Pidana Bagi Pembuat Video Porno

Selebriti GA ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah mengakui bahwa dirinya adalah pembuat dan orang yang ada dalam video yang menggemparkan jagat maya.

Perdebatan pun merebak di media sosial. Apakah penetapan tersebut sudah tepat? Banyak yang setuju dan mendukung, tapi sayangnya peraturan yang berlaku tidak berkata demikian. Dalam publikasinya, polisi mengenakan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 Undang-Undang Pornografi. Nampaknya aparat penegak hukum kurang lengkap membaca ketentuan pasal tersebut.

Pasal 4 ayat (1) menyatakan, “Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat (salah satunya) persenggamaan”

Dari bunyi Pasal 4 ayat (1) polisi menetapkan GA sebagai tersangka karena telah membuat video dimaksud. Tapi penjelasan dari ketentuan ini seharusnya dapat membebaskan GA dari segala dakwaan. Dijelaskan bahwa, “Yang dimaksud dengan ‘membuat’ adalah tidak termasuk untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri”.

Nampaknya GA membuat video tersebut untuk menjadi ‘kenang-kenangan’ antara dirinya dan pasangan mainnya, bukan untuk disebarluaskan apalagi untuk mencari keuntungan dari video tersebut.

Dari sini, maka sudah jelas seharusnya GA tidak tepat ditetapkan sebagai tersangka, sebab peraturannya memang menyatakan demikian, kecuali memang GA sendiri yang menyebarkan video tersebut untuk dapat dikonsumsi publik atau untuk memperoleh keuntungan.

Tapi nampaknya mustahil bila seperti itu.

Digiprove sealDigiproved

Comments

  • Beda orang beda perlakuan, dulu Ariel ngaku dan jadi tersangka dan ditahan, Luna nggak ngaku, Tari ngaku tapi nggak ditahan … bingung masyarakat yg awam hukum jadinya

    • Halo Mas Isna,

      Ada sedikit perbedaan terkait Ariel, dimana yang bersangkutan juga didakwa menyebarkan video tersebut, selain membuatnya. Kalau dia hanya membuat, posisi saya tetap sama, selama itu hanya untuk konsumsi pribadi, maka seharusnya tidak dapat dipidana. Tapi bila ia turut menyebarluaskan, maka unsur tersebutlah yang membuatnya terpidana.

      Sementara untuk LM dan CT, seingat saya waktu itu polisi tidak dapat membuktikan apakah mereka pelaku, penyebar atau justru korban dari bujuk rayu pelaku.

  • Avant Garde says:

    Ah iya, terimakasih atas koreksinya mas Agung, barusan gugling dan Ariel dianggap lalai dan menyebarkan karena sudah tahu ada video pribadi dia tapi dipinjamkan ke orang lain …

  • Alris says:

    Kasus GA kan dia tidak menyebarkan. Sebagaimana prediksi mas, hanya sebagai kenang-kenangan. Lah, kok bisa dipidana juga ya? Kalau dia mengabil keuntungan dari membuat itu lain hal. Maaf saya awam hukum, jadi kurang ngeh, hehehe…

    Sukses selalu.
    Tetap jaga kesehatan.

  • ikromzain says:

    saya jadi dapat pelajaran untuk menjaga hal hal privasi dari kejadian ini mas
    dan kalau buat kenang-kenangan mungkin sewajarnya saja engga sampai kayak begitu

  • Reyne Raea says:

    Saya cuman mau komen tentang si GA aja deh, di mana… Astagaaaa, apa memang para artis itu mentalnya gitu ya.
    Maksudnya, terbiasa aja gitu menahan malu.

    Waktu awal keluar, dia koar-koar bilang, itu bukan dia, dia ga semulus itu.
    Terus sekarang terbukti, duuuhhh membayangkan aja, saya pengen lari sembunyi di bawah samudra saking malunya, tapi keknya artis memang udah ada manajemen rasa malu hihihi

  • Comments closed

    Newsletter

    Twitter

    "Mankind's been fighting plagues from the start. We get our behinds kicked for a while, then we bounce back. It's nature correcting herself, restoring some balance." - The Walking Dead, 2011.

    We will bounce back.

    Load More...