Kring Kring.. Ada Sepeda

Jakarta berbenah, terutama pada infrastruktur jalan raya. Tidak melulu menambah jalan, tapi juga membuka jalur khusus sepeda. Meskipun belum memuaskan, tapi saya suka.

Lalu lintas kendaraan di jalanan Jakarta sejak dulu dikenal semrawut. Belakangan, di beberapa titik semakin semrawut. Bukan cuma karena semakin padatnya pengguna jalan, tapi juga disebabkan oleh pengerjaan pelebaran dan pembangunan trotoar.

Selain trotoar, di beberapa ruas jalan juga ditambah jalur khusus sepeda. Meskipun ini menambah sempit jalanan bagi kendaraan bermotor, tapi saya mendukung penambahan jalur sepeda.

Cuma sayangnya, jalur sepeda belum sepenuhnya steril dari kendaraan bermotor, terutama sepeda motor. Jangankan cuma jalur sepeda, jalur khusus bus TransJakarta pun masih sering diterobos kendaraan pribadi.

Sebenarnya akan lebih aman kalau jalur sepeda ditempatkan di atas trotoar, dengan catatan lebar trotoar memadai. Tapi dengan kondisi sekarang, sulit untuk membuat jalur sepeda di trotoar. Selain sempit, trotoar juga dipakai oleh pihak yang tidak memiliki hak, seperti digunakan untuk parkir kendaraan, berjualan atau kegiatan lain yang tak sesuai.

Maka saya setuju dengan usulan agar diberi “pagar” yang jelas, bukan cuma diwarnai berbeda dengan warna jalan raya. Mungkin pembatasnya tak perlu setinggi pembatas jalur bus Tije, tapi minimal tidak bisa dilalui seenaknya oleh pengendara sepeda motor atau mobil.

Apabila jalur sepeda sudah lebih bersih dan aman dari kendaraan bermotor, saya yakin pengguna sepeda akan bertambah, sekaligus menekan polusi udara. Semoga bertambahnya pengguna sepeda adalah karena banyaknya pengendara sepeda motor atau mobil yang beralih menggunakan sepeda, sehingga kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor juga berkurang.

Bila itu semua terealisasi, saya siap mengurangi penggunaan sepeda motor saya dan beralih ke sepeda.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2019 Agung Pushandaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *