Selebrasi Gol Sepakbola

5 menit waktu baca

Sepakbola ndak cuma tentang olahraga. Itulah kenapa, sepakbola menjadi cabang olahraga yang paling banyak digemari orang di seluruh dunia. Banyak banget hal yang bersifat manusiawi terjadi di lapangan sepakbola. Seperti keteledoran wasit dalam mengambil keputusan, atau blunder yang dilakukan pemain, atau luapan emosi penonton yang kadang ndak terkendali, seperti masuk ke lapangan bahkan dalam keadaan telanjang bulat. Termasuk juga sebuah selebrasi pemain setelah mencetak gol. Tulisan ini terinspirasi dari iklan komersial minuman cola tentang selebrasi gol. Maka, inilah selebrasi yang saya ingat karena keunikannya.

1. Selebrasi gol dengan meletakkan jari telunjuk di bibir dengan konotasi menyuruh diam para suporter lawan. Seingat saya, selebrasi ini dipopulerkan oleh Gabriel Batistuta yang dimaksudkan agar para pengamat sepakbola berhenti memuja Ronaldo Luis de Lima yang waktu itu masih belia, tapi sudah menarik perhatian dunia karena kemampuan individunya yang menakjubkan.

Batistuta juga mempopulerkan selebrasi meletakkan telapak tangannya di belakang telinga dengan konotasi mengejek, “mana suaramu?”. Waktu itu, Batistuta juga merujuk kepada para pemuja Ronaldo. Batistuta seolah mengejek, “mana pujianmu untuk Ronaldo?”. Selebrasi Batistuta dilatarbelakangi oleh perseteruan abadi antara Brasil dan Argentina dalam sepakbola. Batistuta jugalah yang mempopulerkan selebrasi menembakkan senapan mesin ke arah penonton.

2. Tapi kemudian Ronaldo punya selebrasi sendiri yang konon ditujukan untuk membalas selebrasi Batistuta. Setiap dia mencetak gol, maka dia akan berlari kecil sambil menggerakkan jari telunjuk kanannya dengan arti, “sudah kubilang bukan?!”. Maksudnya adalah, Ronaldo pengen mengatakan kepada rivalnya, bahwa dia sudah peringatkan bahwa seorang Ronaldo adalah pemain yang berbahaya. Gol yang dicetaknya adalah buktinya. Selebrasi ini masih dilakukannya sampai sekarang.

Di Piala Dunia 2002, Ronaldo yang mempopulerkan model rambut kuncung juga membuat selebrasi khusus dengan meletakkan tangannya menutupi kening. Selebrasi ini bermaksud bahwa aksi-aksinya membuat orang lain kesilauan karena bak bercahaya ibarat kristal. Selebrasi ini sempat ditiru oleh Cristiano Ronaldo di Manchester United.

3. Selebrasi menimang bayi. Selebrasi ini dipopulerkan oleh Bebeto, tandem Romario di Piala Dunia 1994. Untuk merayakan kelahiran bayinya, ia meletakkan kedua tangannya di depan dada dan menggerakkannya ke kanan dan kiri seperti sedang menimang bayinya. Sampai sekarang, selebrasi ini masih cukup sering diperagakan walaupun sudah mulai digantikan dengan meletakkan ibu jari di dalam mulut, merujuk kepada bayi/balita yang sedang menyusu. Kedua selebrasi ini biasanya dilakukan oleh seorang pemain yang mendedikasikan golnya kepada sang anak. Selebrasi ngemut jempol ini dipopulerkan oleh Luis Garcia semasa memperkuat Liverpool.

4. Selebrasi mencium cincin kawin. Selebrasi ini tentu saja ditujukan kepada sang istri. Dedikasi untuk istri juga dilakukan dengan cara menunjuk ke arah kursi yang ditempati sang istri di tribun. Tapi cara ini tentu saja baru bisa dilakukan kalau sang istri datang langsung ke stadion. Tapi belakangan, selebrasi menunjuk ke tribun penonton ndak cuma ditujukan kepada istri. Yang ditunjuk di tribun bisa saja adalah orang tua si pemain, sahabat, atau mungkin presiden klub yang dibelanya.

5. Selebrasi dengan menunjuk ke arah rekan setim. Biasanya orang yang ditunjuk adalah rekan yang berandil untuk gol yang dibuat si pencetak gol dengan memberikan umpan yang memudahkan terjadinya gol. Selebrasi semacam ini, setau saya, dipopulerkan oleh George Weah semasa memperkuat AC Milan dengan menunjuk kepada pemberi umpan sambil tetap berlari merayakan golnya.

6. Selebrasi unik milik Marc Bresciano juga tersimpan baik di memori saya. Selebrasi itu dilakukan dengan cara mematung. Sementara pemain lain merayakan golnya sambil berlari, Bresciano cuma berdiri mematung tanpa gerakan sama sekali. Selebrasi ini cuma dilakukan dalam beberapa detik saja. Tapi cukup berkesan untuk saya karena mimik mukanya yang lucu.

7. Selebrasi milik Francesco Moriero. Tapi bedanya dengan selebrasi lain, selebrasi Moriero ini dilakukan bukan di saat dia mencetak gol. Selebrasi yang dilakukan adalah meletakkan kaki si pencetak gol di atas lutut kanannya. Sementara ia sendiri dalam posisi berlutut. Setelah itu, ia melakukan gerakan membersihkan sepatu si pencetak gol. Selebrasi ini adalah bentuk penghormatan kepada pemain yang mencetak gol. Si pencetak gol biasanya akan merasa tersanjung dengan perlakuan itu.

Masih banyak sebenarnya selebrasi unik dari para pemain sepakbola. Tapi yang kemudian berlaku dan ditiru pesepakbola lain sampai sekarang mungkin cuma beberapa selebrasi di atas. Selebrasi unik lainnya seperti, perayaan ala Luca Toni yang merenggangkan jari-jari tangan kanannya kemudian menggerakkannya di dekat telinga kanannya. Ada juga selebrasi ala Pippo Inzaghi yang berlari histeris menuju tiang bendera di sudut lapangan. Atau selebrasi Tim Cahlill bak seorang petinju yang sedang berlatih dengan menggunakan tiang bendera sudut lapangan. Sama uniknya adalah gaya sniper yang diperagakan Andy van der Meyde setelah mencetak gol.

Begitu juga selebrasi khas milik Alan Shearer dan Ricardo Kaka. Pun selebrasi unik Pato yang membentuk tanda hati dengan tangannya, atau gaya Nicolas Anelka yang membentuk kupu-kupu dengan kedua tangannya. Mungkin anda masih ingat dengan selebrasi Vicenzo Montella dengan selebrasi ala pesawat terbangnya. Pun selebrasi milik Brian Laudrup di Piala Dunia 1998 yang seperti sedang berbaring di pantai kepalanya ditopang salah satu tangannya.  Semuanya unik dan mudah terkenang, tapi ndak ditiru pemain lain seperti selebrasi yang saya sebut di atas.

Tapi, di antara selebrasi unik dan kreatif itu, beberapa pemain juga melakukan selebrasi yang justru membuatnya dikecam atau dikenai sanksi karena dianggap ndak layak atau ndak mencerminkan sportifitas. Beberapa di antaranya adalah:

1. Perayaan gol Robbie Fowler yang beraksi bak seorang pecandu kokain. Aksi itu dilakukan dengan cara membungkuk di lapangan kemudian menempelkan hidungnya di garis lapangan dan melakukan gerakan menghirup seperti seorang pecandu yang sedang menikmati kokain. Akhirnya dia didenda oleh FA karena aksinya itu.

2. Selebrasi ala kecoak sekarat. Selebrasi ini dilakukan oleh pemain asal Brasil yang memperkuat Real Madrid. Di antaranya adalah Ronaldo, Robinho dan Roberto Carlos. Aksinya adalah dengan tidur terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan tangan kemudian menggerakkannya secara sembarangan. Selebrasi ini bahkan dikecam oleh Raul Gonzales sebagai kapten Real Madrid waktu itu. Selebrasi ini konon ditujukan kepada tim lawan yang sekarat menghadapi gempuran Real Madrid.

3. Selebrasi ala Emanuel Adebayor terhadap suporter Arsenal. Aksi ini dilakukan saat klubnya, Manchester City mengalahkan mantan klubnya, Arsenal. Merasa telah disia-siakan oleh Arsenal, Adebayor merayakan golnya dengan aksi yang berlebihan dengan berlari sepanjang lapangan menuju tribun tempat fans Arsenal. Kontan saja aksi ini memicu kemarahan pendukung Arsenal yang menyambut aksi itu dengan lemparan bermacam-macam benda ke arah Adebayor.

Itulah sebagian selebrasi yang saya ingat. Tapi, ada juga beberapa pemain yang menolak merayakan gol yang diciptakannya. Hal ini dipelopori oleh Batistuta yang bahkan menangis sesenggukan waktu dia mencetak gol ke gawang Fiorentina saat memperkuat AS Roma. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan si pemain kepada mantan klubnya yang telah berjasa membesarkan namanya. Tapi karena alasan profesionalisme, si pemain harus mencetak gol ke gawang mantan klubnya itu. Cristiano Ronaldo sempat meniru tindakan ini waktu mencetak gol ke gawang Sporting Lisbon.

Bagaimana dengan anda, mungkin punya selebrasi favorit? Atau ada fakta yang salah dan perlu ditambahkan untuk tulisan ini, silahkan berbagi di form komentar. 🙂

Related Post

18 thoughts on “Selebrasi Gol Sepakbola”

  1. Vicenso Montela dengan gaya selebrasi golnya yang khas, yaitu membentangkan kedua tangannya kemudian berlari meliuk-liuk, sehingga dijuluki “Si Pesawat Terbang”.

  2. saya pasti paleng inget selebrasinya mas omar batigol batistuta yang menembak ke arah penonton, lah wong dia itu jagoan saya,hehehe 😀

  3. yah..selebarsi terciptanya gol adalah bentuk kebahagiaan tersendiri..saya juga bisa merakasan ketika dapat menjebol gawang lawan saat main futsal…apalgi dalam event International, bisa kebayang deh kebahagiaannya…

    salam, ^_^
    .-= Didien®´s last blog ..Lagu Rindu =-.

  4. Melihat banyak pemain top dunia yang berkembang saat ini, sy rasa masih belum ada yang menyaingi kharisma favorit: si BAtigol, Gabriel BATISTUTA. Selebrasinya sangat responsif sesuai situasi pertandingan dan sangat menghargai fairplay. Selebrasi gol lainnya, dari para pemain afrika, biasanya langsung lompat salto dan bergoyang menari-nari. Ada juga yang menunjuk keatas langit, mengucap rasa syukur pada Yang Diatas Sana, seperti yang dilakukan Mas Bambang Pamungkas (BP) dari liga domestik.
    .-= TuSuda´s last blog ..3 SUMBER HUBUNGAN PENYEBAB HIDUP BAHAGIA =-.

  5. selebrasi yg keren menurut sy adalah diego milito.. khas bgt dah gayannya.. keren abis… 😀

    salam kenal sesama penggila inter..

    Agung Pushandaka Reply:

    Sebagai Interisti, tentu saja semua selebrasi pemain yang mencetak gol untuk Inter selalu tampak keren! Salam kenal kembali..

Comments are closed.