Setelah Bencana Datang..

4 menit waktu baca

Bencana gempa bumi terjadi lagi di negeri tercinta, Indonesia. Blum habis tangis pilu masyarakat tasikmalaya akibat gempa 7,3 SR yang disusul dengan bencana tanah longsor, masyarakat kota padang dan sekitarnya juga harus merasakan kenyataan pahit kehilangan rumah dan sanak keluarga yang menjadi korban bencana yang sama, 30 september lalu, yang berkekuatan 7,6 SR. Bukan bermaksud mengorek luka lama, tapi kita tentu masih ingat, blum lama berselang beberapa daerah di negeri ini juga luluh lantak karena gempa bumi.

Pada tanggal 12 september 2007, bengkulu bergetar karena gempa 7,9 SR. Sementara di jogja, gempa 5,9 SR menewaskan ndak kurang dari 6000 jiwa pada 27 mei 2006. Gempa jogja ini ndak akan pernah saya lupakan karena saya merasakan sendiri getarannya. Gempa bumi aceh, 26 desember 2004, berkekuatan 9,0 SR menimbulkan efek tsunami yang menewaskan 126.000 jiwa di aceh saja. Sementara kita tau, gempa aceh juga berakibat tsunami yang melanda beberapa negara di beberapa negara lain. Masih banyak lagi catatan bencana gempa bumi yang melanda Indonesia.

Intinya, negeri kita ini memang negeri yang rawan bencana gempa bumi. Hal ini disebabkan oleh letak Indonesia yang menjadi pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak. Keberadaan lempeng-lempeng itu memang berpotensi menimbulkan bencana gempa. Tapi di sisi lain, keberadaannya malah menyuburkan tanah di daratan dan membuat daerah di sekitarnya menjadi kaya akan hasil tambang. Itulah yang sekilas saya dengar di tivi. Makanya, Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan hasil bumi dan tambang.

Itu baru sumber gempa tektonik. Indonesia juga rawan gempa vulkanik karena negeri ini memiliki banyak banget gunung berapi yang masih aktif. Gempa ini terjadi karena adanya pergerakan magma di perut bumi. Biasanya gempa semacam ini menjadi pertanda bencana gunung meletus.

Sampai sekarang, kemajuan teknologi manusia blum bisa mendeteksi kapan gempa akan terjadi. Maka itu, yang bisa kita lakukan cuma lebih waspada akan bencana ini. Kewaspadaan semacam apa yang bisa kita lakukan menghadapi bencana ini?

Saya pernah dengar komentar seorang ahli, bahwa gempa bumi sebenarnya bukan bencana alam yang membunuh. Yang menewaskan manusia sebenarnya bukan gempa, tapi efek dari gempa itu sendiri. Seperti di aceh yang berefek tsunami atau di tasikmalaya yang berefek tanah longsor. Efek lainnya tentu saja runtuhnya bangunan di daerah sekitar gempa. Inilah yang paling banyak membunuh manusia dari sekian banyak catatan gempa besar di dunia. Oleh karena itu, kewaspadaan pertama tentu saja dengan membuat bangunan tahan gempa. Jadi, buat teman-teman yang berencana membangun rumah, saya sarankan membuat rumah yang tahan gempa. Silahkan berkonsultasi dengan insinyur terkait yang anda percayai.

Kalau anda ternyata sudah membangun rumah tapi ndak berorientasi gempa, lebih baik anda persiapkan perlindungan sementara di dalam rumah. Misalnya dengan menggunakan meja yang berkolong di rumah anda. Sebab, kolong meja itu nanti bisa berfungsi sebagai tempat berlindung sementara saat rumah anda digoyang gempa. Anda juga bisa berlindung di kolong tempat tidur yang anda yakini kuat menahan reruntuhan. Cara lain adalah dengan memastikan benda-benda di rumah ndak akan ambruk pada saat terjadi gempa. Benda-benda yang saya maksud adalah lemari pakaian, rak buku, lemari es, dsb. Letakkan juga benda-benda berbahaya seperti tabung elpiji di tempat yang aman dari reruntuhan yang dapat membuat tabung itu bocor atau meledak.

Kewaspadaan lain adalah dengan mengenali tehnik penyelamatan diri pada saat gempa berlangsung. Saya sarankan untuk jangan memilih lari. Berlari di saat tempat berpijak bergoyang seperti itu berbahaya banget untuk keseimbangan tubuh anda. Maksud hati menghindari tembok yang ambruk, jangan-jangan malah anda yang ambruk dan menghantam tembok. Segeralah berlindung di tempat perlindungan sementara seperti yang saya sebutkan di atas. Kalau anda berada di bangunan tanpa perlindungan sementara itu, berjongkoklah di sudut ruangan. Karena sudut ruangan biasanya adalah tempat paling kuat dari goyangan gempa.

Kalau semua upaya penyelamatan diri sudah anda lakukan secara maksimal, sisanya adalah pasrah. Tetap berpasrah diri kepada Tuhan adalah upaya terakhir yang bisa kita lakukan. Semua upaya di atas sama sekali ndak menjamin keselamatan anda sepenuhnya, sebab orang tua bilang, “manusia berusaha Tuhan pula yang menentukan”. Kalau anda sudah berada di kolong meja, segeralah berdoa memohon perlindungan yang lebih besar dari-Nya. Cuma Dia yang bisa melindungi kita dari bencana sebesar apa pun.

Tapi, yang ndak kalah penting adalah apa yang kita lakukan setelah bencana datang. Kita harus tetap sadar diri. Kalau kita mampu bertahan dan selamat dari bencana, percayalah bahwa kita cuma sedikit saja lebih beruntung daripada mereka yang menjadi korban. Membantu sesama yang menjadi korban adalah cara paling tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas perlindungan-Nya. Jangan malah memanfaatkan keadaan itu untuk keuntungan pribadi, seperti penjarahan yang terjadi sesaat setelah gempa padang terjadi. Kalau anda ndak mampu membantu sesama, berdoalah untuk keselamatan orang lain. Atau, doakanlah mereka yang menjadi korban agar diampuni dari segala dosa dan mendapat tempat yang lebih baik di dekat-Nya.

Terakhir, tetaplah bersama. Ndak ada gunanya lagi saling bermusuhan. Siapa lagi yang bisa membantu di saat susah seperti ini kalau bukan orang di sekitar kita. Maka hentikanlah permusuhan dan pertikaian. Semua itu ndak gunanya lagi di saat bencana terjadi. Jadikan momen bencana seperti ini sebagai saat yang tepat untuk instrospeksi. Mungkin dari sini kita bisa memulai langkah untuk menjadi orang yang lebih baik.  Sebab kita benar-benar ndak tau, sampai kapan kita bisa bertahan dan selamat dari bencana alam seperti ini.

Selain itu, kebersamaan akan tetap membuat negeri ini mampu bertahan dari segala bencana. Pemerintah juga seharusnya mampu bergerak lebih cepat untuk memberikan jaminan keselamatan bagi mereka yang tetap hidup, dan memperlakukan mereka yang tewas dengan baik. Memang, pemerintah ndak akan mampu mengganti semua kerugian yang muncul setelah bencana. Tapi, pemerintah pasti mampu mengurangi efek negatif bencana itu sendiri. Semoga pemimpin kita benar-benar mampu melindungi rakyatnya.

Sekali lagi, kita ndak pernah bisa tau kapan bencana itu datang, terutama bencana gempa bumi seperti ini. Sebelum bencana itu datang lagi, ada baiknya kita meningkatkan kewaspadaan dan tetap berpasrah diri. Sehingga saat bencana itu datang, anda mampu berbuat sesuatu minimal untuk menyelamatkan diri anda sendiri dulu. Kalau anda bisa bertahan dari bencana itu, maka yang ndak kalah penting adalah, apa yang anda akan lakukan setelah bencana datang..

Damailah negeri..

2 thoughts on “Setelah Bencana Datang..”

  1. FYI sebenernya ada sebuah alat pendeteksi gempa yang lagi dikembangkan seorang ahli dari azerbaijan. Atropena nama alatnya.

    baru 3 stasiun yang beroperasi. salahsatunya di salahstau kampus di jogja. server datanya kalo gak salah di amerika. tapi ya itu tadi, karena belum benar2 teruji, “dugaan” Atropena belum bisa dipublikasikan. Lagian, alat ini cuma bisa mendeteksi gempa yang di atas 5 SR.

    anyway, bukan itu intinya. banyak orang bilang, “Tuhan menyuruh kita untuk introspeksi diri.” kalo dikaitkan ke teologi mungkin maksudnya kita harus kembali “menghambakan” diri kepada Tuhan.

    Tapi, menurut saya, kongkritnya kita harus mulai membuat sistem manajemen bencana yang bagus. baik itu perencanaan bangunan dan wilayah, sistem evakuasi, mitigasi, dsb..

    FYI, saya benar-benar ndak tau tentang alat pendeteksi gempa itu.Semoga bisa cepat digunakan untuk keselamatan orang banyak. Terima kasih banget untuk infonya.
    Terima kasih juga untuk pendapatnya. Saya sebenarnya ingin memasukkan “menghambakan diri kepada Tuhan” di dalam tulisan ini. Tapi karena menurut saya itu terlalu religius, dan saya bukan orang yang sangat religius, maka saya cuma memasukkan introspeksi yang bersifat “duniawi” tapi tanpa mengabaikan sikap berpasrah diri kepada-Nya. Hehe!
    Sekali lagi, terima kasih banget untuk komentarnya. Akan menjadi masukan yang berharga untuk saya.

    .-= morishige´s last blog ..Pariaman: Geliat Yang Terhenti =-.

  2. saya setuju sekali dengan tulisan ini, bencana dapat menimpa siapa saja, tetapi alangkah baiknya jika kita selalu mengambil hikmah dari apa yang terjadi serta mencari cara untuk lebih waspada.

    satu hal yang saya suka di tulisan ini adalah tentang “bersatu”, saya setuju sekali dengan hal itu…
    .-= wira´s last blog ..Menanti Balapan MotoGP Portugal =-.

Comments are closed.