Mereka Bukan Anti Amerika!

1 menit waktu baca

Setelah menonton Today’s Dialogue, Selasa (9/2) lalu, saya jadi memikirkan pendapat seorang pembicara bahwa aksi terorisme di Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap kesombongan Amerika Serikat (AS). Tapi saya kok ndak yakin bahwa mereka, anggota jaringan terorisme, “berjuang” untuk melawan kekuasaan AS dan sekutu-sekutunya. Kalau memang iya, kenapa beraksi di sini, di Indonesia? Indonesia bukan AS, walaupun saya ndak bisa membantah bahwa kekuasaan AS ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam mengelola negara ini. Tapi, saya merasa cuma sedikit banget kerugian yang dirasakan AS akibat aksi-aksi mereka. Kerugian terbesar jelas dirasakan oleh pemerintah dan rakyat negeri ini, kecuali mereka tentu saja. Dari hal ini saya semakin yakin bahwa mereka bukan anti Amerika.

Saya lebih percaya bahwa mereka sebenarnya anti Indonesia. Mereka anti Pancasila. Mereka anti UUD 1945. Mereka ndak suka Indonesia yang berdaulat dengan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai undang-undang tertingginya. Mereka ndak suka melihat Indonesia yang mampu bertahan hidup dalam kemajemukan dan perbedaan tapi tetap dalam satu harmoni yang indah, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (walaupun blum indah banget sih, hehe..!). Mereka pengen meruntuhkan NKRI dan mendirikan negeri idaman mereka sendiri. Itu jauh lebih saya percayai kalau melihat liputan tentang aksi dan siapa korban kebiadaban mereka..

Oleh karena itu, saya berharap agar tentara juga turun tangan membantu polisi. Ini sudah ancaman terhadap kedaulatan negara, bukan cuma masalah keamanan dan ketertiban. Saya bukan meragukan kemampuan polisi, tapi kalau dengan dukungan tentara bisa lebih baik, kenapa ndak dicoba? Lagian, tentara kita sedang ndak banyak kerjaan. Daripada mengirim mereka ke daerah konflik di negara lain, kenapa ndak memaksimalkan kemampuan mereka untuk menjaga kadaulatan negeri sendiri?

Tapi ini cuma pandangan dan keinginan pribadi saya saja. Saya sebenarnya ndak peduli apa motif mereka, tapi kalau dibilang bahwa aksi mereka untuk melawan AS, kok ya pengecut banget dilakukan di Indonesia. Selebihnya, saya cuma bisa mempercayakan segala kebijakan kepada pemerintah.

Saya cuma bisa berdoa untuk keselamatan negeri ini..

Related Post

33 thoughts on “Mereka Bukan Anti Amerika!”

  1. klo aku yakinnya begini bli. ada pihak-pihak tertentu (yakin baget pihak asing) yang emang ingin menggembosi bangsa ini, karena mereka berpikir klo INDONESIA tercinta ini merupakan salah satu ancaman terbesar bagi mereka, karena mereka sadar klo bangsa kita ini merupakan bangsa yang hebat, dan sayangnya kita sebagai orang (yang ngakunya) indonesia kurang sadar akan hal itu (mungkin termasuk saya).semoga bangsa ini lebih baik lagi, amiin
    .-= indratie´s last blog ..Dramma nel Artemio Franchi =-.

  2. Mereka mungkin tidak suka sama Amerika, tapi saya pernah diceritakan bahwa setelah ikut aksi demo anti Amerika pun masih ada para pendemo yang masuk resto McDonald untuk menikmati masakan khas Amerika itu. Lha…?

    Kalau mereka benci Amerika kok, kelayapan di Indonesia? Apa keuntungannya menghancurkan Indonesia, apakah ingin mendirikan negeri sendiri? Lalu setelah berdiri mau apa? Apa ada keuntungan kekacauan di Indonesia bagi mereka atau pihak-pihak yang menyokong mereka (walah, jadi teroris kan juga mesti kaya, memang senjata – walau pasar gelap – ga pakai harga apa).

    Rasanya kalau TNI ada aturan yang tidak mengizinkan ikut campur dalam mengatasi terorisme di dalam negeri, karena itu ranah kepolisian. Tapi TNI bisa membantu jika diminta. Namun kalau begitu buat apa dong anggota polisi yang jumlahnya berpuluh kali lipat anggota TNI 😀
    .-= Cahya´s last blog ..Waspadai Avast! Antivirus Palsu! =-.

    Agung Pushandaka Reply:

    Thanks mas. Jadi begini..

    Polisi jumlahnya lebih banyak karena lingkupnya juga lebih luas. Dia ndak cuma menjaga ketertiban masyarakat, tapi juga keamanan negara, penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman masyarakat. Saya kok kayanya ndak pernah melihat ada aturan yang melarang tentara ikut mengatasi terorisme. Tergantung keputusan presiden saja sebagai panglima tertinggi.

    Saya kan bilang, kalau ini cuma masalah ketertiban dan keamanan bolehlah cuma memakai kekuatan polisi. Tapi kalau analisis saya benar, artinya ini sudah masalah kedaulatan negara, maka saya rasa ndak ada larangan bagi tentara untuk ikut menjaga kedaulatan negara. Silahkan lihat pasal 6 dan 7 UU TNI. 🙂

  3. itulah indonesia.sebenarnya negri kaya namun sayang tak bisa manfaatkan kekayaan alam.indonesia sebenarnya sudah mengalami perubahan kedamaian dan persatuan yang utuh,namun sayang pemikiran lebih dalam tentang kerjasama antar negara kurang difahami oleh toko besar.
    .-= andipeace´s last blog ..Apakah Ini Sejarah Pelajar =-.

  4. Kalo menurut saya, ini semua perbuatan intelijen. Siapa yg tahu kalau sebenarnya Amerika dalangnya sendiri.

    Agung Pushandaka Reply:

    Sama kaya’ pendapat Indratie ya. Intinya, mereka anti Indonesia kan.

  5. konsep-konsep konspirasi dibalik anti amerika yang yahut pak gung..
    tambahin teori2 pembiaran mengenai mereka yang semakin kelihatan bahwa ada kekuatan besar yang melindungi dan mencoba menggoyang bhineka tunggal ika. :D.
    masak kalah sama malaysia yang bisa dianggap sukses memberhangus jaringan teroris. 🙂
    .-= Yanuar´s last blog ..Sahabat =-.

    Agung Pushandaka Reply:

    Saya ndak ngerti dengan teori-teori apalagi konspirasi tingkat tinggi. Dugaan saya di atas cuma pandangan orang awam yang ndak melek dunia intelijen.

    Kalau malaysia jelas ndak berani orang berbuat macam-macam. Mereka kan masih beradai di masa “orde baru” dengan segala batasan-batasan yang galak terhadap warga negaranya. 🙂
    .-= Agung Pushandaka´s last blog ..Mereka Bukan Anti Amerika! =-.

  6. apa yah? agak malas memikirkan pemerintah, soalnya, ya mau gimana lagi, sudah begini, mau pasrah gak enak, mau protes ya gak ngefek, demo dimana2, sampai keekstriman pihak tertentu juga seperti gak merubah wujud dari pemerintah itu sendiri. ya sudahlah… hehe

  7. terorisme yang katanya berjuang untuk memerangi ketidak adilan kok malah untuk bunuh saudara sebangsa dan setanah air ya…
    .-= Mamah Aline´s last blog ..Deja Vu =-.

    Agung Pushandaka Reply:

    Iya, saya juga herannya di situ. Yang susah malah kita-kita juga, bukan Amerika. 🙂

  8. betul, teroris ini sebenarnya memecah belah kita, warga INDONESIA. tapi kita juga harus tahu teori2 intelijen, siapa mereka, untuk siapa mereka bekerja dll…

    jadi, saya pikir kita jangan terlalu gegabah menuduh dlsb. dan mudah2an isu teroris ini tidak membuat kita menjauh dari agama. setelah stigma negtif kepada orang2 yang taat kepada agamanya…
    .-= Mbah Jiwo´s last blog ..Catatan Backpacking Ke Sumenep Madura (1) : Apaan Sih Backpacking Ke Madura =-.

  9. Terlalu banyak mungkin dan mungkin yang akhirnya malah bikin sakit kepala kita. Teroris, pemerintah, agen rakyat (DPR), artis, rakyat… Semua menjadi satu… itulah indonesiaaaa (sing mode on) hehehe
    yang penting.. bagi kita yang tersisa.. tetaplah merasa kita saudara.

  10. setuju kang!
    teroris terlihat kerdil dan pengecut kalau hanya bertindak buka di negaranya langsung yang di tuju, tapi malah make’ embel-embel di indonesia sudah banyak di kuasai pihak barat mulai ekonomi sampai pertumbuhan govermentnya.
    Apa sich yang di harapkan? tau sendiri, amerika hanya diam dan bisa melihat bahkan bertepuk tangan sebab ulah dari kita sendiri dan kita yang memusnahkannya sendiri.
    cepetan nyadar to Ris-teroris! kalian cuman merugikan negara sendiri.

Comments are closed.