Nongkrong di Pantai Sanur

Suatu hari, saya harus mengikuti diskusi kecil tentang kasus yang sedang ditangani oleh kantor hukum tempat saya bekerja. Lokasi diskusinya berada di pinggir pantai Sanur. Namanya, Izakaya Cafe & Bar.

Izakaya berada di belakang Hotel Hyatt. Suasana pantainya tenang, mungkin karena semudah semakin larut sore.

Angin semilir, ditambah sinar matahari yang sudah redup. Sebotol bir menyambut saya untuk segera bergabung dengan beberapa teman yang sudah menunggu di sana. 

Cafenya kecil saja. Cuma ada sekitar lima atau tujuh meja yang cukup menampung empat orang dewasa di setiap mejanya. Sementara di bar, cuma ada dua kursi untuk pengunjung.

Saya tidak tahu siapa pemiliknya, tapi dekorasi cafe ini lebih bernuansa Jepang. Entah karena bir dinginnya, atau desiran angin yang semakin kencang menjelang malam, saya kebelet pipis.

Surprisingly, toilet cafe ini sangat bersih. Saya sering kali menilai suatu tempat dengan melihat toiletnya. Kalau toiletnya bersih, saya lebih yakin dengan kebersihan tempat ini secara umum.

Semakin malam, angin semakin kencang dan semakin menusuk tulang. Belum lagi ditambah botol-botol bir yang sambung-menyambung disuguhkan oleh Bli Bagong, koki, yang semakin membuat perut saya keroncongan.

Kemudian saya memesan nasi goreng. Menu makanan yang paling aman untuk saya pesan di tempat yang baru pertama kali saya kunjungi.

Dengan harga lokal, 15 ribu rupiah, di daftar menu tertera harga 17 ribu, saya mendapat sepiring nasi goreng dengan ukuran cukup besar.

Rasanya pun enak.

Sekitar pukul 20:30, Pak Kadek, salah satu teman diskusi, ternyata mentraktir kami. Datanglah dua porsi ikan bakar ukuran besar, ditambah sayur-sayuran yang saya tidak tahu namanya, karena saya bukan penggemar sayur, dan nasi putih.

Ikan bakarnya enak sekali!

Ikan bakar habis, datang lagi menu lain berupa daging bakar. Saya tak ikut makan lagi karena terlalu kenyang.

Angin malam semakin dingin. Maka saya pindah ke bar bersama Bli Ade. Di bar, oleh Bli Bagong, saya disuguhi segelas kecil minuman, yaitu arak yang dicampur orange juice.

Memang benar enak dan lumayan menghangatkan badan.

Secara umum, saya puas dengan Izakaya Cafe & Bar ini. Tempatnya bersih, makanannya enak, pelayanannya juga ramah tidak berlebihan. Harganya juga masih terjangkau oleh isi dompet saya.

Tempatnya juga ndak jauh dari rumah. Satu kekurangan tempat ini adalah tidak menjual rokok. Menjual bir tapi tidak menjual rokok, agak kontradiktif.

Izakaya buka dari siang sampai malam.

“Tergantung tamunya saja, sih” jawab Bli Bagong waktu saya tanya tutupnya jam berapa. Tapi informasi dari beberapa teman yang sering ke sini bilang, tempat ini biasanya tutup lewat dini hari.

Bagi yang ingin mencoba tempat ini untuk mengobrol ringan bersama teman-teman, silakan datang. Izakaya Cafe & Bar ada di jalan Duyung, di belakang Hotel Hyatt, Pantai Sanur Denpasar.

Digiprove sealDigiproved

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

7 thoughts on “Nongkrong di Pantai Sanur

  1. wahaha, agung memang moy tulisannya. aku jd ngiler bacanya. kapan2 kita ke sana, gung. nongkrong abis futsal. kita cuk2an. piye?

    Lap dulu ilermu Ton. Hehe! Ke pantai abis futsal?? Aku ndak yakin bakal kuat nahan angin malamnya dalam kondisi lelah dan berkeringat kaya’ gitu Ton..

  2. pengen nyoba kesana gung…
    tapi yg gratis ikan bakar+minuman rasa orang eitu.
    he.he..

    Ya..ya.., di manapun tempatnya, yang penting gratis kan, De? Hehe!

  3. wahhh seken to Ton, Dek, ayoh kita kesana kapan2. kembali ngiler dengan tempat bertipe kafe, setelah kafe sendoknya saylows

    Kapan? Hehe!
    Tapi asal jangan bis futsal. Anginnya itu lho.., ndak kuat.

Comments are closed.