Review: Road to Final

1 menit waktu baca

Prediksi saya sebelum Piala Dunia (PD) berlangsung hancur berantakan. Hehe! Iya, cukup banyak kejutan yang terjadi di PD 2010 kali ini. Korea Selatan dan Jepang yang saya prediksi ndak akan mampu berbuat banyak, malah tampil meyakinkan dan lolos ke babak knocked-out. Sementara Inggris yang saya prediksi bakal lolos sampai semifinal, malah ngos-ngosan di babak penyisihan dan tersingkir secara “brutal” di tangan Jerman. Pun Argentina, yang kalah di perempat-final dengan skor tragis, padahal saya prediksi mereka akan lolos ke semifinal. Tapi walaupun begitu, ternyata saya masih punya bakat menjadi prediktor. Sebab beberapa poin yang saya prediksi ternyata terbukti di lapangan.

Misalnya, nasib Italia dan Perancis yang saya anggap sebagai tim besar yang rawan rontok di babak awal. Saya juga memprediksi Spanyol dan Portugal akan bertemu di babak 16 besar dengan hasil Spanyol yang menang. Begitu juga partai Belanda vs Brasil di babak perempat-final sesuai dengan prediksi, tapi sayang hasilnya berbeda karena malah Belanda yang menang. Ndak cukup sampai di situ, Belanda malah terus melaju sampai babak puncak. Prediksi tepat lainnya adalah lolosnya Ghana ke perempat-final. Saya memang yakin bahwa Ghana akan menjadi tim Afrika yang paling cemerlang di PD kali ini. Tapi sialnya, Ghana kalah secara tragis di kaki Uruguay. Saya juga memprediksi Spanyol akan tampil di final.

Di ujung acara, Belanda akan menantang ketangguhan juara Eropa, Spanyol. Banyak yang menjagokan Spanyol, karena Belanda tampil kurang meyakinkan sejauh ini. Seringkali kemenangan Belanda terlihat cuma karena faktor keberuntungan. Secara obyektif saya bilang, Belanda juga terbantu oleh penampilan gemilang Wesley Sneijder dan kesembuhan Arjen Robben. Sementara Spanyol, stabil dengan gaya bermainnya untuk meraih kemenangan di semua partainya setelah dikalahkan Swiss di partai perdana. Tapi untuk final kali ini, secara personal saya menjagokan Belanda.

Belanda akan juara kalau ndak bergantung lagi kepada Sneijder dan Robben. Kalau masih seperti itu, sama saja bunuh diri. Lini tengah dan belakang Spanyol yang banyak dihuni pemain Barcelona, pasti akan mengawasi Sneijder lebih ketat karena ndak mau lagi dipermalukan oleh si WS10 ini. Belanda akan juara kalau Mark van Bomel bisa memaksimalkan pengetahuannya akan kehebatan Xavi dan Andres Iniesta, karena pernah bermain bersama di Barcelona. Sebab, 2 pemain inilah yang jadi sumber kreatifitas Spanyol. Belanda juga akan juara kalau bisa memanfaatkan lagi penembak-penembak jitunya untuk melakukan eksekusi dari luar kotak penalti, karena pertahanan Spanyol tangguh banget.

Jadi, walaupun di atas kertas Spanyol lebih berpeluang jadi juara, tapi saya tetap menjagokan Belanda di final kali ini. Anda?

Related Post

21 thoughts on “Review: Road to Final”

  1. walau pun tadi malam sebelum pertandingan Jerman – Spanyol dimulai saya dapet ejekan dari temen-temen karena menjagokan Spanyol, tapi akhirnya saya lah yang tertawa di akhir pertandingan,hehehe….Piala Dunia kali ini memang menarik, unpredictable, banyak kejutan, apa lagi kalo Spanyol juara…hehe, yang penting ntar ada jawara baru, entah Spanyol, entah Belanda…

    Agung Pushandaka Reply:

    Betul mas. Saya sejak melihat komposisi semifinalis, berharap banget ada juara baru. Ternyata benar, 2 mantan juara tersingkir.

  2. prediksi saya diawal adlah time eropa tidak mungkin menjadi juara di benua lain (berkaca dari sejarah), ternyata yang terjadi malah terjadi all european final. sial!
    di final saya jagokan belanda, kasian dia nggak pernah juara (berkaca dari sejarah, setiap pertandingan antara brazil dengan belanda, yang menang selalu jadi juara)..

  3. Kalau cara bertandingnya tetap solid dan kolektif, dg dukungan dewi fortuna juga, maka sy tetap menjagokan tim matador, ya Bli.

  4. Saya memang pendukung setia Jerman, tapi untuk kali ini saya mendukung die Niederlande 🙂

    Maaf saya tidak punya blog berbahasa Indonesia hehe…

  5. Team spanyol memang patut diajungin jempol, coba si ganteng tidak cedera, dia main dari awal malah lebih seru,si puyol luar biasa, nafas kuda, serangan bertubi-tubi ketika melawan jerman 13 tembakan diarahkan dan saya kecewa karena jerman cuman bisa nembak 1 kali kali ini kemungkinan spanyol masih top deh

    btw…salam buat keluarga yang sedang dirawat semoga lekas sembuh dan tidak menular ke keluarga yang lain

  6. hu’um.. bener banget.. Banyak kejutan.. masuknya belanda, urguay, spanyol dalam semifinal WC 2010.. wuih.. ga nyangka permainan mereka punya kenaikan prestasi yang sangat mencengangkan.. 🙂

  7. hati kecil saya lebih menginginkan Belanda juara, tapi kalau Spanyol masih mau mencoba tendangan2 jarak jauh Xavi dari luar kotak pinalti seperti ketika melawan Jerman, kayakny ada harapan Spanyol menang.

    kita lihat saja nanti ya

  8. Saya telat komennya hehehee…

    Saya sih cenderung Belanda ya. Habis Argentina udah kalah sih, jadi ya Belanda sajalah 🙂

Comments are closed.