Jangan Serius Dengan Zodiak

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, zodiak adalah lingkaran khayal di langit yang berpusat di ekliptika dan dibagi menjadi dua belas tanda perbintangan, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, dan Pises.

Sementara di kompas.com saya baca, zodiak merupakan sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18 derajat yang berpusat pada lingkaran ekliptika, tetapi istilah ini dapat pula merujuk pada rasi- rasi bintang yang dilewati oleh sabuk tersebut, yang sekarang berjumlah tiga belas.

Nah, kebetulan saya lahir di tanggal yang konon katanya dinaungi oleh zodiak Gemini. Seperti pepatah bilang, tak ada gading yang tak retak, maka begitu pula Gemini. Tak sempurna.

Ada sifat yang baik, ada juga yang tidak.

Tapi ternyata tak semua sifat Gemini ada pada saya. Misalnya, Gemini disebut pandai bergaul, banyak temannya. Meskipun baru kenal, mudah akrab dengan seorang Gemini.

Saya tidak seperti itu. Saya pemilih. Teman saya sedikit jumlahnya.

Orang Gemini konon tidak bisa diatur dan selalu independen. Saya tak sepenuhnya begitu, sebab saya sangat mudah bergantung dari orang-orang yang sangat bisa saya andalkan di sekitar saya, terutama istri.

Saat jam makan tiba, istri saya selalu harus mengingatkan saya untuk segera makan. Kalau tidak, saya akan melewatkan waktu makan dengan melakukan pekerjaan yang sedang menyita perhatian saya.

Orang yang lahir di zodiak Gemini, katanya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Saya mungkin cerdas, tapi tak luar biasa.

Intinya, saya tak sepenuhnya berkepribadian seperti apa yang dituduhkan orang terhadap Gemini. Sementara beberapa sifat dan karakter zodiak selain Gemini juga lahir dan tumbuh di dalam diri saya. Lalu apakah saya bukan Gemini?

Maksud saya adalah, siapa saja bisa memiliki sifat Gemini. Begitu juga Gemini, bisa bersifat yang dimiliki bukan Gemini. Contoh nyata dalam hidup saya adalah, adik saya. Kami sama-sama berzodiak Gemini, tapi kami memiliki sifat dan karakter yang berbeda.

Apalagi sekarang saya pernah dengar bahwa posisi rasi bintang yang menjadi acuan penggemar zodiak sudah berubah. Posisi Gemini dan zodiak lainnya mungkin tak lagi ada di tanggal yang selama ini menjadi acuan.

Lagipula kepribadian orang bisa dilatih. Sifat dan karakter seorang anak, terbentuk dari apa yang dia lihat di sekitarnya, terutama dari orang tuanya. Meskipun ada juga yang bilang, sebagian sifat dan karakter manusia sudah bawaan orok, tak bisa diubah lagi.

Kemampuan otak bayi bahkan bisa dipengaruhi apa yang dipelajari oleh ibunya, bahkan dari makanan yang diasupnya selama hamil. Kemampuan itu saya pikir juga akan mempengaruhi pembentukan kepribadian si bayi setelah lahir dan bertumbuh.

Kalaupun banyak ramalan karakter berdasarkan zodiak yang tepat dengan kepribadian seseorang, saya pikir itu hanya kebetulan saja.

Tak perlu diambil hati, apalagi diseriusi.

Sebab seorang Gemini bisa menjadi siapa saja. Begitu juga orang lain, bisa menjadi seorang Gemini.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2020 Agung Pushandaka

1 thought on “Jangan Serius Dengan Zodiak

  1. morishige

    Waktu masih sering baca koran dan majalah dulu, saya sering skip tulisan dan berita buat langsung baca kolom zodiak. Buat anak kecil, rasanya seru sekali. Dan waktu ketemu tema-teman “satu bintang,” jadi merasa menemukan saudara. Hahaha…

    Btw, kayaknya hampir satu dekade saya tak mampir ke blog ini. Senang sekali tahu bahwa ada narablog yang wara-wiri sekitar sepuluh tahun yang lalu ternyata masih ngeblog, seperti Mas Pushandaka. 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *