Kecewa Pos Indonesia

2 menit waktu baca

Lupakan sejenak tulisan tentang SBY dan aparat hukumnya di blog ini. Kali ini saya pengen menyampaikan keluhan saya terhadap pelayanan PT. Pos Indonesia. Semoga ndak berujung gugatan seperti Prita Mulyasari. Begini ceritanya..

Rini, pacar saya, berniat mengirimkan beberapa buku untuk saya dari Jogja. Berhubung buku itu saya butuhkan dalam waktu dekat, maka Rini mencari jasa pengiriman yang paling cepat. Karena punya pengalaman baik menggunakan jasa Pos Express dari PT. Pos Indonesia, maka tanpa ragu Rini memilih lagi service itu. Menurut pengalaman memakai jasa Pos Express, pengiriman cuma membutuhkan waktu ndak lebih dari 24 jam. Hebat kan? Waktu itu, Rini memasukkan paket pada pagi hari di Jogja, sorenya di hari yang sama paket itu sudah sampai di Denpasar. Percaya deh! Saya ndak lagi becanda.

Maka pagi itu, Jumat (20/11), Rini segera menuju Kantor Pos pusat Jogja di dekat Malioboro sana. Berdasarkan pengalaman, maka seharusnya sore hari kiriman itu sudah ada di tangan saya. Tapi kiriman itu baru saya terima Senin pagi (23/11). Menurut informasi yang Rini terima dari salah satu petugas Pos Indonesia di Jogja, kiriman tertanggal 20 November itu sampai di Denpasar tanggal 21 November. Loh! Mana janji 1 hari sampai?? Pihak Kantor Pos Jogja menyalahkan Kantor Pos Denpasar yang ndak cepat mendistribusikan semua kiriman ke kantor cabangnya untuk segera disampaikan ke penerima.

Kekecewaan pertama blum menyurutkan kepercayaan kami berdua kepada Pos Indonesia. Sekali lagi, Senin kemarin (23/11) Rini harus mengirimkan sebuah sertifikat yang saya butuhkan untuk melamar sebuah pekerjaan di Jakarta. Walau dengan keyakinan yang sudah berkurang karena keterlambatan sebelumnya, kami sepakat memakai jasa Pos Express sekali lagi. Pagi hari pukul 8:17, paket resmi masuk Kantor Pos pusat Jogja. Harapan kami, sore hari sertifikat itu sudah ada di tangan saya.

Tapi sampai Selasa malam ini, (24/11), ndak ada satu pun kurir dari Kantor Pos Denpasar yang mampir ke rumah. Padahal rumah saya ndak lebih dari 500 meter jauhnya dari Kantor Pos pusat Denpasar. Akhirnya, Rini sekali lagi menghubungi pihak Kantor Pos di Jogja. Kali ini alasan dari Kantor Pos Jogja berbeda dengan kejadian sebelumnya. Kantor Pos Jogja sebagai pengirim menyalahkan pihak Garuda Indonesia yang menunda pengiriman karena over load. Walah!

Saya ndak peduli siapa yang salah. Apalagi kesalahan itu murni kesalahan teknis, bukan force majeure. Saya benar-benar kecewa dengan Pos Indonesia. Selama ini saya dengan bangga memilih jasa kurir oranye ini untuk mengantarkan segala paket yang pengen saya kirim ke luar kota. Tapi kebanggaan itu cuma berujung kekecewaan. Secara kebetulan, tadi pagi saya membaca di rubrik Surat Pembaca Kompas edisi kemarin (23/11), keterlambatan ndak cuma terjadi di Jogja, tapi juga Surakarta dan Semarang. Jadi, jangankan Jogja-Denpasar yang berselat lautan, yang Surakarta-Semarang saja bisa terlambat.

Sekarang, saya harus meratapi kegagalan saya mengirimkan berkas lamaran kerja yang harus saya kirim paling lambat esok hari, 25 November. Seperti inikah layanan Pos Express? Bagaimana yang standarnya di bawah Pos Express? Saya kecewa Pos Indonesia..

27 thoughts on “Kecewa Pos Indonesia”

  1. saya juga pernah dikecewakan dengan pos indonesia. Saya pernah sekali mengirimkan paket dari bali ke jakarta. sampai sekarang, entah bagaimana kabarnya. Hanya Tuhan yang tahu. tidak ada yang tahu dimana paket tersebut nyungsep. hihihi
    .-= ketut sutawijaya´s last blog ..Masih tentang FB =-.

  2. Saya sendiri belum pernah mengalami hal-hal seperti itu. Namun biasanya saya hanya mengirim barang-barang atau surat yang tidak terlalu penting untuk segera sampai lewat POS Indonesia.

    Namun jika saya mengirim dokumen penting atau benda yang harus sampai dalam waktu 24 jam. Saya biasanya menggunakan jasa Pajet Yes dari TIKI/JNE.

    Bukankah katanya kalau tidak sampai tepat waktu mendapatkan ganti rugi?

    1. Halo Cahya..

      Saya blum tanya secara langsung ke Kantor Pos Denpasar mengenai ganti kerugian. Di copy resi pengiriman ndak dicantumkan mengenai ganti rugi. Di sana cuma ada batas waktu untuk melakukan pengaduan terhadap keterlambatan.

      Seharusnya sih ada ya..

  3. Sabar, bang. Sabar… mungkin ada hikmah dibalik semua ini. Semoga dengan tulisan ini, PT. POS nggak menuntut atau apa lah seperti yang terjadi pada Bu Pritha hehe, tapi justru jadi cambuk untuk membenahi diri menjadi lebih baik.

    Kalo kami di Ende sini, sudah biasa dengan pengiriman (mo express sekalipun) yang nyampenya bisa 3-4 hari 😀 hehehe. Kami maklum sama transportasi yang nggak lancar 😀 asal barangnya sampe… kalo butuhnya urgent gitu, terpaksa pake kargo2an maskapai aja :p hehe…
    .-= tuteh´s last blog ..Row(L)an Atkinso =-.

  4. Pin Google Adsense gak pernah nyampai2 di 2 tempat yang berbeda. Padahal arealnya Denpasar. Akhirnya keluar jurus merayu-rayu paman Google dengan berbagai alasan yang gak masuk akal. Kalah atau sengaja dikalahkan jasa Kurir lainnya, hmm gak tau juga… peace.
    .-= Harry Sudana´s last blog ..Internet Training in Yakkum =-.

  5. mmhh.. mestinya pengalaman buruk sebelumnya jangan diulangi lagi, sama aja mengulang kesalahan yang sama. Kalo oming sih, karena bisnis ming ada hubungannya dengan kirim barang sana-sini, waktu dan biaya sangat bearti, sekali mereka mengecewakan, lebih baik gak pake jasa dia lagi apalagi untuk barang yang urgent.
    .-= oming´s last blog ..Komputer Gak Ada, Laptop Baru Ada =-.

    1. Saya memilih Pos Express setelah keterlambatan yang pertama kali bukan karena pengen terjerembab ke lubang yang sama dua kali. Tapi lebih karena saya pikir, ndak ada yang sempurna. Jadi, saya pikir keterlambatan itu merupakan kesialan saya saja. Apalagi waktu itu adalah pengalaman buruk saya yang pertama kali setelah puluhan tahun memakai jasa Pos Indonesia.

      Yah, semoga saja keadaan ini ndak terulang lagi.

  6. Apalagi saya…..
    Katanya udah sampe 10 hari.. sekarang udah 4 minggu, paketan saya belum sampai rumah.

    Abis itu, belum lagi pajak yg harus dibayar…
    SAYA KECEWA DENGAN POS INDONESIA!!!!!

    (Eh, ayo tukeran link, kalo ga isa follow… (pasrah…)
    .-= Gek´s last blog ..Rumput Liar =-.

  7. Sebentar, dulu memang Pos Indonesia cabang Jogja (dekat kampus UGM) menyatakan bisa ekspres 24 jam. Dan saya buktikan memang betul-betul ekspres. Tapi setahu saya, belakangan, dengan jenis layanan yang sama, beberapa kali, pihak petugas loket Pos Indonesia dekat kampus UGM selalu mengingatkan bahwa waktu kirim (saat itu masih jam 9 pagi; jam 10 atau 12 ke atas dikirim esok hari; cmiiw) ke Denpasar sekarang memakan waktu lebih dari 24 jam, bukan lagi 24 jam. Saya lupa alasan yang disampaikan petugas waktu itu.

    Jadi pengiriman Jumat pagi mungkin sampai di Denpasar sehari sesudahnya. Tapi hari Sabtu, apakah kurir masih bekerja? Jadi biasanya diantar Senin. 🙂

    Alternatif lain untuk kiriman 24 jam, kirim via paket bus (Safari, Gunung Harta, Pahala Kencana, dll), atau TIKI yang relatif lebih mahal. 🙂
    .-= dani´s last blog ..Web Blog Navigation Menu =-.

  8. SeTuju . . . pelayanan pT . pos indonesia emank ga memuaskan. Nih, saya sedang menunggu paket dari surabaya yang tak kunjung datang. Yang ada hanyalah penyesalan kenapa mempercayakan pengirimannya kepada PT . pos indonesia .

  9. yach.. aku punya banyak pengalaman buruk dgn jasa PT pos ini.. dan tidak bisa berbuat banyak ketika barang terlambat berminggu2.. kupikir sekali dua kali sih wajar lah.. tapi kok berulangkali ya.. akhirnya aku kapok pake jasa pos indonesia ini. dulu mereka bisa saja seenaknya karena monopoli (gak ada saingan jasa pengiriman lain yg berarti)tapi skrg kan banyak.. tinggalin ajah ganti yg lain yg bisa dipercaya.. kalo pengen kembali dipercaya.. ya perbaiki dulu pelayananya.

Comments are closed.