Kenapa ke Nusa Dua?

1 menit waktu baca

Perhelatan Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua dimenangkan oleh petenis cantik Ana Ivanovic. Tapi yang jadi berita di dalam negeri bukanlah Ana, melainkan seorang penonton partai semifinal antara Daniela Hantuchova versus Yanina Wickmayer, yang diduga atau mirip Gayus Tambunan, si terdakwa mafia pajak. Pertanyaan pertama untuk kasus ini adalah, benarkah si penonton tenis itu adalah Gayus? Kalau memang benar, bagaimana dia bisa berada di Nusa Dua, padahal seharusnya dia berada di Rutan Brimob Kelapa Dua? Pertanyaan terakhir, kenapa dia ke Nusa Dua bukan sekalian saja keluar negeri?

Kemungkinan pertama, anggaplah si penonton tenis itu memang benar Gayus. Bagaimana dia bisa keluar dari Rutan Brimob? Sebenarnya saya pribadi blum pernah tau apa alasan seorang terdakwa boleh meninggalkan rumah tahanan — sepertinya saya perlu baca lagi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana secara perlahan dan detail. Tapi menurut berita yang saya baca, Gayus diberi ijin keluar untuk berobat pada hari Jum’at. Faktanya, Gayus terlihat berada di Nusa Dua di hari yang sama. Andaikata si penonton itu memang benar Gayus, kenapa dia harus ke Nusa Dua?

Pertanyaan ini menarik untuk saya karena seharusnya Gayus bisa saja pergi ke luar negeri bersama istrinya. Bayangkan saja, kalau dia bisa melewati petugas rutan dan bandara seperti itu, kenapa ndak ke luar negeri saja? Saya menduga, Gayus atau siapa pun yang berada di belakangnya, pengen menunjukkan bahwa mental sebagian aparat kita parah dan gampang banget disuap. Aparat yang disuap pun ndak mungkin cuma aparat kelas rendahan. Saya rasa ndak ada petugas yang senekat itu membiarkan Gayus pergi dengan bebas tanpa ijin atau bahkan perintah atasannya.

Sekali lagi, seharusnya Gayus bisa saja pergi jauh ke luar negeri yang seluruh penduduknya ndak mengenal wajahnya kemudian menetap di sana dan membiarkan kepergiannya jadi urusan polisi saja. Tapi dia justru memilih ke Bali yang pasti dia sadari banyak orang yang akan mengenali wajahnya. Maka sekali lagi, saya menduga, mungkin Gayus cuma pengen menunjukkan kepada kita semua bahwa dia bukan pelaku tunggal dalam kasus mafia pajak. Sama halnya dengan kepergiannya ke Nusa Dua, banyak pihak yang terlibat.

Trus, bagaimana kalau ternyata si penonton tenis itu bukan Gayus? Wah, saya cuma bisa ikut prihatin kenapa punya wajah mirip Gayus Tambunan..

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

11 thoughts on “Kenapa ke Nusa Dua?”

  1. Kalo ada yg beneran cuma mirip salut deh .. Bisa mirip banget. ๐Ÿ™‚

    BTW Gayus itu dituntutnya berapa tahun sih?..

    Agung Pushandaka Reply:

    @fb,

    Setau saya, proses persidangan Gayus blum sampai pada pembacaan tuntutan Jaksa deh mas. Tapi kalau ancaman pidananya, seingat saya maksimal 20 tahun.

  2. hehehe, bingung sendiri liat skandal macam ini. ngomong2 anda liat sendiri gak waktu Gayus di Bali?! ๐Ÿ˜€

    Agung Pushandaka Reply:

    @indobrad,

    Saya malah ndak ada di Bali waktu itu. Hehe!

  3. Teroris saja bisa disketsa dan ditangkap, masak ada sdh foto dan ada orangnya (gayus) tdk bisa dianalisis?

    Agung Pushandaka Reply:

    @Winarto,

    Yang sulit dianalisis itu mungkin adalah siapa perwira yang ikut terlibat?

  4. Tapi perkembangan terakhir yang saya dengar dari seorang teman, katanya itu memang Gayus karena dia mengaku sendiri perlu refreshing. Nongol-lah dia di sana.
    Statusnya masih tahanan kok bisa jalan-jalan ya? Pakai acara menyamar pula. Tidak habis pikir saya.

    Agung Pushandaka Reply:

    @Tamba Budiarsana,

    Betul, akhirnya dia mengaku. Ini bak pukulan telak di dagu untuk polisi dan petugas rutannya. Semoga polisi benar-benar adil dan tegas dalam menyikapi kasus ini.

  5. akhirnya Gayus mengaku bahwa itu memang dia, tapi tetap saja banyak pertanyaan dan keanehan dalam kasus ini, salahs satunya seperti yang anda tulis diatas.

Comments are closed.