Sepakbola Indonesia Cuma Benalu

1 menit waktu baca

“Mas, berapa sih gaji pemain sepakbola di Indonesia?” tanya Ajeng, adik saya, waktu kami menonton siaran langsung pertandingan Liga Super Indonesia antara Persela Lamongan vs Persema Malang beberapa hari lalu. Pertanyaan itu saya rasa didasari oleh rendahnya kualitas permainan pemain dan kesebelasan yang berlaga di Indonesia. Mungkin Ajeng mengira, kualitas mereka dipengaruhi oleh rendahnya kesejahteraan yang mereka terima. Mirip-mirip dengan pegawai negeri sipil mungkin, pikirnya. Tapi, taukah anda berapa gaji pemain sepakbola di Indonesia?

Jangan kaget kalau saya bilang gaji pemain sepakbola kita sudah ada yang menembus 1 miliar/tahun. Pemain-pemain yang sering memperkuat kesebelasan nasional berada di deretan atas daftar pemain bergaji tinggi. Sebut saja Bambang Pamungkas yang pernah mencatat angka 1,3 miliar/tahun untuk gaji. Kalau dibagi rata setiap bulannya maka dia dapat lebih dari 100 juta. Setau saya, itu blum termasuk bonus kemenangan di setiap pertandingan.

Maka ndak heran kalau klub sepakbola di Indonesia menghabiskan uang puluhan miliar untuk mengikuti 1 musim kompetisi (sekitar 9 bulan). Jangankan Persija Jakarta, yang diperkuat oleh Bambang Pamungkas dan beberapa pemain level nasional lain, Persibo Bojonegoro yang tim kelas dua pun membutuhkan dana 14 miliar musim ini, yang 10 miliarnya dipakai untuk menggaji pemain-pemainnya (total: 23 pemain). Parahnya lagi, kebanyakan klub sepakbola di Indonesia masih menghabiskan uang dari uang kas daerah (APBD) mereka!! Bayangkan, miliaran rupiah cuma untuk mendanai klub sepakbola yang blum jelas manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat.

Maka, Ajeng pun cuma geleng-geleng kepala mendengar penjelasan saya. Ternyata, pemain sepakbola di Indonesia sejahtera banget, bahkan seperti bukan bagian dari rakyat Indonesia yang justru hidup susah.  Tapi, apa manfaat keberadaan mereka untuk negeri ini? Ter..la..lu! Be..na..lu..! *Rhoma Irama mode: On

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

20 thoughts on “Sepakbola Indonesia Cuma Benalu”

  1. Masak sih sebanyak ituuuuuuuu????
    Bagaimana dengan tim Garuda Junior yang mendulang sukses di kancah internasional???
    Cape deh!

    1. Juniornya usia berapa? Kalau mereka di bawah 18 tahun saya rasa blum dikontrak dan digaji seperti pemain-pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia.

  2. Mungkin hanya sekedar gengsi daerah (fanatisme) yang di bawa serta kan, apalagi melihat para suporternya yang sering bikin ulah. Melihat itu aku juga jadi negh, kapankah sepak bola Indonesia bia seperti pemain luaran sana. 😕
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. iya ya. aku kok ya baru nyadar kalo gaji mereka itu dr duit kita juga. terus kok cuma dipake tawuran aja. aduh. mereka sami mawon dg DPR kita. :((

    1. Seperti yang saya bilang, kebanyakan klub menggunakan uang APBD untuk menggaji pemainnya. Padahal seharusnya dana APBD dinikmati oleh masyarakat luas, bukan untuk beberapa pemain sepakbola saja.

  4. Kalau diimbangi dengan prestasi yang membanggakan tidak jadi masalah. Tapi kalau saya melihat, prestasi mereka boleh dibilang biasa saja….tidak ada yang istimewa…

  5. prestasi tidak menonjol karena perilaku insan sepakbola yang hanya menginginkan cara instan dengan uang…membayar pemain dengan harga selangit..tetapi prestasi tidak ada..
    lebih baik gak usah dibayar mahal, dialihkan untuk pendidikan dsb. karena hampir semua klub dibiayai oleh uang rakyat…

  6. Coba tahun ini dirancang pelatihan intensif anak-anak yang berbakat di sepakbola, kalau betul2 dididik dan dilatih, niscaya tahun 2034 ketika piala dunia nanti, mereka bisa mewakili Indonesia di Piala Dunia, masih 24 tahun lagi kan 😀

  7. ya dilema sih memang mas..
    sepakbola memang butuh dana besar.. tp sayangnya kalau di indo gaji berdasarkan pemain timnas atau tidak bukan skill nya..
    bambang menurut saya gak pantas dpt gaji segitu 😀

  8. Beberapa waktu lalu sepakbola kita menunjukan perkembangan yang ‘cukup baik’, tetapi akhir-akhir ini menukik turun lagi.

    Entah apa untungnya menggunakan APBD untuk sepakbola 🙁

    1. Yang pasti banyak ruginya memakai APBD untuk sepakbola. Duit yang seharusnya bisa dipakai untuk membangun sekolah misalnya, dan bisa dinikmati lebih banyak orang, malah jadi habis cuma untuk menggaji seorang pemain sepakbola yang prestasinya ndak jelas.

Comments are closed.