Jaya Raya, Jakarta!

Baik buruk kata orang tentang Jakarta, tidaklah mengapa. Setiap orang punya pandangannya masing-masing terhadap suatu hal, termasuk terhadap Jakarta.

Jakarta sebenarnya tak seburuk apa yang dipikirkan orang. Mungkin mereka cuma perlu waktu lebih banyak untuk mengenali dan menjalani kehidupan di Jakarta.

Sebab itulah yang saya alami.

Beberapa tahun sebelumnya, saya memandang banyak hal negatif tentang kota ini. Tapi sejak akhir 2010, yaitu saat saya mulai berdomisili di Jakarta untuk menjalani profesi di salah satu instansi pemerintah, sampai dengan sekarang, beberapa pandangan negatif mulai berkurang.

Bukan karena hal negatif itu telah berubah menjadi hal positif sepenuhnya. Kekurangan dan keburukan itu masih tetap ada, mungkin telah berkurang, tapi lebih banyak tertutupi oleh hal lain yang sifatnya lebih positif.

Hal positif itu baru bisa saya temukan setelah beberapa lama memulai kehidupan sebagai warga Jakarta.

***

Hari ini, 22 Juni 2020, Jakarta merayakan hari ulang tahunnya yang ke-493.

Dengan segala plus-minusnya, saya mengucapkan selamat untuk Jakarta. Semoga Jakarta selalu berkembang ke arah yang lebih baik.

Pemimpinnya menjalankan tugas dengan baik, setia dan berdedikasi kepada warganya serta tegas menetapkan aturan yang berlaku demi kesejahteraan dan ketertiban kota.

Semoga warganya juga terus berubah menjadi lebih baik, lebih disiplin dalam mematuhi aturan sekecil apapun itu, lebih supel dalam bersosialisasi dan tidak lagi terkotak-kotak karena urusan politik dan agama.

Keduanya, politik dan agama, memang penting. Tapi rasanya tak kurang penting bagi kita untuk menjaga persatuan demi keselamatan kota tercinta.

Beban berat kota Jakarta menanggung status ibukota negara perlu disokong penuh oleh pemimpin dan warganya, agar Jakarta terus kuat dan kokoh berdiri.

Harapan terbesar saya untuk Jakarta di masa belakangan ini tentu agar Jakarta, baik kotanya maupun warganya, selalu tetap sehat dan kuat menjalani situasi yang tidak menentu ini.

Semoga Tuhan selalu memberkati kota Jakarta tercinta.

Amin.

Digiprove sealDigiproved

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

21 thoughts on “Jaya Raya, Jakarta!

  1. Selamat ulang tahun Jakarta 🙂 kota terkaya di Indonesia, tapi juga kota yang nestapa karena banjir dan macetnya…

    btw, mas Agung di instansi pemerintah di Gatsu 44 kah?

    1. Haha,, kok tau Gatsu 44 Mas?

      Jakarta bukan kota terkaya di Indonesia, masih kalah dari Bontang atau Balikpapan mungkin.
      Status ibukota negara nampaknya juga mempengaruhi pendapatan Jakarta.
      Sayangnya anggaran yang besar itu belum bisa menuntaskan masalah klasik, banjir dan macet.

      1. Dilihat dari PAD sama APBD mas 🙂

        Tadi saya ketik nama mas di kolom pencarian, belum muncul dot comnya udah kepencet enter, lantas muncul tautan di Linkedin 🙂
        kantor pusat saya di Gatsu 40-42 mas, sebelahnya hehe..
        Jika berkenan nanti boleh bersua kalau ada kesempatan ke Jakarta setelah pandemi, mungkin ngopi atau ngeteh sore mas

  2. Jakarta makin tua yaaa….
    Semakin besar semakin jadi metropolitan, tapi sebenarnya taraf hidup penduduk masih cukup timpang.
    Yang saya heran adalah, kalau Jakarta heboh karena pemimpin dan lainnya, netijen di kota lain kok ikutan nimbrung yaaa… .hwhw,,,

    1. Iya Kak, Jakarta makin tua, tapi orang-orangnya masih banyak yang kekanak-kanakan. Hehe.
      Kota lain jadi ikutan heboh kalau di Jakarta ada apa-apa kayaknya karena kalau ada kejadian apa di Jakarta, perhatian media massa hampir full meliputnya sehingga menjadi perhatian warga di daerah/kota lain juga.

  3. Aku liat berita di tv sore tadi Mas? Ulang tahun kota bersejarah tahun ini memang menyedihkan ya? Setidaknya buat saya yang di daerah, yang biasanya suka nonton konser jika Jakarta merayakan ulang tahun dulu. Semoga bencana ini segera berlalu..
    Salam…

    1. Tidak ada kado ulang tahun yang paling saya harapkan selain berakhirnya pandemi Covid-19 ini.
      Atau minimal pertambahan kasus baru berkurang drastis per harinya.

  4. Kalau saja ada kesempatan dapat bekerja lagi di Jakarta, langsung aku berangkat, mas. Aku suka suasana Jakarta yang banyak orang bilang gerah, macet, dllnya tapi buatku berkesan karena aku cukup lama tinggal di Jakarta.

    1. Wah,, berapa tahun di Jakarta Mas?
      Sebenarnya kalau boleh memilih, lebih enak suasana di luar Jakarta Mas.
      Makanya saya suka sekali berkunjung ke blog Mas Him dan blog travelling lain.
      Jadi bisa lihat-lihat foto suasana kota lain dan kisah-kisahnya.

  5. Jakarta adalah sebuah kota. Dia tidak baik atau buruk. Hanya dalam image banyak orang, kota ini buruk karena begitu kompleksnya sehingga terkadang orang hanya melihat yang buruk saja, karena biasanya yang buruk itu menarik.

    Kenyataannya, jutaan orang setiap harinya hilir mudik ke Jakarta dan kota tinggal untuk mencari nafkah. Jakarta merupakan tempat bergantung jutaan orang setiap harinya, termasuk saya.

    Tumpukan masalah terkait Jakarta hanya menunjukkan betapa penting peran kota ini bagi Indonesia, sejak dulu, sekarang, dan sampai beberapa puluh tahun ke depan. Bahkan, jika rencana ibukota baru terwujud sekalipun, rasanya peran Jakarta tidak akan surut. Ia masih akan terus memegang peranan penting dalam sejarah Indonesia

    1. Halo Mas Anton, terima kasih sudah berkunjung.
      Betul Mas, Jakarta sejak zaman dulu sudah menjadi salah satu tempat yang penting dalam sejarah negeri kita.
      Cuma memang perkembangannya tidak dijalankan dengan strategi dan rencana yang baik nampaknya,
      sehingga Jakarta sampai umurnya sekarang belum bisa menjadi kota yang baik dan maju.

      Terima kasih untuk komentarnya Mas.

  6. saya tinggal di Jakarta (dan sekitarnya) tahun 2007 – 2011, lalu kembali ke sana 2013-2016, tapi tetap tak bisa akur dengan Jakarta.. Padahal waktu kecil mimpinya tinggal di Jakarta, tapi setelah merasakan tinggal di sana, ternyata ini bukan tempat yang saya inginkan..

    Tapi saya tetap berharap, semoga Jakarta semakin maju dan permasalahan2 yg bertahun2 tak kunjung hilang, bisa dihilangkan..

    1. Kebalikan dengan saya. Dulu saya bahkan tak pernah membayangkan akan datang ke Jakarta lagi.
      Tapi ternyata sekarang saya harus berdomisili dan mengais rezeki di Jakarta.

      Amin. Terima kasih untuk doanya.
      Semoga semua kota dan daerah di Indonesia juga semakin baik dan berkembang.

  7. Bener banget, kalau mau tinggal lebih lama lagi di jakarta sebenarnya nyaman-nyaman saja.. Apalagi suasananya jika sudah terbiasa akan sangat menyenangkan dan bisa menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali bersama keluarga atau sendiri.

    1. Hehe,, betul Mas.
      Itu juga yang saya rasakan. Awal-awal di Jakarta homesick parah, tapi setelah berusaha mencari kesenangan dan kebaikan yang tersedia di kota ini, sambil terus berusaha adaptasi dengan pergaulan yang baik, jadi betah di Jakarta.

  8. Waktu kecil dulu kalau dengar kata jakarta pasti kepikirannya kota besar yang isinya gedung tinggi semua, mobil-mobil mewah dan hal wah lainnya. Sampai sekarang belum pernah ke jakarta sih, tapi lebih merasa nyaman tinggal di desa aja karena pergi ke kota ternyata hawanya panas banget? nggak betahan gerah.

    1. Halo Mbak Astri, terima kasih sudah berkunjung ya.
      Sebenarnya di Jakarta hawanya sejuk Mbak, terutama di dalam gedung. Pakai AC. Hehe.
      Tapi tidak semua kota besar itu gerah sih, Mbak. Kebetulan Jakarta memang agak panas dan gerah.

Comments are closed.