Sisi Lain Musibah Via Vallen

Saya turut prihatin atas musibah yang menimpa Via Vallen, penyanyi dangdut terkenal, dimana ia diduga menjadi korban perusakan oleh seseorang atas mobil miliknya. Saya belum mengetahui, apakah polisi sudah menetapkan tersangka atas kejadian ini.

Kronologi kejadian yang saya baca di beberapa media massa adalah bahwa pada hari Selasa, 30 Juni 2020, di pagi buta sekitar pukul tiga, diketahui ada kobaran api menyala dan melahap seluruh badan mobil Mbak Via yang diparkir di gang samping rumahnya.

Eits, Mbak Via parkir mobil di gang samping rumah?

Sedikit mengesampingkan musibahnya, secara aturan, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mbak Via tidak dapat dibenarkan.

Setiap kendaraan pribadi wajib diparkir di garasi rumah atau tempat parkir umum yang resmi.

Di wilayah Jakarta sendiri, selain adanya Undang-Undang Lalu Lintas yang berlaku secara nasional, juga berlaku peraturan daerah yang mengatur transportasi, termasuk aturan mengenai kewajiban memiliki garasi sebelum membeli mobil.

Setiap orang wajib membuktikan telah memiliki garasi, atau surat nomor mobil barunya tak akan terbit. Begitu kira-kira aturan tersebut menetapkan.

Selain bisa dipidana denda atau kurungan, tindakan memarkir mobil di jalan atau gang di sekitar rumah juga bisa berujung gugatan perdata, lho.

Apabila ada tetangga yang merasa terganggu atau dirugikan dengan keberadaan mobil pribadi di jalan atau gang umum, bisa saja si tetangga menggugat si pemilik mobil ke pengadilan.

Tentu kita semua tak ingin berurusan dengan kepolisian atau pengadilan hanya karena urusan parkir mobil di luar rumah, bukan?

Selain itu, memarkir mobil di dalam rumah atau di tempat parkir umum tentu akan lebih aman bagi pemilik mobil dari bahaya perusakan seperti yang dialami Mbak Via.

***

Semoga Mbak Via tetap sabar menghadapi musibah ini.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2020 Agung Pushandaka

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

21 thoughts on “Sisi Lain Musibah Via Vallen”

    1. Halo Kang Rulfhi, terima kasih sudah berkunjung.
      Tentu bisnis garasi/tempat parkir umum prospeknya bagus. Kalaupun tidak punya lahan yang luas, bisa menggunakan teknologi parkir bertingkat seperti yang ada di Jepang.
      Yang penting perizinannya dipenuhi ya, Kang, supaya ada jaminan keamanan juga dari pemerintah daerah.

  1. Seharusnya memang parkir mobil di garasi atau parkir umum resmi ya, mas ~ bagus juga peraturan di Jakarta, apakah itu berlaku secara nasional? Hehehe.

    Semoga kejadian yang dialami mba Via bisa jadi pelajaran untuk semua, especially bagi yang masih parkir di samping rumah agar nggak sampai mengganggu kenyamanan tetangga πŸ˜€

    1. Peraturan di Jakarta itu hanya berlaku di wilayah DKI Jakarta, Mbak.
      Tapi di beberapa daerah lain juga sudah menerapkan peraturan sejenis, seperti di Bogor, Depok, dll.
      Kota-kota besar lain yang sudah mulai dilanda kemacetan karena parkir kendaraan pribadi di jalan umum, juga sudah mempertimbangkan untuk membuat peraturan sejenis yang berlaku di daerah masing-masing.

  2. Yah benar.. saya setuju dengan pendapat di dalam artikel ini. Di satu sisi kita prihatin atas musibah ini.. tapi disisi lain Mbak Via melanggar karena memarkir mobil pribadi di tempat yang bukan tempat parkir… Semoga segera selesai saja masalahnya…

    1. Halo Bang, terima kasih untuk komentarnya. Sebenarnya pelanggaran semacam ini tidak cuma dilakukan oleh satu atau dua orang, tapi banyak orang. Agak disayangkan memang kalau ketidakdisiplinan tersebut memakan korban materi seperti yang dialami Mbak Via. Seandainya ia memarkir mobilnya di dalam rumah, kecil kemungkinan ia mengalami ini.

  3. Aku juga sepemikiran dengan mas Agung lihat mobil penyanyi itu kok parkirnya dijalanan …
    Bukannya bandingin dengan keadaan dikotaku yang pada tertib memarkirkan mobilnya di rumah pribadi atau menyimpan di garasi sewaan.
    Semoga saja kejadian ini dapat menjadi contoh banyak hal.

  4. Di Jakarta memang wajib ya punya tempat parkir jika ingin punya mobil, tapi kok kadang aku lihat masih ada mobil yang parkir di pinggir jalan saja. Padahal resikonya bisa saja tuh mobil keserempet mobil lain yang lewat, soalnya jalannya sempit atau bahkan ditabrak pengemudi lain yang belum lihai. Yang paling parah ya kalo sampai di bakar seperti mobilnya Via Vallen.?

    1. Terkait masih banyaknya mobil diparkir di tempat yang tidak sesuai dengan peraturan nampaknya terjadi dimana-mana Mas, terutama kota besar yang padat lalu lintasnya. Itu adalah masalah tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menaati peraturan dan kedisiplinan aparat dalam menegakkan aturan.

  5. Fenomena mobil parkir sembarangan juga banyak ditemui di kota saya.
    Malah pernah tuh suatu hari ada mobil parkir di pinggir jalan, terus si pengendara mobil membuka pintu tanpa lirik kanan kiri dulu, alhasil pintu mobilnya nyenggol pengendara motor yang kebetulan lewat.
    Pengendara motor beserta penumpangnya jatuh. Saya ikutan bantu bersama warga sekitar.
    Besoknya, mobil itu parkir lagi di pinggir jalan. Hadeuh..

    1. Halo Mbak Dewi, terima kasih untuk pendapatnya.
      Kalau kejadian seperti itu, bisa kena dua pasal itu si pemilik mobil, yaitu pasal pelanggaran parkir dan pasal kelalaian menyebabkan orang celaka. Semoga menjadi pelajaran untuk kita semua.

  6. Dari story Via Vallen yang direpost sama Lambe Tu*rah, garasinya Via lagi dipake buat suatu acara jadi semua mobil ditaruh di luar dan Via sempat ngecek mobilnya beberapa menit sebelum kebakar. Sampai akhirnya dibakar sama fans beratnya…

    Fans kalo udah cinta mati kok jadi agak gila gitu ya pemikirannya πŸ™

  7. Kalau saya baca beritanya Via Vallen tentang pembakaran mobil mewahnya itu, saya terkedjoed, karena baru tahu si Via ternyata orang Sidoarjo? hahahaha.
    Makanya kok, medoknya kayak kenal gitu, ternyata wong Jatim toh, sungguh saya kudet banget hehehe πŸ˜€

    Memang yang namanya orang parkir mobil di gang itu ada di mana-mana ya.
    Meskipun tetap geleng-geleng kepala melihat si Via parkir mobil mewah di samping rumahnya, padahal kalau liat di rekamannya, rumahnya itu bukan di kawasan kompleks gitu ya.

    Atau mungkin percaya aja kalau warga situ juga bakalan ikut jagain mobil mewahnya πŸ˜€

    1. Halo Mbak Rey.
      Iya setahu saya Mbak Via juga orang Sidoarjo.
      Memang lagi apes mungkin ya, Mbak. Sekalinya parkir di luar malah dibakar orang. Itu kalau api merembet sampai membakar rumah bisa lebih berbahaya.

  8. Kalau berita hal begini, saya sangat lambat dan telat informasinya πŸ˜€
    Wah masak iya, parkir di samping rumahnya?
    Atau mungkin rumahnya sudah penuh mobil sehingga tak muat?
    Saya hanya bisa garuk-garuk kepala, takut salah dan takut dikira mengurui alias sok tahu

  9. mobil selalu saya parkirkan di carport, walaupun mau dipake keluar lagi.. yang ngeselin tetangga2 sering markirin mobil di jalan depan atau samping rumahnya. mau protes tapi gak enak karena saya termasuk penghuni baru, dan saya emang orgnya gak enakan.. jadi yaa pasrah saja πŸ™

    1. Dulu sekali, waktu saya kecil, orang tua saya sering bersitegang karena kami kesulitan melewati gang di sekitar rumah karena ada seorang tetangga yang selalu memarkir mobilnya di gang.
      Semoga ke depannya bisa saling mengerti satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *