Kontroversi Kasus Saipul

2 menit waktu baca

Berita tentang kecelakaan lalu lintas yang menimpa penyanyi Saipul Jamil yang menewaskan istrinya sendiri di jalan tol Cipularang masih banyak disiarkan di berbagai media. Tragedi ini kemudian berkembang menjadi kasus pidana karena Saipul diduga lalai dan harus bertanggung jawab secara hukum. Banyak komentar saya baca di internet tentang kasus ini. Banyak yang pro, ndak sedikit juga yang kontra dengan upaya pengusutan oleh polisi.

Berdasarkan penyelidikan ternyata didapat hasil bahwa ini adalah kecelakaan tunggal. Jadi ndak ada pihak lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Lebih lanjut terrnyata, mobil yang dikemudikan Saipul kelebihan penumpang. Blum lagi kondisi mobil yang hanya dilengkapi dengan sebelah rem saja. Plus ada gosip – entah ini benar atau ndak – Saipul juga dalam keadaan mengantuk saat berkendara. Maka, Saipul pun dianggap lalai oleh polisi dan jadi tersangka.

Kalau yang saya baca di Pasal 310, ayat 3 dan 4, maka jelas disebutkan bahwa setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana penjara 6 tahun dan/atau denda 12 juta rupiah. Maka sebenarnya apa yang dilakukan polisi dengan melakukan pengusutan dan menjadikan Saipul sebagai tersangka adalah benar.

Tapi kenyataannya yang berkembang di masyarakat ndak semudah itu. Ada faktor kemanusiaan dan rasa keadilan yang juga dikedepankan. Pantaskah seorang suami yang kehilangan istri tercintanya, diseret ke meja hijau dan harus menghadapi kemungkinan dipenjara bahkan sekaligus didenda? Kenapa Saipul begitu mudah ditetapkan sebagai tersangka sementara kasus korupsi yang dianggap “menewaskan” lebih banyak orang justru sulit pengusutannya?

Bahkan ada yang menilai, ndak ada unsur pidana dalam kejadian ini. Musibah yang dia alami murni adalah kehendak Tuhan. Wah, untuk yang satu ini saya malas berkomentar karena semua hal pastilah keputusan mutlak dari Tuhan walaupun saya ndak akan pernah tau apa dasar keputusan-Nya. Tapi, maaf kalau kasar, kalau semua-semuanya dihubungkan kepada kehendak Tuhan, ya ndak perlu repot-repot ada hukum segala.

Tapi menurut saya, ini kembali soal citra penegak hukum. Citra mereka terlanjur jelek di mata masyarakat, jadi sekalipun mereka melakukan hal yang benar, tetap ada kecurigaan di masyarakat. Seperti kasus ini, banyak orang curiga penegak hukum akan memanfaatkan kasus ini untuk mengeruk keuntungan dari tersangka. Sebagai orang awam, rasanya kita semua percaya Saipul akan mampu membayar “uang tebusan” untuk menyelamatkan hidup dan karirnya dari ancaman penjara.

Walaupun saya jijik dengan gaya dan penampilan Saipul di tivi, tapi saya ikut berduka atas musibah ini. Trus, berdasarkan berita yang berkembang, Saipul minimal harus menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. Kalau memang ada unsur kelalaian, dia harus bertanggung jawab. Cuma memang citra polisi menjadi pengaruh obyektifitas kasus ini di mata masyarakat. Polisi sudah kadung dianggap ndak pernah benar di mata masyarakat. Hmm, kita tunggulah..

Hati-hatilah di jalan.

Related Post

24 thoughts on “Kontroversi Kasus Saipul”

  1. memang aneh negeri ini untuk kasus2 yang kecil polisi sangat reaktif menyikapinya. Namun utk kasus yang besar yang jelas2 merugikan negara dan meresahkan masyarakat dibiarkan begitu saja bak ditelan bumi…

  2. setuju sama yang diatas!

    lah ma,amua juga kan manusia, nggak luput dari kesalahan. Lah wong Allah aja selalu mengampuni makhluknya yang khilaf, masa manusia malah menjebloskan sesamanya yang lalai. Ini kan nggak sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

    berat dah omongan gua -___-

  3. Saya sepakat dengan anda, rasanya memang kurang adil kalau Saipul harus dikenakan kasus lagi.

    Saya juga walaupun penggemar atau fans Saipul Jamil, tapi membayangkan dia yang sedih kehilangan istrinya lalu sekarang menjadi tersangka atas kematian istrinya, ibarat sudah jatuh lalu tertimpa tangga pula.

    Semoga pihak kepolisian bisa memberikan rasa adil untuk Saipul dan juga masyarakat Indonesia, rasanya masih banyak kasus yang lebih penting untuk diusut oleh kepolisian kita, apalagi jika kecurigaan kita benar bahwa ada udang dibalik batu atas kasus Saipul.

    Btw, sempat mampir ke blog saya dan komentar ya? Mohon maaf, tadi ada masalah di hosting (migrasi) dan komentarnya hilang, sekali lagi mohon maaf.

  4. jujur, aku termasuk orang yang nggak terlalu suka dengan bang saipul. Nggak sukanya bukan dalam arti negatif loh ya.

    kasihan juga sama musibah yang baru menimpanya. Baru aja jatuh, eh ada tangga yang nimpa.. kasihan..

  5. Sumpah jadi kekeh saya baca kalau bli jijik lihat gaya Saipul di tv hahahaa… Sama saya juga. Tapi tentu saja turut berduka atas kemalangan yang dia alami.
    Dan menurut saya, yang bli ulas itu benar. Memang peraturannya begitu kan, kalau dia lalai dan mengakibatkan kematian seseorang maka harus dihukum. Karena penegak hukum terbiasa punya citra gak baik, jadilah begitu…. masyarakat memandangnya berbeda.

  6. Hahahaha, kenapa jijik dengan gaya dia, Mas? 😀
    Kalo saya, selama ini melihat wawancara Jamil di inpotainmen tipi, merasa bahwa apa yang ditanyakan wartawan dengan jawaban yang dilontarkan terlalu ngawang jauh. 😆
    Jadi, jawaban yang dia lontarkan itu mbulet kesana-kemari gak langsung pada tujuan. 😀

    Saya pun bersimpati pada Jamil. 🙁

    Nah, yang saya bingung ya Mas Agung, padahal keluarga Virginia gak ada yang menuntut Jamil lho. Lha terus, bagaimana mungkin polisi terus mengusut “kasus” ini ke pengadilan?
    Bukankah pengadilan itu berjalan kalo ada pelapor dan terlapot??
    Entah ya kalo ilmu saya yang cethek…

    Agung Pushandaka Reply:

    Mas Asop,

    Dalam hukum pidana ada 2 macam delik, yaitu delik aduan dan delik biasa. Delik aduan baru diproses kalau ada pengaduan dari korban atau yang berkepentingan. Prosesnya pun akan dihentikan kalau aduan dicabut/ditarik. Misalnya kasus perkosaan. Kalau korban ndak mengadukan kejahatan itu, maka polisi ndak akan mengusut.

    Sementara untuk kasus Saipul masuk ke dalam delik biasa. Ndak perlu adanya pengaduan dari pihak keluarga korban untuk memulai proses pengusutan. Walaupun keluarga korban sudah memaafkan Saipul, pengusutan ndak akan berhenti. Kalau terbukti Saipul lalai, dia akan diadili di pengadilan.

    Begitu mas, yang saya tau. 🙂

    Asop Reply:

    Oh, ternyata begitu ya Mas… 🙂

  7. Saya sendiri kelewatan beritanya, tapi setelah membaca tulisan di atas, saya rasa tidak ada lagi yang perlu saya tambahkan atau telusuri.

  8. Polisi memiliki hak untuk mengusut. Asal kan diusut benar benar. Jangan memancing di air keruh. Dan harus sesuai dengan prosedur serta hari nurani. Bukan karena motif motif tertentu dari polisi.

  9. Iya kasian bener yak..lg berduka malah ditarik sana sini. Klu bukan celebriti pasti gak jd gini ya. Eh tp dpt asuransi jiwa 1 milyar khan ya hihihi ktnya lho

  10. sepertinya saipul jamil malah mendapat durian runtuh. buktinya, belum genap dua minggu dia langsung bikin shitnetron ttg kecelakaan itu.

    jadi ya, sudahlah. biarkan saja dia dituntut atas kelalaiannya.

  11. maap gan coba ngasih penerangan, sebenernya apa yang dibilang di atas mas Agung udah bener.kalo penjathan pidana dapat dilihat dari 2 unsur yaitu unsur kesalahan pada pelaku dan unsur kelalaian. untuk kasus saipul, kalau memang dalam penyelidikannya saipul terbukti lalai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang maka dia dapat dikenakan pidana penjara selama 5 tahun atau kurungan selama kurang lebih 1 tahun, setidaknya itu yang tercantum dalam pasal 359 Kitab Undang – undang Hukum Pidana.

Comments are closed.