Selamat Natal

0 menit waktu baca

Ada yang bilang, memberi ucapan selamat Natal itu pilihan. Artinya, suka-sukalah mau kasih ucapan atau ndak. Ada yang bilang, memberi ucapan itu ndak haram. Alias, kalau melakukannya ndak akan berdosa. Tapi ada juga yang yakin, melakukan itu akan menimbulkan dosa. Sebab Natal adalah pengakuan orang bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan, sementara agama menyatakan bahwa Tuhan ndak pernah punya anak. Memberi ucapan selamat kepada yang merayakan Natal adalah pengakuan terhadap ajaran yang (konon) salah itu. Trus, posisi saya dimana?

Saya akan memposisikan diri saya di semua pandangan itu. Di pandangan pertama, kalau memang itu adalah pilihan, maka saya memilih untuk mengucapkan selamat kepada mereka yang merayakannya. Menurut pandangan kedua, syukurlah kalau apa yang jadi pilihan saya ndak menimbulkan dosa untuk saya. Kalaupun akhirnya saya berdosa, sesuai pandangan ketiga, saya akan terima dosa itu dan berdoa kepada Tuhan siapa tau dosa saya bisa diampuni.

Maka, saya cuma bisa bilang: Selamat Hari Natal. Semoga damai selalu..

 

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2012 Agung Pushandaka

Related Post

8 thoughts on “Selamat Natal”

  1. Tuhan itu pemaaf, jadi saya santai saja – kalau bisa membangun damai di Bumi seperti (konon) damai di surga, maka saya juga turut mengucapkan Selamat Natal :).

Comments are closed.