Kenapa Jakarta Meledak Lagi?

3 menit waktu baca

Jakarta meledak lagi. Saya sebagai anggota masyarakat biasa, cuma bisa mengutuk keras pelaku peledakan Jakarta di Hotel Ritz Carlton dan J. W. Marriott. Sejak pertama kali menonton liputan bom itu jam 9 pagi, sampai saya harus meninggalkan rumah karena suatu urusan jam 1 tengah hari Jum’at kemarin, SBY ndak muncul-muncul juga di tivi untuk memberikan pernyataan resminya sebagai presiden.

Akhirnya, baru jam 5 sore saya bisa menyaksikan pidato presiden berkaitan dengan kasus ini. Saya kira, dengan menunda-nunda memberikan pernyataan sebagai presiden sampai setelah shalat Jum’at, SBY akan menghasilkan suatu pernyataan yang mampu mengobati kekecewaan dan meredakan ketakutan masyarakat. Tapi yang ada malah sebaliknya.

SBY dengan ’emosional’ membeberkan fakta-fakta yang cukup mengagetkan walaupun hal itu adalah sebuah kewajaran menurut saya. Dalam pidatonya, SBY menunjukkan foto-foto yang menggambarkan sekelompok orang sedang melakukan latihan militer dengan menjadikan foto diri SBY sebagai sasaran latihan tembak. Saya menilai wajar karena foto-foto SBY adalah termasuk dalam salah satu simbol negara (selain lambang negara Garuda Pancasila dan bendera negara Sang Merah Putih) yang lazim dipakai oleh pihak yang membenci Indonesia untuk semakin mengobarkan kebencian mereka terhadap negeri ini. Ndak mungkin mereka memakai foto Inul Daratista sebagai sasaran latihan tembak mereka.

Pidatonya kemudian mengarahkan massa untuk melihat kasus ini dari sisi kericuhan pemilu kemarin. Kenapa harus seperti itu? Kenapa SBY malah memecah belah masyarakat yang sedang kalut? Kenapa SBY dengan percaya diri mengelompokkan pelaku peledakan sebagai orang yang menolak hasil pemilu? Walaupun ndak menyebut nama, kebanyakan masyarakat pasti kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Megawati-Prabowo yang selama ini gencar menolak kemenangan SBY.

Tudingan itu kemudian ditambah lagi dengan ‘tuduhan’ bahwa ledakan ini dilakukan oleh orang-orang yang melakukan penculikan dan pembunuhan di masa lalu yang sampai sekarang masih berkeliaran. Siapa orang yang dimaksud? Semua orang tau, yang dimaksud SBY cuma ada 2 orang, Wiranto dan Prabowo. Mereka adalah 2 seteru SBY dalam pilpres kemarin yang pernah menjadi tertuduh sebagai penculik dan pembunuh aktivis yang menentang pemerintah waktu itu.

Pertanyaan saya kemudian, kenapa harus pernyataan semacam itu yang dilontarkan SBY? Kenapa SBY yang sudah merasa tau kalau ada pihak-pihak yang menolak hasil pemilu akan melakukan hal seperti ini, bukannya meningkatkan kesiagaan aparat keamanan? Kenapa malah SBY menyalahkan pelaku peledakan, kalau sebenarnya dia sudah diinformasikan oleh inteligen bahwa ada orang-orang yang akan melawan hasil pemilu dengan menduduki paksa kantor KPU, melakukan revolusi kalau SBY menang, dan mencegah SBY dilantik menjadi presiden 2009-2014? Seharusnya dia menimpakan kesalahan kepada dirinya sendiri sebagai orang yang sudah tau dengan ‘gejala-gejala’ anarkis itu tapi ndak mampu mencegah terjadinya bencana ini.

Kenapa SBY bukan menjelaskan hal itu kepada masyarakat? Masyarakat lebih membutuhkan informasi mengenai; kenapa Jakarta bisa meledak lagi? Apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat? Kenapa Badan Inteligen Negara (BIN) yang sudah tau ada pihak-pihak yang akan berbuat ulah, ndak bertindak apa-apa untuk mencegahnya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu yang dibutuhkan masyarakat.

Bisakah masyarakat tetap percaya dengan pekerjaan BIN? Kalau benar bom ini ditujukan untuk mengancam keselamatan SBY, mereka sudah melakukan apa? Sekedar mengingatkan, pernah ada kejadian sekelompok orang menari-nari di depan SBY sambil mengibarkan bendera salah satu kelompok separatis. Apa yang dilakukan BIN waktu itu sampai hal itu terjadi? Untung waktu itu orang-orang itu cuma mengeluarkan bendera, bayangkan kalau waktu itu mereka mengeluarkan bedil? Apa ndak tamat riwayat SBY waktu itu?

Lagipula, kalau memang benar peledakan bom ini dilakukan oleh pihak-pihak yang menolak SBY menjadi presiden RI 2009-2014, kenapa mereka ndak meledakkannya di Puri Cikeas sekalian? Kalau melihat kualitas BIN dan aparat keamanan yang ‘meloloskan’ sekelompok orang untuk mengibarkan bendera ‘musuh’ di depan batang hidung SBY seperti itu, rasanya meledakkan Puri Cikeas bukan suatu hal yang mustahil. Hal itu juga akan lebih menjamin batalnya SBY menjadi presiden. Iya kan?

Seharusnya, SBY mempertanyakan lagi ke anak buahnya di BIN, Kepolisian dan TNI. “Apa saja yang sudah mereka lakukan sampai bisa kejadian lagi ledakan seperti ini di tempat yang sama pada ledakan pertama tahun 2004?”

Apalagi, Ritz Carlton pada hari Sabtu (18 Juli) digunakan sebagai tempat menginap ‘tamu negara’ yang sudah ditunggu-tunggu jutaan rakyat, Manchester United. Mungkin yang menunggu Manchester United datang ke Jakarta lebih besar jumlahnya daripada jumlah orang yang memilih SBY dalam pilpres kemarin. Apa yang sudah dilakukan BIN dan aparat keamanan untuk melindungi para tamu negara itu? Kalau melihat bagaimana hancurnya ruangan depan hotel Ritz Carlton, rasanya mereka ndak melakukan apa-apa untuk menjaga keamanan dan citra negara kita.

Sekarang semua sudah terjadi. Sekali lagi, saya kecewa dengan sikap SBY dalam menghadapi suatu masalah. Tapi saya berharap, masyarakat ndak tergiring dengan dugaan-dugaan yang ditunjukkan SBY dalam pidatonya. Biarlah kepolisian mengungkap siapa pelaku peristiwa ini sekaligus menebus kesalahan mereka yang sudah lalai menjalankan tugas mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Saya sedih, Jakarta meledak lagi. Melihat kiprah pemerintah beserta alat-alat keamanan negara ini, saya kok ndak yakin bahwa kejadian ini akan menjadi kejadian terakhir yang akan melukai tubuh, hati, dan perasaan rakyat Indonesia.

Damailah Indonesiaku..

Related Post

7 thoughts on “Kenapa Jakarta Meledak Lagi?”

  1. begitulah, om. memang lebih mudah menyalahkan orang lain daripada mengoreksi diri sendiri. sudah jelas kecolongan, eh, malah ngeles..

    Iya nih, Pan Bani. Kalau pemimpin saja ndak berani mengakui kesalahan, bagaimana yang dipimpin? Kecewa saya..

  2. pasti SBY saat ini menyesal telah memberikan pidato seperti itu….

    berarti benar pilihan saya untuk tidak memlih SBY…

    Semoga SBY menyesali pidatonya. Sebagai presiden, seharusnya dia menjadi orang pertama yang berusaha menenangkan perasaan rakyatnya di tengah kekalutan ini. Bukan malah menambah kontroversi yang semakin meresahkan masyarakat.

  3. Bner bgt.,
    emg sulit bwt nyalahin cp,
    tp yg jelas pelaku dan perencana gk punya ati.

    Saya setuju dengan anda. Itu yang seharusnya ditekankan oleh SBY pada pidatonya. Bahwa si pelaku adalah musuh kita bersama. Bukannya malah semakin meresahkan masyarakat dengan keluhan-keluhan SBY yang cenderung cengeng dan paranoid. Saya merasa, negara ini ndak butuh pemimpin yang cengeng dan melankolis.
    Terima kasih..

  4. yang anehnya SBY memperlihatkan fotonya jadi sasaran tembak teroris, ya iyalah.. masak yg dijadikan sasaran tembak itu ketua FPI?

    pendapat saya, teroris bukan hanya tanggung jawab aparat dan pemerintah, kita juga sebaiknya waspada terhadap sekeliling..

    Saya sepakat dengan pendapat anda. Tapi, kalau sudah terjadi seperti ini, tanggung jawab tertinggi jelas ada pada pemerintah. Sebab mereka punya alat dan sumber daya manusia (Polisi, TNI, Intelijen, dan aparat kemanan lainnya) yang lebih baik daripada kita yang cuma mengandalkan naluri dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

    Sebenarnya, saya pun ndak pengen mencari-cari siapa yang salah. Tapi, SBY yang memulainya. Dia bukannya mengambil alih tanggung jawab atas kesalahan aparatnya atas kejadian ini serta menenangkan rakyatnya, tapi malah marah-marah melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Sekarang, rakyat bukannya bersatu, tapi malah jadi saling curiga dan bantah-bantahan. Tentu bukan situasi itu yang kita butuhkan menghadapi situasi kalut seperti ini.

  5. saya pribadi kurang sreg jg dengan ucapan pak sby, tp saya berusaha positif thinking aja. mgkn beliau saking emosinya jd sedikit kurang bijak saat konfpers. akibat ucapannya itu, semua org jd berantem kayak anak tk, sampai2 lupa dgn masalah sebenarnya.

    yg penting sekarang adalah mari kita benahi negara ini, biar namanya kembali baik di mata dunia.

    Kalau blum bisa mengendalikan emosinya, saya menyarankan sebaiknya mundur saja dari kursi presiden. Presiden itu pemimpin rakyat. Kalau presiden saja ndak bisa mengatur emosinya, malah membingungkan rakyatnya.
    Kalau sudah bersedia dipilih menjadi presiden, emosi pribadi harus dikesampingkan. Menurut saya seperti itu.

  6. Yang dibingungkan kenapa kalau mereka benci ma negara barat, tapi malah ngebomnya di negara sendiri ??

    Well, ni tugas ebrat buat presiden kita. Semoga aja kedepannya indonesia jadi lebih damai. Amin πŸ™‚

    πŸ™‚
    Tindakan terorisnya sih ndak usah dibingungkan Mas. Lah, mereka saja ndak bingung mau nyerang barat atau timur. Pokoknya bom meledak, banyak orang tewas. Itu saja yang ada di pikiran mereka.
    Jadi, kita ndak usah bingung Mas. Mereka musuh kita bersama! πŸ™‚

Comments are closed.