RI – malaysia Dalam Logika

2 menit waktu baca

Tulisan ini cuma berdasarkan logika saja. Ndak ada aturan hukum yang menjadi dasar tulisan ini. Murni cuma pemikiran saya saja yang terinspirasi dari beberapa artikel berita di internet, yang tentu saja bisa salah;

1. Saat anda sedang berjalan santai di sebuah tempat umum, tiba-tiba seseorang mengklaim bahwa hp yang ada di saku anda adalah miliknya. Menyikapi hal itu, anda akan meminta orang itu untuk membuktikan bahwa hp di saku anda adalah miliknya. Selama orang itu blum bisa membuktikan sebaliknya, maka hp itu tetap penuh menjadi milik anda. Begitu juga seharusnya sengketa batas wilayah RI – malaysia. Saat Indonesia memerdekakan dirinya, negara ini sudah mempunyai batas-batasΒ  wilayahnya, baik di laut dan darat, yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Beberapa tahun kemudian, setelah malaysia mendapat hadiah kemerdekaan dari Inggris, mereka mengklaim bahwa batas wilayahnya berada di wilayah Indonesia. Maka seharusnya malaysia membuktikan bahwa klaimnya adalah benar. Selama malaysia blum bisa membuktikan itu, ndak ada grey area. Sebab batas wilayah versi Indonesialah yang berlaku.

2. Saat anda terlibat persaingan dengan seseorang, anda akan membiarkan rival anda melakukan sesuatu yang ilegal. Sehingga suatu hari nanti hal itu akan jadi nilai negatif yang dapat menjatuhkan rival anda. Simaklah kasus Yusril Ihza Mahendra yang seperti membiarkan Jaksa Agung menduduki jabatannya sampai akhirnya diungkap saat Yusril terjerat kasus hukum. Begitulah yang dialami TKI ilegal kita di malaysia. Bagaimana mungkin malaysia secara terus menerus kemasukan TKI ilegal? Padahal kalau mereka memang dirugikan dengan kehadiran TKI ilegal, mereka bisa dengan mudah menutup pintu masuk negara mereka bagi TKI ilegal. Tapi kenyataannya, TKI ilegal terus menerus bisa masuk bahkan bertambah banyak.

Saya menduga, mereka membiarkan TKI ilegal masuk ke negara mereka agar posisi tawar TKI itu menjadi semakin lemah. Pengusaha dan pemberi kerja di malaysia akan lebih berani memperlakukan TKI dengan tindakan yang ndak manusiawi, seperti ndak membayar gaji mereka atau cuma membayar di bawah gaji standar, mengeksploitasi TKI secara berlebihan, dsb., dengan ancaman kalau TKI itu menolak, mereka akan melaporkan TKI ke polisi atau imigrasi dengan ancaman lain siksaan oleh polisi dan hukuman penjara.

3. Anda akan cenderung memilih untuk berteman dengan musuh dari rival anda, bahkan di saat musuh dari rival anda memiliki banyak perbedaan dengan anda. Hal itu lumrah dalam dunia politik. Itulah yang dilakukan malaysia saat membiarkan — bahkan terkesan melindungi — Abu Bakar Ba’asyir yang lari ke malaysia saat dikejar pemerintah RI (orde baru) karena secara terang-terangan menentang Pancasila sebagai dasar negara RI. malaysia juga ndak pernah secara serius menunjukkan kerja samanya untuk mencari jejak 2 warga negaranya yang menjadi teroris, penjahat kemanusiaan dan buronan nomor 1 di Indonesia, yaitu noordin m. top dan azahari.

Yang blum bisa saya pikir secara logis adalah sikap presiden RI yang cenderung diam dan lembek menyikapi hubungan negeri yang dia pimpin dengan malaysia. Giliran ada pernyataan yang menyerang dirinya pribadi, SBY sigap banget menyuarakan isi hatinya di forum-forum kenegaraan. Bahkan, video sex mirip selebritis pun sempat dia bahas dalam sebuah rapat kabinet. Presiden saya ini benar-benar ndak logis untuk saya.

Semoga Tuhan melindungi negeri ini..

19 thoughts on “RI – malaysia Dalam Logika”

  1. kalau untuk yang kedua, di kompas pernah dibahas kalau malaysia emang sengaja membiarkan tki ilegal masuk ke indonesia..
    kalau soal pak beye belum menanggapi, mungkin ada keponakannya yang jadi tki di malaysia. mungkin ya?

  2. Kali ini saya setuju bahwa pak SBY kurang tegas dalam menyikapi Malaysia. Mereka itu sama kok butuhnya dengan kita, jadi kita semua harus berbahasa yang saling sopan, tidak perlu sombong. Monyet itu malingsia. Minta ditabok.

  3. Hemm.. berat nih ulasannya. Tapi apapun itu, saya tetap bangga menjadi bagian bangsa ini.. memang seharusnya kita menunjukkan bahwa kita besar!. Tapi nggak harus dengan kekerasan lah, apalagi demo anarkis

  4. Bagiku malaysia memang selalu membuat masalah dengan kita tapi sayangnya negara kita sekarang tidak seperti Indonesia di tahun 60an. Yang bisa membuat takut negara sekitarnya πŸ‘Ώ
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. Saatnya pemimpin kita bicara keras, bukan seperti politik dagang yang disampaikan oleh Bpk. Yusuf Kalla, kawan dan lawan dirangkul kemudian dijadikan mitra bisnis.

  6. pengen yang elegan sih bukan berarti harus lembek ya bli, buat apa coba tiap senen pagi anak2 sekolah pada upacara? katanya biar tumbuh rasa nasionalisme nya, tapi melihat harga diri bangsa diinjek-injek gini kita harus sabar?????ampun deeeehhhh…diplomasi mah g bakal kasi efek jera, g jadi jaminan mereka g bakal ngulang, yang tegas dong Jenderal!!!! eh dah jadi Presiden ding….

  7. wahh gimana ya komennya, udah demek banget sama permasalahan ini, bingung juga sih dengan pemimpin kita, kayak nggak punya komitmen jelas buat meyelesaikan.

  8. Aduh, bingung juga mau komentar apa. Soalnya saya tidak terlalu mendalami permasalahan ini. Cuma dengar sepintas2 lalu. Mudah2an permasalahan yang berlarutan ini bisa terselesaikan.

  9. Seperti biasa, paragraf terakhir yang menusuk, saya suka.

    Kalau melihat SBY, pasti dia sendiri punya alasan logis bagi dirinya sendiri, ya walaupun sama sekali tidak logis bagi rakyat. Dan mungkin menjadi logis karena toh tidak akan dipilih lagi menjadi presiden, kecuali kalau ide gila RS menjadi kenyataan.

  10. Mungkin saat seperti inilah dibutuhkan ketegasan seorang Pemimpin, tegas bukan berarti berperang, namun tegas dalam hal diplomatik. Mengenai point TKI ilegal , saya sependapat, kalau itu sengaja dibiarkan, sehingga kita dilema ketika bermasalah dengan Negaranya.

Comments are closed.