Seseorang di Kamar

1 menit waktu baca

Saya pernah punya pengalaman tentang kehadiran “orang” lain, yang cuma bisa dilihat Ugek, adik saya yang masih balita.

Berikut kisahnya.

Waktu itu, siang hari, saya sedang santai menonton tivi di ruang tengah lantai 2 rumah orang tua saya.

Tidak beberapa lama datanglah adik terkecil, Ugek, menyusul ke lantai atas setelah tidur siangnya.

“Mas, Ugek mau main bola” ujarnya dengan bahasa balita. Saat itu, Ugek baru berumur (kurang lebih) 2 tahun.

Karena dia sudah tahu dimana letak bola-bola kecil yang dia mau berada, dia segera masuk ke sebuah kamar. Kamar itu adalah kamar adik saya yang lain, yang sudah lama kosong karena ditinggal kuliah ke Jogja.

Anehnya, baru beberapa detik masuk kamar, Ugek lari keluar kamar dengan tergopoh-gopoh dan raut muka takut juga kaget. Dia segera menubruk saya dan memeluk saya.

“Ada apa?” tanya saya.

“Ada orang” jawab Ugek.

Padahal sedari tadi saya menonton tivi, tidak ada orang yang masuk ke kamar itu.

Penasaran, saya pun menggendong Ugek menuju kamar. Tidak ada orang seperti yang dibilang Ugek.

“Mana?” tanya saya lagi.

“Itu!” cetusnya sambil menunjuk ke pojokan kamar di dekat keranjang berisi bola-bola yang Ugek mau.

Saya berusaha tenang.

Saya turunkan Ugek dari pelukan dan berkata, “Tidak apa-apa, sana ambil bolanya”

Ugek lalu melangkah maju dengan tatapan tetap ke arah pojok.

Saat mengambil bola di keranjang dengan setengah jongkok, kepalanya mendongak ke atas seperti melihat sesuatu.

Sepertinya “orang” yang dilihat Ugek memiliki perawakan tinggi. Mungkin Ugek memperhatikan wajah “orang” itu sambil memunguti bola-bola di dalam keranjang.

Setelah mengambil beberapa bola Ugek kembali ke pelukan saya.

Saat akan beranjak pergi meninggalkan kamar, tiba-tiba Ugek tersenyum ke arah pojokan kamar dan melambaikan tangannya.

“Dadagh…” ujarnya.

Ya sudahlah, cuma Ugek yang tahu apa yang dia lihat.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2012-2017 Agung Pushandaka

13 thoughts on “Seseorang di Kamar”

  1. wohohoho serem juga tuh. untungnya di rumah saya gak ada yg bisa ngeliat sih. kalo ada yg bisa liat mungkin jadi gak tenang di rumah ya 🙁

  2. Hayahhh baca siang hari aja saya takut, apalagi klo malam ya.
    Terus gimana bli, gak diusir si “orang” itu? Di rumah kami di Medan juga ada tapi gak masuk rumah sih… di luar2 aja mereka, di pohon gitu.

  3. wahh ceritanya seru,, awalnya saya kira cerita yang kurang menarik, tapi terus saya baca malah jadi hal yang menarik,,
    Memang dunia lain itu selalu ada.

  4. Buset, baca ini saya benar-benar merinding. Entahlah, percaya atau tidak.

    Apalagi yang saya alami itu sekitar jam 2 dini hari. Dan sekitar jam 3 ketika putri saya masih melihat sosok itu. Walaupun saya tetap tenang, tapi tetap ngeri 😀

  5. hihihi. aku ikutan merinding pas baca. ini persis pengalaman pas aku di lombok januari lalu. kerasa bener ada orang lain di kasur sebelahku yang kosong.

    sptnya seru juga kalo diceritain di blog. hehehe..

  6. wah… saya juga pernah bli.. waktu itu lagi nganterin ibu sembahyang di pura dekat sungai terus adik saya ngelihat ada 2 anak mandi disungai …”ada anak mandi” sambil lambai tangan ke sungai, padahal nggak ada orang mandi disana… ngeri juga. Untungnya dirumah sih nggak pernah ngelihat, tapi ada kok..

Comments are closed.