Pariwisata Bali Dibuka Lagi. Siapkah?

Pariwisata Bali dibuka lagi. Siap?

Sejak 31 Juli 2020 lalu, pariwisata Bali dibuka kembali untuk turis lokal. September depan untuk turis asing. Siapkah Bali?

Pelaku usaha pariwisata pasti akan menjawab siap!

Atau jangan-jangan ini bukan lagi masalah siap atau tidak, tapi Bali ngebet pariwisata dibuka lagi.

Apalagi kasus Covid-19 di Bali cenderung ringan.

Tapi bagaimana dengan unsur masyarakat lainnya, seperti lembaga dan tenaga kesehatan. Siapkah mereka mengantisipasi jika ada lonjakan kasus?

Begitu pula dengan warga lain yang tak banyak terlibat dengan kegiatan sektor pariwisata. Apakah juga siap?

Tak kalah pentingnya adalah, siapkah calon turis berkunjung ke Bali?

Turis lokal mungkin bisa dipaksa untuk datang ke Bali, seperti yang dilakukan oleh turis negeri sipil dari Jakarta.

Tapi bagaimana dengan para bule?

Travel bubble disiapkan menjadi salah satu solusi. Tapi di tengah kondisi yang belum membaik ini, adakah negara yang bersedia berada di dalam satu bubble dengan Indonesia?

***

Saya bukan bermaksud skeptis, apalagi pesimis. Jauh di dalam hati saya selalu berharap pariwisata bisa dibuka lagi.

Tidak cuma Bali.

Tapi jauh di lubuk otak saya yang paling dalam, sebaiknya kita fokus dulu mengentaskan segala keraguan, kesimpang-siuran dan kekisruhan yang terjadi akibat pandemi ini.

Banyak hal yang harus disiapkan sebelum membuka kembali pintu pariwisata Bali.

Misalnya prosedur dan rambu pengaturan protokol pencegahan virus Corona. Termasuk penegakannya tentu saja.

Misalnya, bagaimana prosedur pembatasan pengunjung di suatu tempat wisata. Jangan sampai turis yang sudah jauh-jauh pergi ke monkey forest, misalnya, malah tidak boleh masuk karena jumlah pengunjung sudah mencapai batas maksimal.

Apalagi masyarakat kita justru lebih disiplin meributkan pro dan kontra konspirasi, daripada bersepakat bahwa ini bukan saat yang tepat untuk terpecah belah.

Bisa jadi masalah ini juga menimbulkan keraguan bagi calon turis. Bukannya menangani Covid, orang Bali malah sibuk ribut sendiri.

Kalau dibilang angka kasus Covid-19 di Bali tergolong kecil, mungkin betul, tapi kita tak bisa mengabaikan kondisi di Jawa Timur yang berdarah-darah (baca: zona merah). Apalagi interaksi pariwisata Bali dengan warga Jawa Timur cukup dekat.

Selain data kasus serta perkembangan hariannya, fasilitas kesehatan, penegakan aturan kesehatan dan kesadaran masyarakat jauh lebih penting sekarang ini dibandingkan apapun.

Kalau itu semua belum tersedia, jangan-jangan justru calon turis yang belum siap ke Bali lagi.

Digiprove sealDigiproved

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

14 thoughts on “Pariwisata Bali Dibuka Lagi. Siapkah?

  1. Memang Jawa Timur benar2 bikin kaget karena mendadak naik jadi zona merah dengan cepat. Tapi kalau bicara Bali, saya sih mau aja ke sana untuk liburan, cuma memang kesiapan lokasi wisata ini pasti kita tidak tahu. Kayak contoh monkey forest yang biasa ruame banget, bagaimana ya pembatasan jarak antara wisatawan?

    1. Saya juga mau kak, segera datang ke Bali, bertemu keluarga. Tapi nantilah.

      Kalau saya baca di mass media, Bali sekarang tidak memprioritaskan jumlah wisatawan, tapi kualitasnya. Artinya akan ada pembatasan/filter, yang saya belum tahu mekanismenya seperti apa.

      Seharusnya ada sosialisasi besar-besaran supaya semua jadi jelas dan keraguan saya dan mungkin beberapa orang jadi sirna.

  2. Sebenarnya Bali dibilang siap sepenuhnya belum, mas. Karena seperti yang mas Agung bilang, untuk urusan fasilitas kesehatannya masih kurang dan peraturan antisipasi COVID-19 juga sepertinya masih belum betul-betul dijalankan ~ tapi saya optimis bisa pelan-pelan upgrade sambil lihat perkembangan pariwisata. Mungkin salah satu poin positif, di Bali ini wisatanya kebanyakan outdoor (alam) agak beda sama Jakarta yang kebanyakan warganya ke mall tertutup resto dan sejenisnya.

    Jadi selama para turis bisa ikuti aturan yang ada, besar harapan saya kita bisa survive melawan Corona. Ohya beberapa hari lalu saya sempat ke mall untuk visit dokter gigi langganan. Dan mall masih terbilang sepi karena masyarakat Bali sepertinya masih berhati-hati sekali untuk nggak pergi ke tempat tertutup seperti mall. Semoga Corona segera selesai dan musnah ya, mas ~ dan sehat selalu untuk mas Agung sekeluarga 😀

    1. Amiin,, semoga mbak juga selalu dalam keadaan sehat.

      Mumpung masih ada waktu sebulan lagi sebelum pintu untuk wisatawan asing dibuka, seharusnya persiapannya dimatangkan dan disosialisasikan secara luas kepada semua elemen masyarakat dan calon turis yang sudah siap berangkat ke Bali.

  3. Iya betul, harus berhati-hati dalam mengambil keputusan seperti itu.. Saya dengar juga ada salah satu wilayah yang dimana saat uji coba membuka pariwisatanya malah orang orang yang terjangkit semakin tinggi, mungkin karena kurangnya penegasan dalam hal protokol kesehatan untuk masuk ke lokasi wisata tersebut..

    Mungkin bagi sebagian orang terlihat sederhana, tapi dampak yang ditimbulkan kan sangat luas. Apalagi virus semacam ini tidak tahu dari mana datangnya, bisa siapa saja, dan dari mana saja.

    1. Iya Mas.
      Saya sama sekali tidak berharap hal buruk akan terjadi, tapi seharusnya pemerintah dan masyarakat setempat sudah benar-benar siap dengan segala kemungkinan.
      Penting untuk mulai menggerakkan perekonomian di Bali, dan daerah lainnya juga, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan semua orang.
      Jadi semua aspeknya sudah harus diperhitungkan.

  4. malang juga bingung ini apalagi Kota Batu yang warganya juga kayak bali
    di satu sisi mereka juga pingin punya penghasilan
    cuma di sini lebih parah zona merah bahkan cenderung hitam saking banyaknya korona
    sebenanranya siap enga siap bakal dibuka sih ini apalagi udah mulai masuk resesi ya

    1. Semoga situasi di Malang dan semua kota di Jawa Timur serta warganya bisa kembali normal dan selalu sehat. Resesi memang mengkhawatirkan, sama halnya dengan kondisi kesehatan bangsa.

  5. Sekitar seminggu lalu saya baca berita soal klaster wisata Danang di Vietnam, Mas Agung. Vietnam aja yang karantinanya lebih ketat bisa kedodoran di Danang… 🙁

    1. Danang, waktu awal munculnya covid di vietnam, aku ga nyangka kalau Danang juga kena imbasnya. salah satunya karena dari kedatangan turis sebelumnya, kaget juga

  6. Ntahlah mas… Aku pribadi ga yakin kalo Bali sudah siap dibuka lagi untuk turis asing. Kok ngebayangin ya serem yaaa 🙁 . Mungkin aku aja yg terlalu parno.

    Siapa yg ga pengen jalan2 lagi. Sebelum pandemi, aku traveler rutin . Sejak pandemi semua trip yg tersisa mau ga mau hrs reschedule ato cancel. Kayak sakaw udh terlalu lama ga jalan2.

    Tapi biar gitu, aku blm berani utk kluar dari Jakarta. Rasanya msh blm siap klo hrs naik kendaraan umum dan ketemu banyak orang yg aku ga tau apa mereka Carrier ato sehat. Aku sendiri blm tentu ‘bersih’.

    Mungkin LBH bgs kalo Bali atopun daerah lainnya di Indonesia tetep menutup diri dulu dari turis asing. Toh uji coba vaksin sudah dlm proses kan.seandainya lancar, dan aku sangat berharap lancar, january vaksin sudah bisa direlease. Setelah itu baru rasanya aman untuk kembali jalan2. Aku masih sabar kalo hanya menunggu sampai january :).

    1. Kita sepemikiran mbak. Semua orang jenuh berdiam diri di rumah. Semua orang ingin hidup normal, penghasilan normal, dsb. Tapi memang situasi yang tidak normal ini tidak bisa dipaksakan untuk kembali normal.

      Tapi mau bagaimana lagi, saya cuma bisa berdoa agar Bali tetap aman dan terkendali. Apalagi di sana ada orang tua dan saudara-saudara saya.

      Begitu juga kota/daerah lainnya. Pemerintah dan warganya tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

  7. awal awal covid muncul, pariwisata bali amat sangat terasa imbasnya, jadi sepi
    perlahan sekarang dibuka tapi aturannya ketat banget nget
    sempet baca berita juga, kabarnya memang akan dibuka untuk turis asing, tapi aku sendiri masih ga yakin, siap ga ya bali menyambut itu semua
    aku sebagai orang yang tinggal di wilayah jatim, dari yang awalnya jatim biasa aja, sekarang masuk zona merah, di kotaku sendiri yang awalnya dibawah 10 orang sekarang bisa ratusan positif covid

    1. Kabar terbaru yang saya baca, rencana pembukaan wisatawan asing ditunda karena meningkatnya kasus Covid-19 di Bali sejak dibukanya arus masuk wisatawan domestik bulan lalu.
      Semoga semuanya baik-baik saja.

Comments are closed.