Kontroversi SKPP

1 menit waktu baca

Anda pasti sudah tau kalau Chandra Hamzah dan Bibit Rianto sekarang sudah berstatus bebas dengan terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) dari Kejaksaan. Tapi, apa anda mengerti kenapa SKPP ini malah menjadi kontroversi tersendiri? Saya coba untuk menggambarkannya secara gampang dan ndak memakai bahasa hukum yang terkenal ribet dan njelimet itu. Hehe! Jadi begini kontroversinya..

SKPP adalah langkah hukum yang bisa diambil Kejaksaan sebagai Penuntut untuk menghentikan penuntutan sebuah perkara. Menurut pasal 140 ayat 2a Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), SKPP bisa diterbitkan kalau perkara itu ndak memiliki bukti yang cukup, atau bukan perkara pidana, atau memang harus dihentikan demi hukum. Tapi ternyata, SKPP yang terbit ini malah bertentangan dengan KUHAP. Di mana pertentangannya?

Bahwa “SKPP Chandra-Bibit” ini diterbitkan dengan alasan hukum yang ndak tepat. Menurut Marwan Effendy (Jampidsus), keduanya tetap memenuhi delik pidana yang disangkakan dalam pasal 12e dan pasal 23 UU no. 31 tahun 1999 yang diubah menjadi UU no. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Selain itu, sebelum terbitnya SKPP ini, Kejaksaan telah menyatakan bahwa perkara Chandra-Bibit adalah P21, atau telah lengkap berkasnya (cukup bukti). Di situlah letak pertentangannya. SKPP yang bertentangan dengan KUHAP ini ndak akan ada gunanya kalau ada pihak yang menggugat keberadaannya, dan dimenangkan pengadilan, maka kasus Chandra-Bibit bisa dibuka dan dilanjutkan kembali. Sama juga bohong kan?

Jadi, sebaiknya Chandra-Bibit ndak berpuas diri dengan SKPP ini. SKPP ini adalah cacat hukum dan membuka masalah baru lagi. Sebaiknya sih Chandra-Bibit yang menggugat SKPP ini dan menuntut penghentian kasus mereka dengan jalan yang sesuai dengan hukum, sehingga ndak menimbulkan masalah di kemudian hari. Malah kasarnya, lebih baik mereka menantang untuk melanjutkan kasus mereka ke pengadilan daripada kasusnya dihentikan dengan SKPP tapi status mereka bukan “ndak bersalah”.

Seharusnya, SKPP yang diterbitkan Kejaksaan berdasarkan alasan bahwa kasus ini kekurangan bukti. Dengan alasan ini, maka SKPP kuat secara hukum. Selain itu, dengan alasan kekurangan bukti maka status Chandra-Bibit menjadi jelas bahwa mereka benar-benar ndak bersalah atas dugaan penyalahgunaan wewenang. Sehingga SKPP yang muncul ndak malah menjadi perdebatan baru juga ndak menimbulkan masalah baru lagi.

Saya perlu tekankan bahwa kalau ada pihak yang menggugat SKPP ini, bukan berarti mereka adalah orang yang anti Chandra-Bibit. Tapi mereka adalah orang yang pengen mencari kebenaran dan kepastian hukum karena SKPP yang ada sekarang memang cacat hukum dan membuka peluang untuk dipertanyakan (digugat). Maka, dengan kontroversi ini, SKPP Chandra-Bibit malah ndak menyelesaikan masalah.

Begitulah kira-kira kontroversi SKPP ini..

Related Post

25 thoughts on “Kontroversi SKPP”

  1. Dan saya tekankan.. saya tetap tidak suka politik!!!

    btw, link mu sudah ku pasang, loooooo!!! Coba mampir ke blog, hehe.

    Makasi infonya, setidaknya saya tahu, walaupun tidak suka. hehehe.
    .-= Gek´s last blog ..Oh, teganya! =-.

    pushandaka Reply:

    Tenang saja. Ini bukan politik. Ini hukum. 🙂

    antokoe Reply:

    hukum yang diselingkuhi sama politik
    .-= antokoe´s last blog ..Bohong =-.

  2. Saya malas bacanya.
    Bosan ah, kasus ini mulu ga kelar-kelar hehehe…

    pushandaka Reply:

    Ndak kelar karena pemimpinya ndak jelas, bisanya cuma puisi doank!

  3. hmmmm, makasi, saya jadi lebih mengerti..

    btw, kalau boleh request, tulis tentang “hak angket” dong, saya benar2 nggak ngerti apa itu “hak angket” dan gimana jalan ceritanya 🙁
    .-= imadewira´s last blog ..Tersugesti Oleh Dokter Gigi =-.

    pushandaka Reply:

    Wah, tentang hak angket ya, bli. Saya sendiri pun blum tau secara detail tentang itu. Saya masih harus banyak baca lagi. Hehe!

  4. Betul, ngapain mesti ditutup klo mang ada kecurigaan dan ada (katanya) bukti? Mestinya teruskan penyelidikan sampe benar2 gak terbukti dan bersih. KPK bukan malaikat booo….
    Bukankah kejahatan bisa terjadi karena ada “kesempatan”? Barangkali kesempatan itu yg lom ada, hehehe….
    .-= chocovanilla´s last blog ..Kisah Cinta Seorang Gadis =-.

  5. males juga saya bacanya
    saya ngga butuh teori2. yang penting bagaimana caranya maalah ini cepet beres !
    .-= mata´s last blog ..bermoralkah saya ? =-.

    pushandaka Reply:

    Betul, semua orang berharap hal yang sama. Tapi anda sadar ndak bahwa semuanya jadi seperti ini karena praktiknya ndak sesuai dengan teorinya. Maka semua jadi kusut seperti ini.

    Tapi thanks buat komentarnya. Anda ndak harus baca isi blog ini kok. 🙂

  6. Kasus dugaan kriminalisasi pimpinan KPK atas Bibit Samad dan Chandra Hamzah kini memasuki babak baru. Pihak kejaksaan mengluarkan SKPP bagi keduanya. Namun sebagian kalangan berbeda pendapat menanggapi SKPP ini. Sebab SKPP ini menyiratkan bahwa keduanya tetap ‘bersalah’.
    Namun apapun opininya, pengeluaran SKPP ini cukup melegakan. Paling tidak keduanya dapat kembali memimpin KPK.
    Cara Membuat Blog

    pushandaka Reply:

    Saya suka komentar anda. Ini baru komentar..

    Terima kasih.

  7. Hukum ya, bukan politik?
    (manggut-manggut)

    Besok coba diberi label, biar jelas Politik apa Hukum, apa cuma sekedar berita yg terbit di koran..
    hehehe!
    .-= Gek´s last blog ..Morning Sickness =-.

    pushandaka Reply:

    Label sudah jelas banget di kategori. Silahkan dibaca lebih teliti kalau mau meninggalkan komentar.

    🙂

  8. Klo menurutku pribadi SKPP dikeluarkan agar cerita dibalik bibit chandra tdk diusut-usut…
    Maksudnya?
    Ya itu, cerita tentang pasal tuntutan yg berubah2, kok bisa bgitu? Kesannya nyari2 kesalahan, yg penting chandra dn bibit bs ditangkep.
    Kmrn kan sempat dipertanyakan, lalu muncullah tim delapan dengan hasilnya SKPP.
    Lalu itu yg dipertanyakan soal ada apa dibalik dituntutnya bibit dan chandra skrg ndak dibahas lg to?
    Win win solution kah? Cari aman kah?

    *analisa ngawur kali ya? Tp itu yg ada di benak saya.

Comments are closed.