Kamu Mau Jujur?

1 menit waktu baca

Siang itu saya duduk berhadapan dengan seorang laki-laki warga negara Amerika Serikat dan seorang perempuan pribumi. Mereka menatap ke arah saya dengan pandangan yang mungkin meremehkan. Sebelumnya saya bilang ke mereka bahwa saya ingin melakukan semua bisnis dan usaha saya dengan jujur dan sesuai hukum. Ndak cukup dengan itu, saya mengritik cara mereka menjalankan bisnis yang mereka geluti. Ndak lama kemudian, salah satu dari mereka mulai menanggapi perkataan saya. Setelah itu, beberapa saat kemudian, mereka berdua secara bergiliran berusaha “mengajak” saya..

“Gung, kamu ini hidup di Indonesia. Kamu ndak akan bisa melakukan bisnis yang bersih di negara ini. Saya berani bilang bahwa negara ini terlalu korup. Mungkin salah satu negara yang terkorup di dunia. Dulu Korea seperti Indonesia. Mungkin lebih buruk dari Indonesia sekarang. Tapi, pemimpin mereka punya keberanian. Bos Hyundai, Samsung, dan bos konglomerasi lainnya dipenjara karena mereka mengatur pemerintah dengan uangnya yang berlimpah. Sekarang, ndak ada lagi yang berani mengatur pemerintah seperti itu” kata si pria Amerika kepada saya dengan bahasa Inggrisnya yang khas negeri Paman Sam.

“Tapi coba lihat di negaramu ini. Gayus Tambunan sudah mengklaim bahwa dirinya pernah membantu Bakrie untuk mengakali pajak perusahaannya yang tinggi. Dengan bantuan Gayus, Bakrie bisa membayar pajak dengan nilai yang lebih murah. Tapi polisi bahkan ndak berani menangkapnya. Presidenmu itu juga, pada awalnya bilang akan menangkapi para pengemplang pajak. Eh, belakangan malah menghadiri pernikahan anaknya Bakrie. Kamu masih yakin bahwa negaramu akan menjadi negara yang bersih?” sambung si pria lagi.

“Gung, kalau kamu pengen jadi orang yang bersih di Indonesia, nasibmu akan sama seperti Susno” kata si perempuan menimpali, merujuk pada kasus Polisi vs Susno Duaji.

“Agung, dengarkan saya” kata si pria lagi. “Suatu hari kamu akan mengerti bagaimana susahnya berbisnis dengan jujur di Indonesia. Mungkin suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa idealismemu itu ndak akan bisa bertahan di Indonesia. Saya hargai kamu dengan semua idealisme kamu. Jarang saya melihat orang seperti kamu. Tapi suatu saat kamu akan mengerti..” sambung si Pria.

“Suatu hari kamu akan punya istri dan anak. Kamu akan membutuhkan pemasukan untuk bisa menghidupi mereka. Kalau kamu 100% jujur, kamu akan kesulitan untuk hidup dengan layak dan menjalankan bisnismu dengan sukses” pungkas si pria.

Saya cuma diam, enggan untuk berdebat..

38 thoughts on “Kamu Mau Jujur?”

  1. Bli Gung. Saya optimis bahwa suatu saat hal seperti ini akan mengalami antiklimaks. Dan kita bisa seperti Korea untuk pelan-pelan berbenah diri.

    Dan tentang pak SBY, kita tidak tau triknya beliau. Yang saya lihat, beliau menggunakan metode persuasif untuk mengatasi masalah. Fifty-fifty solution.

  2. ah, itu cuma godaan bli, jangan didenger, yang penting tetep konsisten sama pendirian, apa lagi kalo pendirian kita itu benar…

  3. Jujur itu ya kita yang becermin bukan? Mengapa mesti bawa-bawa orang lain atau pun negara segala?

    Korupsi sudah jadi rahasia umum, tapi masak kita mau ikutan menambah rahasia umum?

    Kata dosen saya, “we are what we think”.

  4. tinggal di negara mana mas ? untung di negara saya gak seperti itu…presiden di negara saya sangat baik dan royal, bahkan wakil rakyatnya saja rencananya akab diberi dana aspirasi Rp.15 M per kepala ( yg wakil rakyat kepalanya banyak bakal dapet lebih banyak dong 😀 )…. klw saya mending jujur… meski sorga dan neraka belum tentu ada tapi saya lebih memilih aman untuk percaya bahwa itu ada 🙂

  5. jujur itu gak sulit, tinggal dilakukan, dan terjadilah. yang susah adalah menerima konsekuensi dari kejujuran itu sendiri.

  6. kalau melihat semua kejadian yang ada dilapangan semua yang dibilang si amerika dan perempuan itu benar sobat..tapi kita harus yakin pasti suatu saat negara ini akan menjadi bangsa yang besar dan bebas korupsi ( 1000 tahun lagi kali ya 😀 😀 😀 )

  7. waduhhh berat bahasannya mas ndaka.
    tapi yang jelas kejujuran akan mendatangkan hikmah yang baik pula untuk kita. sesuatu yg diawali dengan kebaikan pasti akan berujung kebaikan pula 🙂

  8. jujur memang ga mudah tapi percaya sama yang di atas, kejujuran pasti lebih menguntungkan… semoga aku bisa selalu jujur 🙂

  9. Bicara soal menerapkan kejujuran memang tidak mudah, tapi setidaknya kita harus mencoba. Menurut saya tidak ada yang jujur di dunia ini, even Pak Susno juga, siapa yang tahu kan, bisa jadi dia memang jujur, tapi mungkin juga beliau pernah sekali terpeleset tidak sengaja. Tergantung bagaimana kita memperbaiki diri saja dari perbuatan kita.

  10. sobat,,,,
    doakan aku untuk bisa hidup dg Jujur…
    amiin
    dan kudoakan pula kmu jg bs hidup dengan Jujur!
    amiin

    mari lakukan dengan Kejujuran…

    *kuakui bekerja dg 100% bersih memang berat, tetapi bukan tdk dengan meninggalkan bersih dan menceburkan diri ke dalam kekotoran.

    JUJUR ! SIDIQ ! AMANAH ! HONEST ! CREDIBLE !

  11. hmmm…. sekilas semua “nasehat” itu membuat kita pesimis bisa bisnis dan hidup bahagia dengan jujur.

    tapi hidup bahagia tidak harus kaya kan? jadi kalau bisa kaya dengan cara yang tidak jujur, lebih baik hidup biasa2 saja tapi tetap bahagia.. 🙂

  12. Nggak apa-apa nggak kaya raya, rumahnya nggak lusinan, mobilnya banyak, nggak bisa jalan2 keluar negri. yang penting masih bisa makan, makannya enak pula, nggak sambil dihantui perasaan menyesal dan takut masuk neraka. krn makan dr duit halal, nggak nipu 😀

  13. jaga idealisme mu mas Agung. Walaupun kenyataannya kaki kita berada di dalam lumpur, setidaknya bagian atas tubuh kita bebas dan masih bisa berguna untuk Indonesia.

  14. saatnya blogging dengan jujur, pada diri dan orang lain. Begitu banyak blogger besar jatuh karena bisnis orang lain yang culas.

Comments are closed.