Teror Bom: Fokus Saja Kepada Korban

1 menit waktu baca

Minggu, 13 Mei 2018, teror bom kembali terjadi di Indonesia. Kali ini di kota Surabaya. Teroris menyasar sejumlah gereja yang sedang ramai dikunjungi warga yang ingin melaksanakan ibadah.

Beragam respon muncul dari warganet atas kejadian ini. Ada sebagian yang mengutuk keras, ada yang menduga-duga pelaku dan motifnya, ada pula yang melimpahkan kesalahan kepada pihak tertentu, termasuk kepada pemerintah.

Saya pribadi sedih mendengar dan membaca berita ini. Lebih sedih pula saat melihat reaksi dan tanggapan warganet yang justru terpecah menjadi beberapa kubu.

Menurut saya, saat musibah terjadi, sebaiknya kita fokus saja kepada korbannya. Kita heningkan sejenak hari kita, panjatkan doa kepada Tuhan untuk korban luka maupun korban jiwa.

Bagi yang meninggal kita doakan agar Tuhan menerima roh mereka dan menempatkannya di dalam surga. Sementara yang luka kita doakan agar segera sehat kembali dan dikuatkan untuk melanjutkan hidupnya, terbebas dari trauma.

Kita tidak perlu berpikir yang lain. Apalagi menyalahkan siapa pun atau menyebarkan dugaan kita yang bisa jadi salah. Bahkan menjadi fitnah.

Sementara sebagian dari warga sedang berduka karena kehilangan sanak saudara, harta benda, dan yang lainnya, tidak elok rasanya sebagian lainnya justru berdebat dan bertengkar mengenai hal lainnya.

Saya sendiri tidak peduli siapa pelakunya, apa motif dan tujuannya, apalagi agamanya. Siapa pun bisa menjadi pelaku dan siapa pun bisa menjadi korbannya.

Bisa jadi saya, anda atau keluarga dan teman kita yang menjadi korban kalau terjadi aksi selanjutnya.

Dugaan, tuduhan atau mungkin fitnah yang disebarkan pihak-pihak tertentu tidak akan menghentikan pelaku, tidak akan mengembalikan semua yang luka dan meninggal. Itu semua cuma akan membuang-buang waktu dan energi kita semua.

Jadi biarkan pemerintah ambil tindakan. Kalau pun tindakan itu tidak cukup, kita berserah kepada kuasa Tuhan yang akan bekerja.

Kita cukup berdoa dan memohon kepada-Nya.

Berdoa untuk para korban, untuk sanak keluarga kita, dan untuk bangsa kita.

Semoga Tuhan senantiasa bersama kita semua.

#DoaUntukSurabaya #DoaUntukIndonesia

 

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2018 Agung Pushandaka

Related Post