Pertemanan Harus Nomor Satu!

1 menit waktu baca

Beberapa orang memutus pertemanan di facebook.

Ada juga yang unfollow temannya di twitter.

Semua karena cuma beda pilihan dalam politik, termasuk pilihan calon gubernur Jakarta.

Sejak pilpres 2014 lalu, iklim politik di negeri ini memang tidak sehat lagi. Untuk memenangkan pemilu, beberapa pihak pendukung lebih memilih untuk menyebarkan keburukan rival daripada menunjukkan kebaikan calon dukungannya.

Diperparah lagi dengan banyaknya kabar bohong yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan kredibilitas rival.

Topik-topik yang tidak berhubungan dengan kompetensi rival juga lebih sering ditemui di internet, termasuk isu agama.

Tapi apapun alasannya, seharusnya pilihan seseorang jangan sampai merusak hubungan dengan temannya.

Pilihan politik setiap orang belum tentu sama dengan yang lainnya. Jangankan teman, dengan saudara kandung pun kita dapat berbeda pilihan.

Begitu pula di pilgub Jakarta tahun 2017.

Setiap orang punya pilihan sendiri. Kalau kebetulan berbeda, bukanlah sesuatu yang salah.

Kalaupun pilihan saya kepada Ahok-Djarot ternyata beda dengan pilihan teman-teman saya yang lain, saya tidak akan mempermasalahkannya.

Kalaupun teman-teman kemudian menyebarkan kabar yang tidak benar, saya cuma akan memilih tidak berkomentar secara frontal.

Saya lebih memilih untuk menjaga hubungan pertemanan dengan mereka apapun pilihannya. Sebaliknya, saya juga akan berharap teman-teman saya tidak mempermasalahkan pilihan politik saya.

Intinya, buat saya, pertemanan harus tetap nomor satu. Apapun pilihan politik mereka, bahkan apapun agama mereka, saya akan berusaha untuk menjaga hubungan pertemanan.

Pertemanan nomor satu.

Urusan pilihan di pilgub Jakarta 2017, biarlah nomor dua saja.

Sumber: https://twitter.com/infojkw4p/status/485703289116180480
Sumber: https://twitter.com/infojkw4p/status/485703289116180480
Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016-2017 Agung Pushandaka