dengan pandangan sebagian besar orang. Trus KPK? Jujur, saya ndak yakin dengan KPK karena toh KPK diisi oleh pejabat negara, jaksa dan polisi juga.

Tapi, semuanya ndak melulu cuma salah mereka para aparat penegak hukum. Godaan dari luar pun ndak pernah berhenti menghampiri mereka. Seperti yang saya bilang, bahwa ada dugaan pengusaha ikut menyumbangkan sedikit uangnya untuk membesarkan mafia hukum. Contohnya ya Artalyta Suryani tadi.

Trus bagaimana dengan kita, yang bukan pengusaha berduit banyak dan penegak hukum? Sudah jadi rahasia bersama bahwa korupsi semakin membudaya di negeri ini yang dilakukan oleh hampir semua orang di Indonesia mulai dari skala puluhan ribu rupiah sampai ratusan juta rupiah. Dan korupsilah (termasuk juga suap) yang menjadi sumber kehidupan mafia hukum. Artinya lagi, sebagian besar rakyat Indonesia pun secara ndak sadar sudah menjadi bagian dari mafia hukum itu sendiri. Jadi, jangan terlalu yakin kalau kita bukan merupakan anggota mafia hukum. Hihihi..

Nah, kalau sekarang kita sudah tau siapa saja anggota mafia hukum, trus, masih yakinkah kita bahwa mafia hukum akan benar-benar mampu diberangus? Itu semua ndak cuma bergantung dari kemampuan dan kemauan pemerintah dan aparat hukum, tapi malah tergantung dari kita-kita juga. Bagaimana? Berat banget ya.  *hihihi..

28 thoughts on “Siapa sih Mafia Hukum?

  1. muhammad zakariah

    markus dan mafia hukum serta koruptor gak bakal habis di indonesia kecuali hukuman mati diterapkan. klo gak hukuman mati hukuman kubur hidup2 jg boleh.. yg penting biar yg lain pad takut dan gak bakal korusi lagi.. indonesia rajannya para koruptor dan singapore surgannya para koruptor dari indonesia. smua udah bobrok dan parah. rakyat sengsaa dan merana gara2 pejabat koruptor/..

    mending nonton inter aja tuh dah mau main dari pada mikirin koruptor..haha.. 😀

    1. izra

      markus merupalan istilah yang sering dipakai dalam pergaulan hidup hukum akhir2 ini, harapan rakyat indonesia dengan dibentuknya lembaga pemberantasan korupsi bisa menghapus para koruptor ternyata tidak berjalan mulus. mengapa terjadi..??? tak lain sebabnya kerena yang ada disana adalah mereka2 juga, y…. kita tunggu aja… pasti ada penegak dikemudian yang benar2 sesuai harapan UUD 1945. tp kapan dan apakah ia akan sanggup ??? mending nonton bola aja sambil minum kopi kan asyik.

  2. TuSuda

    Dalam sikon hukum duniawi yg carut marut, entahlah siapa yg dianggap benar dan salah. Pada akhirnya kita hanya bisa berserah diri dengan pengadilan hukum tertinggi Diatas Sana…

  3. tary

    penegakan hukum di negara kita skr kacau balau, kayaknya masih jauh banget untuk dibilang baik, kita bisa lihat sudah banyak contohnya. banyak bandit dinegara kita. kalau skr penegak hukum sendiri yang menjadi mafia, bagaimana nasib rakyat yg sama sekali nggak paham mengenai hukum?
    .-= Tulisan terbaru tary di [blognya]: Ketika aku terperosok didalam kenangan =-.

  4. khatulistiwa

    makin hari,kekacauan di pemerintahan NKRI makin merebak..entah ini ada kaitannya untuk menutupi / mengalikah pada kasus2 besar yang belum terungkap. kasus besar muncul, setelah itu menghilang berganti dengan kasus yang lain..dan berlanjut terus
    .-= Tulisan terbaru khatulistiwa di [blognya]: Sejarah musik di Indonesia =-.

    1. setiawan

      emank rasa percaya pd hukum tlah mulai trkikis habis
      dimna Realita yg terjadi di lapangan saat ini mencari keadilan seperti mencari sebatang jarum
      yang hilang dalam tumpukan jerami,rumit, berbelit-belit,
      penuh tikungan dan jebakan, yang berujung kekecewaan dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum.maka dri itu kta jng tinggal diam melihat pembodohan yg terjadi di negri kta ini…mari kita lawan para koruptor yg bertopengkan dewa.

    1. andi iskandar

      sepakat,!indonesia perlu diformatdan direfisi kembali dengan anti virus SMADAP 2010 AGAR produk2 KAPITALIS,TUYUL,DAN TIKUS2 kantor serta markus2 bisa terbonkar..! tapi bisakah kita lawan para mafia2 itu…? oleh karna itu dengan pertisipasinya semua bangkit mulawan mafia2 itu, jangan berpangku tangan..!

  5. sauskecap.com

    memang sebaiknya sebelum menilai orang lain kita lihat diri kita sendiri… menyalahkan pejabat korup… padahal kita sering menyerobot antrian… menyalahkan pemerintah tidak bisa mengelola daerahnya dengan baik… padahal kita membuang sampah sembarangan… menyalahkan orang lain bersalah atas kasus tertentu… padahal kita melanggar rambu-rambu lalu lintas…
    .-= Tulisan terbaru sauskecap.com di [blognya]: 5 Alasan Memasak =-.

  6. ALRIS

    Dari dulu mafia ini sudah ada, sekarang aja baru diberitakan. Kayaknya rakyat mulai kurang percaya ama aparat penegak hukum. Salam

  7. macangadungan

    Gak ngerti caranya utk berpartisipasi dalam memberantas mafia hukum 😀 keluargaku pernah jadi korban soalnya… kita udah jujur, malah disalahin. barang bukti tiba2 hilang di pengadilan. bener2 susah mau minta perlindungan hukum di negara ini.
    penjahat yg jelas2 terbukti bersalah, bisa ongkang ongkang kaki di luar sana.
    .-= Tulisan terbaru macangadungan di [blognya]: Laskar Cat Air, Pensil, dan Drawing Pen =-.

  8. cah ndeso

    kalo menurut saya, mafia hukum sebenarnya adalah hati.

    Ketika hati bergejolak dan menghasilkan ngiler manakala melihat segepok uang, maka tentunya akan timbul adanya mafia-mafia di segala bidang.

    Namun jika keteguhan hati untuk tetap bertahan pada jalan yang diridhloi oleh Allah SWT, maka semua mafia akan lengser dengan sendirinya
    .-= Tulisan terbaru cah ndeso di [blognya]: Facebook dan Pelecehan SARA kepada Suku Sunda =-.

  9. diki

    asal jangan harapan kita agar indonesia bebas dari segala mafia menjadi hilang…dan itu kehilangan terbesar negara ini…

  10. Caride™

    negri inj biar sejahtera itu memang harus dari mafia hukum dan para koruptor..tapi nepotisme juga perlu di basmi habisss..biar ada kesempatan buat orang² yg layak duduk di pemerintahan..betul kan?
    .-= Tulisan terbaru Caride™ di [blognya]: Hati-hati menggunakan Firefox =-.

  11. indratie

    dalam dunia politik, dunia hukum, uang dan kekuasaan yang abadi dan kekal, lainnya hanyalah alat untuk mendapatkannya. saya masih yakin, klo setiap UU yang ada lebih banyak menguntungkan untuk sebagian kalangan. yah ini lah politik, penuh intrik, sikut sini, dukung sana, huphh

  12. zee

    Kalau sudah namanya mafia, berantasnya susah. Apalagi budaya di masyarakat juga permisif untuk urusan makelar-mekelaran urusan hukum.

  13. David

    “MARKUS” DI PN. SLEMAN
    Ini bukti Mafia Hukum telah merambah ke segenap penjuru alternatif peradilan.
    Sanksi administratif dari Keputusan Ketua Mahkamah Agung No. 144 KMA/SK/VIII/2007
    tanggal 28 Agustus 2007 pun tidak mampu menggentarkan nyali PN. Sleman untuk menutup-nutupi dan menyembunyikan informasi perkara sengketa konsumen No. 148/Pdt.G/2009/PN.SLMN dari mata umum…
    Masalahnya, motivasi apa di belakang perkara antara kami melawan PT. Mandiri Tunas Finance yang sementara ini masih disidangkan itu.???

Comments are closed.