Selanjutnya Apa?

2 menit waktu baca

Pemilu selesai sudah. Pilpres yang dijadwalkan berlangsung 2 putaran karena terdapat 3 pasangan calon, secara spektakuler berlangsung cuma 1 putaran karena capres-cawapres Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono berhasil mengumpulkan lebih dari 50% total suara yang ada. Di luar semua kekurangan pemilu (yang saya rasa hal ini disengaja), saya cuma bisa bertepuk tangan untuk kemenangan SBY.

Untuk yang kalah, saya cuma bisa menyampaikan rasa simpati saya. Jujur saja, saya pendukung Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Tapi kalau boleh saya saran, terima saja kekalahan dengan sabar. Lebih baik anda mencari simpati rakyat mulai sekarang. Rakyat lebih suka pemimpin yang sabar walaupun teraniaya daripada pemimpin yang pintar. Rebut simpati rakyat dengan ndak terlalu mempermasalahkan kecurangan-kecurangan yang anda alami selama pemilu sekarang. Posisikan diri anda mulai sekarang, sebagai peran protagonis dalam sinetron.

Buat yang menang, rasanya ndak ada lagi yang bisa saya bilang selain ucapan selamat. Walaupun saya tau, ucapan ini ndak sepenuhnya pantas buat pemenang. Maksud saya, tugas menjadi presiden Indonesia adalah tugas berat. Wilayah yang luas, parlemen yang korup, rakyat yang pemalas, dan aparat hukum yang lemah, adalah beban bagi presiden Indonesia dalam melaksanakan tugasnya. Semoga saja semua hal itu ndak membuat anda gagal menjalankan semua janji selama kampanye. Apalagi, parlemen sekarang diisi oleh partai-partai pendukung anda.

Untuk KPU, akhirnya orang-orang yang menjadi pengurusnya menyelesaikan masa tugasnya. Saya sudah muak banget melihat muka-muka kalian di tivi. Ndak ada nilai positif yang bisa kalian peroleh selama masa kerja kalian. KPU 5 tahun ke depan harus diisi oleh orang-orang yang mampu dan mau bekerja sebaik-baiknya. Ndak ada lagi kejadian-kejadian konyol seperti pemilu sekarang ini.

Untuk rakyat yang ikut mencontreng, saya harus angkat topi untuk antusiasme mereka. Walaupun mereka selalu dikata-katai sebagai orang bodoh karena ndak memilih golput, tapi mereka ndak peduli. Lebih baik menjadi bodoh daripada ndak melakukan apa-apa sama sekali. Buat yang golput, kalau sudah ndak berbuat apa-apa, ya sudahlah diam saja. Ndak usah mengata-ngatai kami yang berbuat sedikit dalam pemilu sebagai orang bodoh.

Tapi ada hal lain yang lebih penting dan lebih menarik buat saya setelah pemilu 2009 ini. Hasil pemilu kali ini membuka pintu selebar-lebarnya untuk calon-calon baru mempersiapkan diri untuk pilpres 2014. SBY sendiri sudah ndak berhak mengajukan diri kembali sebagai capres. Sementara Mega dan JK sudah menyatakan secara tegas ndak akan mencalonkan diri lagi pada tahun 2014. Itu artinya, calon-calon baru akan maju sebagai capres. Kalaupun ndak calon baru yang maju, saya akan tetap mendukung Prabowo Subianto.

Jadi sekarang, untuk semua orang, daripada meributkan pemilu kemarin, lebih baik mempersiapkan diri untuk pemilu yang akan datang. Buat SBY, konsentrasi saja ke upaya pemenuhan semua janji-janji anda selama kampanye sambil tentu saja mempersiapkan pemilu yang lebih baik tahun 2014 nanti. Kalau ndak salah ingat, anda menjanjikan peningkatan ekonomi yang lebih baik daripada sekarang, pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Semoga saja 3 janji tadi berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan rakyat. Jangan seperti sekarang, mengklaim berhasil meningkatkan ekonomi sebesar 6% tapi rakyatnya tetap saja miskin. Selain 3 hal tadi, rakyat miskin juga tetap menunggu sekolah gratis yang benar-benar gratis. Begitu juga pelayanan kesehatan gratis.

Mengutip kalimat Jusuf Kalla pada debat capres putaran ketiga beberapa minggu lalu, saya cuma bisa bilang “Terima kasih bangsa..Terima kasih Indonesia!”

Related Post

4 thoughts on “Selanjutnya Apa?”

  1. ya kalau begitu saya akan diam saja, hahahaha.

    *sejujurnya kemarin dah mau nyontreng si JK, tapi telat dateng ke TPS gara2 nganter istri kerja ke Bangli… jadilah ada alasan untuk nggak nyontreng… hehehe

    Kalau Pak Wira kan golputnya bukan seperti mereka yang menganggap pemilu cuma pekerjaan orang bodoh. Mereka bilang pemilu bego, pemilih tolol. Hehe! Ada-ada saja..

  2. Saya kemarin contreng SBY. Alhamdulillah mayoritas rakyat Indonesia juga berpikir demikian πŸ™‚

    Semoga saja SBY bisa memenuhi pikiran rakyat yang mencontreng gambarnya kemarin. Jangan mentang-mentang ndak akan bertugas lagi tahun 2014, SBY cuma asal-asalan saja bekerjanya. πŸ™‚

  3. saya kemaren nyontreng Mega-Prabowo…..

    saya salut ma Mega-Prabowo hanya dengan dua partai saja mereka memperoleh 20-an % suara…panteslah SBY menang karena partai pendukungnya banyak….

    Hidup Mega dan Prabowo…

    Betul juga ya. Hehe!

Comments are closed.