Pletan Cai, de!

1 menit waktu baca

Beberapa hari lalu, seorang teman, sebut saja ratna, mengirimi saya sebuah tangkapan layar cuitan Jerinx, drummer dari grup musisi Superman Is Dead.

Fuck you so much Indonesia, begitu cuitnya.

Apa salah Indonesia? Apa salah kami semua?

Apa karena sebagian kami tidak pernah ikut aksi demonstrasi menolak reklamasi Benoa, sehingga kau merasa berhak menyumpahserapahi kami? Padahal tidak sedikit dari kami, yang bersimpati dengan perjuangan masyarakat Bali.

Atau karena beberapa dari kami tidak turut berkata kasar kepada presiden, pemerintah kami, atau siapa pun di akun twitter atau instagram, sehingga kau begitu membenci kami?

Atau karena banyak dari kami tidak menantangi satu per satu orang untuk berkelahi?

Atau cuma karena akun instagrammu diblokir, padahal masih eksis?

Saya tidak tahu.

Tapi apapun alasanmu, tidak layak kau sumpah serapahi Indonesia.

Kau boleh membenci sebagian dari kami, tapi jangan negeri ini. Sama halnya jangan kau acungkan jari tengahmu kepada seluruh warga Jakarta padahal kau hanya ingin berurusan dengan pemerintah pusat dan segelintir investor yang kebetulan berkedudukan di Jakarta.

Apa kau juga akan mengutuk Tuhanmu bila kau membenci sebagian umat manusia ciptaanNya?

Kalau kau tahu beratnya berhadapan dengan investor raksasa, jangan kau perberat lagi perjuanganmu dengan memusuhi banyak orang yang bahkan tidak berpihak kepadanya.

***

Saya bukan tipe orang yang suka memaki di kesempatan pertama. Sekalipun itu saat berhadapan dengan orang yang sangat menyebalkan.

Tidak seperti kata beberapa pendukungmu, bahwa sangat layak berkata dan bersikap kasar kepada investor yang menjajah. Padahal Soekarno, Hatta, dll., tetap dianggap pahlawan nasional sekalipun bersikap manis kepada penjajah, tapi tetap tegas dan galak.

Mereka tidak kasar.

Kalaupun saya terpaksa harus berkata kasar kepadamu, saya cuma akan berucap pelan, “pletan cai, de

Saya tetap akan mendoakan aksi masyarakat Bali menolak reklamasi akan berbuah manis, sama seperti doa saya untuk perjuangan masyarakat wilayah pesisir Jakarta yang juga menolak reklamasi.

Tapi tidak di barisanmu dan pendukungmu yang kasar.

Terima kasih.

Bagi yang tertarik ingin tahu tentang reklamasi Benoa silakan berkunjung ke laman forbali.org

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2019 Agung Pushandaka

3 thoughts on “Pletan Cai, de!”

  1. Saya sempat baca jepretan layar dari ciutan itu. Saya malah jadi tidak simpati untuk hal-hal yang seperti itu.

    Saya juga tidak setuju dengan reklamasi di Bali. Turut menandatangani petisi dan mengikuti perkembangannya. Tapi entah, apa itu maksud yang bersangkutan dengan sumpah serapahnya.

Comments are closed.