Si Bapak Petugas Bandara

Sore itu, pesawat dengan penerbangan GA 408 dari Cengkareng ke Denpasar sudah menutup pintu siap meninggalkan tempat parkirnya. Dari jendela kursi nomor 1A, saya melihat tiga petugas bandara yang mengenakan rompi warna jingga terang, masih berada di bawah badan pesawat.

Tak lama kemudian, mereka bergerak menjauhi pesawat. Dua orang petugas pergi menjauh sambil setengah berlari, sementara yang satunya berjalan mundur sambil mengangkat tinggi dua jempol tangannya ke arah pilot.

Mungkin dia memberi tanda kepada pilot bahwa pesawat sudah siap diterbangkan. Petugas ini berpenampilan sudah agak tua, jadi saya menyebutnya si bapak petugas.

Beberapa saat setelah jempol tangannya diturunkan, pesawat bergerak perlahan. Si bapak petugas itu dengan sebuah senyum terkembang di wajahnya, kemudian mengangkat tangan kanannya dan melambai ke arah pesawat yang bergerak meninggalkannya.

Seperti seorang bapak yang melepas kepergian anggota keluarganya menuju ke dalam sebuah perjalanan. Saya senang melihatnya.

Saya jadi merasa didoakan dengan lambaian tangannya, yang seperti berkata “Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan”

Saya juga merasakan sebuah ketulusan dari bapak itu. Melambaikan tangan kepada orang yang dia tidak kenal. Kepada orang-orang yang dia tahu mungkin tidak peduli dengan lambaian tangannya, apalagi sampai melakukan hal yang sama kepadanya.

Hal kecil yang dilakukan si bapak petugas itu membuat saya merasa teberkati.

Digiprove sealDigiproved

Comments

  • TuSuda says:

    Sayapun merasakan ada lambaian kehangatan dalam ketulusan pengabdian si bapak memberikan doa restu…

  • Cahya says:

    Kematangan jiwa apa memang tiba hanya seiring bertambah usia, jika membaca kisah atau mendengar cerita yang seperti Bli Gung sampaikan, rasanya sebagian besar hanya melibatkan orang yang telah cukup berusia.

  • indobrad says:

    Keramahan petugas ground handling seperti itu memang selalu ditunjukkan oleh Garuda. Saya tidak melihat petugas airline lain melakukan hal itu ya. Jadi sepertinya memang sudah jadi semacam tatakrama yang berlaku di Garuda πŸ˜€

  • FB says:

    Ya hal-hal kecil kadang bisa membuat bermanfaat.

  • Ifan Jayadi says:

    Wah, kalau naik pesawat, saya tidak terlalu memperhatikan hal2 semacam itu. Jadi luput dari pandangan saya. Nantilah kalau ada kesempatan lagi naik pesawat, saya akan memperhatikan lambaian tsb.

  • Abdul Hakim says:

    sepertinya bapak iu menikmati pekerjaannya bli….

  • Aldy says:

    Bli Gung,
    kebetulan saya pernah menyaksikan petugas darat yang melambaikan tangannya saat pesawat beranjak perlahan kelandasan pacu (kebetulan juga sudah cukup berusia).

    Benar Bli, kita sebagai penumpang serasa dido’akan keselamatan perjalanan kita. Dan saya percaya, mayoritas petugas pasti mengharapkan dan berdo’a agar kita selamat sampai tujuan.

  • sicelana says:

    yah semoga pesawat pamanku tidak jatuh di cirata…

  • Satria Yudha says:

    Waah dari bali juga ya ? πŸ˜€

  • imadewira says:

    saya cuma sekali naik pesawat dan ndak melihat petugasnya πŸ˜€

  • adin says:

    saya belum pernah naik pesawat nih πŸ˜€

  • indrie says:

    masih kebawa suasana idul fitri ,jd kebawa sampai bandara hehe πŸ™‚
    tapi kadang hal kecil yg ngga biasa kita sadari menjadi sangat berarti dan penuh makna di saat tertentu πŸ™‚

  • Gek says:

    Tidak sentimentil, hanya melihat dengan kaca pembesar. πŸ™‚

  • beni says:

    kpn ya pra tukang parkir bsa mencontoh bapak ptugas itu ?
    jd klo qta uda kluar parkir’an qta bsa d lambai2’in sma tukang parkir πŸ™‚

  • angel says:

    kayanya lagi sentimentil πŸ™‚
    *ini bli dokter adaka ya?

    • Agung Pushandaka says:

      Maaf, anda salah orang. Saya bukan dokter dan nama saya Pushandaka, bukan adaka. Tapi terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. πŸ™‚

  • nissadwi says:

    jatuh cinta dan ikhlas dengan pekerjaan yang petugas itu punya… πŸ˜€

    semoga saya juga seperti itu.. πŸ˜€

  • Nugs says:

    Namanya juga pekerjaan, harus dilakukan dengan taat, patuh dan tanggung jawab

  • Hal kecil tapi memberikan sebuah ketenangan. Kira-kira bapak itu ga ya bahwa Bli Agung saat itu merasa senang dan tenang?
    Seandainya beliau tahu..:).

  • senny says:

    kadang hal kecil itu emang jauh lebih berarti daripda hal yang besar

  • kutukupret says:

    Saya rasa juga saya akan merasakan hal yg sama, akhir2 ini memang banyak tempat yg mengharuskan pegawainya u/beramah tamah dgn customernya tpi sulit sekali menemukan yg tulus πŸ™‚

  • agoenk70 says:

    tapi kayanya klo untuk maskapai penerbangan lain ga seperti itu hihi,,,

  • tomi says:

    saya blm pernah naik pesawat mas… tp kalau diberi lambaian tangan gitu pasti juga merasa tenang dan aman πŸ˜€

  • kampus blog says:

    OOT mas.. menjawab pertanyaan mas di blog saya,, kalau mau ikutan lelang bisa lihat di auction.godaddy.com

  • Asop says:

    Hebat, saya aja belom pernah melihatnya… πŸ™‚

  • Sugeng says:

    Mengenai senyum mestinya bisa ditempatkan dimana saja. Gak perlu di atas landasan bandara dengan panas menyengat tapi bisa di mulai dari sini, diri kita sendiri πŸ˜‰
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  • belom pernh naik pesawat je hehhe

  • nadiafriza says:

    lagi sentimentil karena mau pergi jauh aja deh mas kayaknya πŸ™‚ hehe

  • kangmas ian says:

    ya mas kalau yang saya lihat di pelm sih emang kaya gitu πŸ˜€ kaya di anterin ya berangkatnya..selamat jalan semoga selamat sampai tujuan ^^

  • Comments closed

    Newsletter

    Twitter

    Mbokya kalo lagi emosi di rumah sakit dan butuh pelampiasan, hajar security bukan perawat. Seimbang dan bisa mukul balik, walopun ujungΒ²nya tetep siaran pers di kantor polisi.

    "Mankind's been fighting plaguesΒ from the start. WeΒ getΒ our behinds kicked for a while, then we bounce back. It's nature correcting herself, restoring some balance." - The Walking Dead, 2011.

    We will bounce back.

    Load More...