Sang Bintang

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah tayangan tivi, seorang anggota parlemen diwawancarai oleh seorang reporter mengenai pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung dewan. Sang legislator pun berusaha menjawab dengan nada bicara yang elegan walaupun jelas sekali dibuat-buat.

Beberapa hari kemudian setelah itu, masih dalam tayangan tivi, saya melihat lagi anggota parlemen yang sama tampil dalam sebuah wawancara. Tapi bukan dalam program dialog tentang politik, hukum, atau dialog tentang kondisi negara ini.

Gaya bicaranya pun tidak elegan seperti beberapa hari lalu. Dia tertawa, bercanda, bahkan bertingkah konyol dengan penampilan yang jauh dari elegan dan terhormat.

Iya, dia tampil dalam sebuah program infotainment.

Dia legislator atau penghibur? Berita politik atau infotainment?

Beginilah kalau bintang tivi berkuasa. Mereka bisa jadi apa saja.

Maka ndak heran, banyak yang pengen jadi bintang di layar kaca.

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

13 thoughts on “Sang Bintang”

  1. Bgnilah keadaannya saat ini, gedung parlemen bukan lagi tempat bermusyawarah serius demi kepentingan rakyat tp menjadi tmpat “syuting sinetron”. Jika tidak cpt berubah keadaan ini pada 2014 nanti, kaya’ apa jdinya ya???
    Yg jd wakil rakyat bukan lagi dilihat dari kemampuan memimpin dan memanage ttp lbh krn popularitas. Salam hangat
    .-= Wong Jalur´s last blog ..Sabar ya Nduk… =-.

  2. lho bukannya sekarang ini anggota legislatif udah otomatis masuk jajaran selebritis yah?
    buat gue siy ga masalah mereka mau berlaku seperti apa yang penting sesuai janjinya, mereka memang benar-benar memperjuangkan rakyat
    .-= senny´s last blog ..What Do They Know =-.

Comments are closed.