Sederhana Itu Lama

1 menit waktu baca

Kata orang: Bahagia itu sederhana.

Iya, kebahagiaan seharusnya bisa kita raih dengan cara yang sangat sederhana.

Begitu juga kebahagiaan yang ingin dirasakan pecinta tim sepakbola nasional Indonesia. Setelah setahun diskors FIFA tidak boleh ikut tampil dalam pertandingan resmi, Sabtu (3/12) besok, mereka berkesempatan untuk menyaksikan timnas pertama kali tampil di kandang sendiri di sebuah pertandingan resmi menghadapi Vietnam.

Yah, memang pertandingan itu akan disiarkan langsung di televisi.

Tapi untuk sebagian orang yang bisa menuju stadion tempat pertandingan tentu ingin menontonnya langsung di stadion. Termasuk saya, yang tinggal di Jakarta tentu bukan hal yang sulit menuju stadion Pakansari Cibinong, Bogor.

Membeli karcis masuk ke dalam stadion pun sebisa mungkin dilakukan dengan simple. Yaitu secara online.

Penjualan secara online jelas membuat saya dan pecinta timnas semakin mudah dan sederhana untuk meraih kebahagiaan itu. Calon pembeli tidak perlu lagi berjubel antri membeli karcis di hari pertandingan.

Tapi ternyata, sederhana itu lama.

Sejak kemarin (30/11), saya berusaha mengakses situs penjual karcis yang ditunjuk oleh penyelenggara turnamen.

Tapi sangat susah.

Keluhan yang sama juga saya dengar dan baca di beberapa media berita. Mengapa kata sederhana malah menjadi rumit dan lama?

Penunjukan vendor penjual karcis secara resmi tentu menjadi hak penyelenggara. Tapi seharusnya PSSI dan vendor dimaksud bisa berpikir lebih simple bagaimana agar penjualan berlangsung lebih sederhana.

Pihak penjual mengatakan bahwa situs mereka sukar diakses karena banyaknya orang yang berusaha mendaftarkan diri untuk membeli karcis. Di satu waktu yang bersamaan, konon ada lebih dari seratus ribu orang yang berusaha mengakses situs tersebut.

Seharusnya pihak penjual sudah memperhitungkan hal ini.

Bayangkan, ada 27000 karcis yang akan dijual dan akan diperebutkan oleh mungkin jutaan orang di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Jawa dan bahkan Sumatera.

Mungkin akan lebih sederhana kalau pihak penjual mau adakan perjanjian untuk berbagi hak jual karcis yang diperoleh dari penyelenggara kepada pihak lainnya.

Saya mengerti, mungkin ada sebagian keuntungan yang akan berkurang apabila hak jual itu dibagi ke pihak lain, tapi kata sederhana bisa kembali kepada kodratnya yang berarti cepat dan mudah.

Semoga hal semacam ini bisa diantisipasi andai timnas Indonesia bisa melaju ke babak final atau di pertandingan lain di masa depan.

Sehingga bahagia itu benar-benar sederhana, yang tidak makan banyak waktu, tenaga apalagi biaya.

Blog Pushandaka
Sederhana itu lama | Blog Pushandaka
Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016-2017 Agung Pushandaka

Related Post