Kep. Menperindag No. 705/MPP/KEP/11/2003

2 menit waktu baca

Wah, bagus ya judul tulisan ini. Hehe! Maaf deh, saya ndak tau harus menulis apa untuk judul tulisan saya kali ini. Idenya pun saya dapat secara kebetulan yang ndak betul banget. Jadi begini ceritanya..

Beberapa siang yang lalu, seperti biasa cuaca di Denpasar panas banget. Jendela di kamar yang saya huni sudah saya buka lebar-lebar. Angin pun sebenarnya bertiup cukup kencang untuk menghilangkan rasa gerah. Tapi kok ya, badan saya ndak pernah bisa kering dari keringat. Ndak sederas keringat saat berolah raga sih. Tapi, tetap saja terasa ndak enaknya. Dispenser pun saya pindahkan ke dekat kasur supaya ndak butuh gerak badan berlebihan untuk meraih gelas dan mengisinya dengan air dingin. Hehe!

Bengong, itulah yang bisa saya lakukan waktu itu. Mau berolah raga ke lapangan Renon di dekat rumah, kok ya masih siang banget. Tapi, kalau berdiam di rumah, malah ndak nyaman karena badan jadi lengket-lengket karena keringat. Wah, jadi serba salah deh kalau cuaca seperti ini. Semoga panasnya neraka seperti panasnya Denpasar ya. Jadi, kalau nanti saya harus masuk neraka setelah mati, saya sudah terbiasa. Haha! Saya cuma becanda Tuhan..

Eh, saat mau mengambil air dingin untuk diminum, pandangan mata saya menumbuk sebuah sticker kecil yang tertempel di galon. Sebenarnya sudah sering saya lihat, tapi waktu itu, saya jadi mendapat ide untuk menulis di blog. Sticker itu berbunyi: BOTOL INI HANYA BOLEH DIISI OLEH PEMILIK MEREK AQUA. (Saya sengaja tulis nama mereknya. Siapa tau Aqua mau pasang iklan di sini. Hahaha!). Di bawahnya ada dasar hukum peringatan di atas.

Maka saya buka laptop, dan menuju google search. Kata kunci segera saya masukkan: Kep. Menperindag No. 705/MPP/KEP/11/2003. Maka inilah yang saya dapatkan. Kata kunci itu adalah peraturan yang tertulis di sticker kecil tadi.

Saya segera menuju ke pasal yang mengatur tentang ndak bolehnya pihak lain mengisi galon air minum itu. Pasal 9 ayat 3 bilang bahwa kemasan suatu merek Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) pakai ulang hanya dapat diisi ulang oleh perusahaan pemilik merek yang bersangkutan. Oke deh! Jelas dasar hukumnya. Kalau ada larangan seperti ini, pasti ada sanksinya. Saya segera menuju bagian lain peraturan itu.

Bab XI adalah bab tentang sanksi. Pasal 17 ayat 6 menyebutkan bahwa pelaku usaha yang melanggar ketentuan pasal 9 ayat 3 dst., dapat dijerat dalam 2 jenis sanksi. Pertama, pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak 1 milyar. Kedua, pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak 800 juta. Tergantung poin mana yang dilanggar oleh si pelaku usaha alias pemilik kios pengisian ulang galon air minum tadi.

Jadi intinya…, sebenarnya ndak ada inti pentingnya sih. Saya cuma pengen tau dan berbagi hasil cari tau saya tentang apa sih Keputusan Menperindag yang saya baca di galon air minum itu. Cuma itu saja kok. Lagi pula saya ndak tau lagi, apa kios isi ulang galon air minum masih ada atau ndak. Hehe..

Related Post

16 thoughts on “Kep. Menperindag No. 705/MPP/KEP/11/2003”

  1. Di Ende malah counter/kios isi ulang air minum gencar banget, bang 😀 wkwkwkwkw. Tapi yang asli AQUA cuma ada di sebuah mini market yang kami sebut Hero (bukan Hero seperti pemikiran orang2 di kota besar ya :D) hehehe. Di rumah juga ngisinya yang deket2 aja (Hero kan jaoh) 😀 hehehe.
    Btw waktu di Denpasar tahun lalu itu, saya juga beli air minum isi ulang di pemilik penginapan depan RS PRIMA MEDIKA itu, bang.
    Btw pengen ke Denpasar… 😀
    .-= tuteh´s last blog ..Confused For A Moment =-.

  2. Saya juga pernah baca, cuma tidak pernah menganalisis seperti bli Andaka 🙂
    *maap ini blog lain pak Dokter ya?*

    pushandaka Reply:

    Hehe, ini kali kedua saya dikira orang lain. Saya adalah Pushandaka, bukan andaka. Dan saya bukan dokter, karena seingat saya, gelar sarjana dan master saya adalah di bidang hukum. Hehe..

    Terima kasih untuk komentarnya..

  3. Kalo aku sih, selama galon itu udha aku beli, mau aku isi apapun ya terserahku hehehe… mo diisi coca cola kek, bensin kek, kan galonnya udah aku beli. 😀

    pushandaka Reply:

    Peraturan itu kan bukan melarang mbak mau mengisi galon yang mbak beli dengan apapun. Kalau untuk masalah itu sih, ujungnya ke masalah kesehatan. Sebab setau saya, kemasan air minum itu ndak sehat kalau diisi ulang sembarangan.

Comments are closed.