Menjajal Kereta Bandara Soekarno-Hatta ke Cakung

3 menit waktu baca

Hari Sabtu lalu, 3 Maret, saya tiba kembali di Jakarta setelah tugas dinas ke Jogja selama 3 hari. Sudah agak siang, saya tiba di terminal kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Memikirkan mau naik apa pulang ke rumah di Pulogebang..

Ada 3 pilihan, bisa pakai taksi Blue Bird tapi mahalnya minta ampun, atau naik bus Damri ke terminal Pulogebang tapi tidak tau bus akan tersedia jam berapa di bandara, atau mencoba kereta bandara yang masih hits di Jakarta.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya saya memilih untuk mencoba fasilitas kereta bandara.

Dari terminal kedatangan Terminal 3, saya menumpang kereta layang (kalayang) bandara untuk menuju stasiun kereta bandara, yang letaknya di antara Terminal 1 dan Terminal 2.

Saya harus memperhitungkan waktu kedatangan dan lama perjalanan kalayang juga jadwal keberangkatan kereta bandara. Jangan sampai terlambat, karena kereta bandara baru akan berangkat setiap 30 menit.

Kalau anda lebih tidak beruntung, bahkan anda harus menunggu selama 1 jam untuk keberangkatan selanjutnya.

Kalayang hanya terdiri dari 2 gerbong saja. Dikendalikan oleh masinis, melaju lebih pelan daripada kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

Tiba di stasiun kereta, saya menuju ke vending machine untuk membeli tiket. Di sini, tiket hanya bisa dibayar menggunakan kartu debit/kredit. Harganya Rp.70,000,- untuk setiap penumpang dan sekali perjalanan.

Cukup murah untuk kebutuhan sendiri. Jadi masalah kalau kita bepergian bersama keluarga atau rombongan, karena setiap orangnya akan dikenakan harga yang sama sehingga total harga akan menjadi sangat mahal.

Mungkin taksi atau bus damri akan menjadi pilihan yang lebih baik kalau bepergian dengan rombongan dari/ke bandara.

Kalau belum pernah menggunakan mesin penjual tiket, jangan kuatir, ada petugas yang siap membantu di sana. Kebetulan pula kondisi di stasiun sepi, saya jadi tidak perlu tergesa-gesa mempelajari cara membeli tiket.

Akhirnya tiket terbeli dan saya segera masuk ke dalam kereta. Kondisinya masih bagus dan bersih. Jendela besar berada di sisi kiri dan kanan kereta.

Pukul 12.10 kereta berangkat. Tepat sesuai jadwal.

Selama perjalanan, saya menikmati pemandangan yang berbeda dibandingkan kalau menumpang taksi atau bus. Kali ini tidak ada pemandangan kemacetan, atau lalu lalang kendaraan di jalan tol atau antrian di gerbang tol.

Kali ini nampak pemukiman penduduk, tanah lapang, sekolahan, dll. Atau pemandangan pesawat yang take off atau landing saat kereta masih melaju di kawasan bandara. 

Lumayan untuk variasi.

Pemberhentian pertama setelah stasiun bandara adalah stasiun Batu Ceper.

Kereta hanya berhenti sebentar di stasiun Batu Ceper untuk naik/turun penumpang dan stasiun Duri untuk berganti lintasan menuju stasiun Sudirman Baru. Kereta tidak berhenti di stasiun lain.

Tapi mungkin akan lebih baik kalau misalnya kereta juga melayani naik/turun penumpang di stasiun Duri, sebab pemberhentian di stasiun Duri cukup memakan waktu menunggu giliran dengan KRL.

Secara total, butuh waktu 1 jam perjalanan dari stasiun bandara menuju stasiun Sudirman Baru.

Tiba di stasiun Sudirman Baru, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan beberapa pilihan moda transportasi, misalnya bus Transjakarta, KRL atau taksi. Berhubung tujuan saya ke Pulogebang, maka saya memilih untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KRL menuju stasiun Cakung.

Untuk menggunakan KRL, anda harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti waktu kedatangan dan keberangkatan KRL yang bisa dipantau melalui aplikasi KRL di smartphone anda, kepadatan penumpang terutama kalau di jam masuk dan pulang kantor, serta seberapa banyak/besar barang bawaan anda.

Karena waktu itu hari Sabtu siang, kondisi di stasiun Sudirman cukup lengang. Begitu juga kondisi di dalam KRL, tidak penuh sesak seperti kondisi di hari dan jam masuk/pulang kerja. Selain itu barang bawaan saya tidak banyak.

Saya bisa melanjutkan perjalanan dengan cukup nyaman.

Akhirnya, saya tiba di rumah sekitar pukul 2 siang. Cukup banyak waktu yang saya habiskan di perjalanan untuk menuju rumah dari bandara kalau menggunakan fasilitas kereta bandara.

Jadi, kalau anda ingin menggunakan fasilitas tersebut, anda benar-benar harus mempertimbangkan matang-matang waktu yang anda miliki, terutama kalau anda menuju bandara untuk menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan pesawat anda.

Semoga fasilitas dan pelayanan kereta bandara akan semakin baik di masa mendatang.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2018 Agung Pushandaka

Related Post