Saat Bawahan Melaksanakan Perintah

0 menit waktu baca

Bisakah seseorang dipidana saat dia berdalih bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah perintah? Apabila dalih tersebut terbukti benar adanya, maka seharusnya orang itu ndak dipidana. Logikanya adalah bahwa seorang bawahan ndak mungkin menolak perintah, karena memang itulah tugasnya di lingkup pekerjaannya.  Nah, kalau ternyata perintah itu merupakan perbuatan yang melawan hukum, maka seharusnya perbuatan itu ndak boleh dipidana. Kira-kira seperti itulah bunyi pasal 51 KUHP yang saya baca.

Pasal 51 ayat 1 KUHP;

Barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang, tidak dipidana.

Pasal 51 ayat 2 KUHP;

Perintah jabatan tanpa wewenang, tidak menyebabkan hapusnya pidana, kecuali jika yang diperintah, dengan itikad baik mengira bahwa perintah diberikan dengan wewenang dan pelaksanaannya termasuk dalam lingkungan pekerjaannya.

Ayat kedua ini sebenarnya sama saja dengan ayat sebelumnya, bedanya adalah lebih menekankan kepada perintah oleh penguasa yang sebenarnya ndak punya wewenang untuk memberi perintah. Tapi karena yang diperintah ndak tau dan menganggap bahwa perintah itu diberikan oleh orang yang berwenang, maka perintah itu dilaksanakan. Seharusnya perbuatan si yang diperintah ini ndak bisa dipidana.

Begitu menurut saya. Ada masukan/tambahan atau kritik? Kalau ada pertanyaan, semoga saya bisa menjawabnya. Hihih!

Related Post

10 thoughts on “Saat Bawahan Melaksanakan Perintah”

  1. Tapi perasaan prakteknya bawahan yang kena kambing hitamnya ya

    Agung Pushandaka Reply:

    Saya ndak bisa membantah anda. 🙂

    Cahya Reply:

    He he…, ada yang nama korps serba salah, posisinya biasa di bawah :D.

  2. Saya percaya Bli,
    Kalau yang diperintah tidak benarpun, berapa banyak bawahan yang berani melawan atasannya?

    Perintah benar, dua-duanya masuk surga,
    Perintah salah, bawahan masuk penjara,
    Yang merintah leha-leha,
    Tapi kalau koit, huniannya Neraka 🙁

  3. Namanya aja bawahan, ya jelas keinjek-injek oleh atasan.

    Jika bawahan melaksanakan perintah dengan benar dan berhasil, maka atasan yang dapat sanjungan.

    Jika perintahnya salah, maka bawahan yang mendapat ganjaran.

  4. klau di dunia nyata pasalnya jadi gini :
    no 1. atasan sll benar
    no2. jika atasan r

    tomi Reply:

    sorry kepotong mas

    no2. jika atasan salah maka liat kmbali peraturan no 1

  5. Kasihan yang diperintah ya. Bos nya suruh ini, dia nurut saja, lalu nanti tiba2 dia yang disalahkan, dan bosnya lepas tangan. Menurut saya, seharusnya yang diperintah tidak bisa disalahkan, asal dia punya bukti benar bahwa dia memang mendapat perintah.

Comments are closed.